
Arga yang keluar dari kantor dan bermaksud pulang pun mengarahkan mobil nya ke rumah sakit lebih dulu, Ia pergi untuk menemui dokter yang menangani nya selama ini.
"Apa saya masih harus mengonsumsi obat dok?." Tanya Arga.
"Seharusnya sih sudah tidak perlu, coba lah untuk lebih bisa mengendalikan diri anda Tuan tanpa bantuan Obat, dan harus rutin datang ya Tuan Arga bertemu dengan saya."Balas Ucap Dokter.
"Baiklah Dok kalau begitu."Balas Arga.
Setelah dari ruangan dokter, Arga keluar berjalan dan tanpa sengaja Berpapasan dengan Dimas. Karena tidak saling mengenal Arga melewati nya begitu saja , Namun sekilas ia melihat Lia yang terbaring.
Kembali melihat Lia, wajah yang tidak asing bagi nya, Ia pun mencoba mengingat siapa Lia.
"seperti wanita yang bertemu dengan ku di restoran."Batin nya.
•••
Di sepanjanh perjalanan, Arga mencoba mengingat apa yang terjadi malam kemarin, Ia hanya ingat ia bersama Becca. "Semoga itu hanya mimpi." Ucap Arga, Meski ia tidak nyakin akan hal itu, Bagaimana pun tadi pagi ada bercak darah di atas tempat tidur, menandakan ada orang lain selain diri nya yang tidur di kasur itu.
"Kenapa aku tidak bisa mengingat apa pun." Arga begitu kesal saat ia tidak mampu mengingat wajah selain wajah becca.
Karena tidak fokus, Arga pun mengerem mendadak saat ia melihat segerombolan sapi lewat menyebrangi jalan. Ia memegangi dada nya, mencoba untuk menenangkan diri nya sembari menunggu Sapi sapi itu.
Hingga mobil Arga sampai di sebuah rumah mewah dan besar, Arga masuk ke dalam rumah dan di hampiri Bu Rossa.
"Kok awal sudah Pulang Ga?." Tanya Bu Rossa.
"Kamu nyetir sendiri?." Tanya Bu Rossa lagi agak terkejut.
"Iya."Balas Arga.
__ADS_1
Bu Rossa terdiam sebentar sebelum ia kembali berkata. "Si becca apa sudah pulang?." Tanya Bu Rossa Menganti topik pembicaraan.
"Besok dia kembali, Aku masuk ke kamar dulu ma."Kata Arga dan berjalan masuk ke dalam kamar.
"Ada apa sih dengan anak itu." Gumam Bu Rossa melihat punggung putra nya yang berjalan pergi.
Arga masuk ke kamar, menghempaskan tubuh nya di tempat tidur, memejamkan mata nya yang tiba-tiba saja terasa berat. begitu saja ia menghilangkan rasa pusing di kepala nya dengan tidur.
•••
Di rumah sakit.
Lia terbangun dan melihat Fani. Melihat sahabat nya yang tampak tertidur pulas di lantai yang beralaskan Tikar.
Suster datang untuk memeriksa Lia, Lia menatap Suster.
"Sus, kapan saya bisa pulang." Tanya Lia.
Lia pun mengiyakan.
Mendengar pembicaraan, Fani pun terbangun dan lekas berdiri.
"Fan, capek ya."Ucap Lia.
"Kebiasaan tidur siang kali ya, jadi ngantuk." Jawab Fani tertawa. Lia pun ikut tersenyum.
"Besok kata Suster udah bisa pulang."
"Benarkah?, Syukur lah Lia, Tapi bagaimana dengan keadaan mu?." Tanya Fani.
__ADS_1
"Sudah sehat."Balas Lia tersenyum lebar.
Fani pun merasa lega saat kondisi Lia sudah semakin baik. tiba-tiba saja Dimas yang sudah pulang kembali dengan membawa makanan.
"Dimas. kamu bawa apa?." Tanya Fani. Lia pun ikut mengerutkan kening nya melihat barang bawaan Dimas.
"Makanan lah, Lia, kau harus makan ini, ini semua makanan sehat untuk mu, Aku tidak rela kau hanya makan bubur saja."Ucap Dimas.
Fani menepuk jidat nya, sementara Lia tersenyum menahan tawa nya.
"Dim, nama nya orang sakit, pasti lah makan nya Bubur."ucap Fani.
"Lia gak mungkin makan juga, gak nafsu dia Dim." .
"Begitu kah?."
"Gak apa-apa Dim, biar aku makan sedikit, Aku juga bosan makan bubur terus."Balas Lia.
"Nah gitu dong."
"Ayo Fan, makan bareng."Ajak Lia.
Fani tersenyum mengangguk mendengar Lia akan makan, karena 2 hari di rumah sakit, 2 hari juga Lia tidak begitu banyak makan.
•••
Hi Teman-teman.
Bantu Like dan Vote nya ya Teman-teman. Biar Author tambah semangat buat Update setiap hari. tinggalkan komentar kalian, Supaya Author tahu ni, kalian suka dengan cerita ini.
__ADS_1
Terima kasih banyak ya 🤗🙏
selalu jaga kesehatan ya semua.