Sang Buah Hati

Sang Buah Hati
56 - Dimarahi


__ADS_3

Saat Becca sampai ke rumah, Arga lansung menyambut istri nya di teras rumah, becca mengerutkan kening nya saat melihat suami nya tidak seperti biasa nya.


"Lihat, suami mu sudah menunggu."Ucap Alice.


"Iya. aku turun dulu guys." Becca lansung turun dari mobil Roy dan segera menghampiri Arga.


"Serasi banget mereka ya Roy."Ucap Alice.


"Iya."Balas Roy lalu menjalankan mobil nya dengan wajah yang datar.


"Sayang, kau belum tidur??"


"Mana mungkin aku bisa tidur kalau kau tidak ada disini."Ucap Arga.


"Ah, kamu selalu saja pandai menggombal."Ucap Becca tersipu Malu.


"Kau seperti nya minum banyak?."


"Hanya sedikit." Becca mengunakan jari nya untuk menunjukkan pada Arga sedikitnya minuman yang ia teguk. Arga hanya tersenyum saja mendengar nya, karena itu pasti tidak mungkin.

__ADS_1


Arga pun membawa Becca masuk ke dalam, dengan tangan melingkar di pinggang suami nya.


Bu Rossa keluar dan menghampiri Arga dan Becca, masih jarak 2 meter, Bu Rossa sudah bisa mencium aroma alkohol di tubuh menantu nya itu.


Bu Rossa mengelengkan kepala nya menatap Menantu nya itu.


Becca lansung melepaskan pelukan suami nya, saat ia melihat tatapan ibu mertua yang tampak tidak bersahabat.


"Apa yang kamu lakukan Becca, kamu minum-minum lagi?, Kamu itu sudah menikah, Bagaimana kalau kamu sekarang sedang hamil, Itu bisa mencelakai anak dalam kandungan mu, Mama marah karena mama peduli pada kalian, Bukan karena membenci kamu, Mama ingin yang terbaik untuk kalian berdua."Ucap Bu Rossa memarahi Becca.


Becca pun hanya menunduk diam, meski di dalam hatinya ia sangat kesal pada Ibu mertua nya itu.


"Maaf Ma." Balas Becca dengan suara lirih.


"Masuk lah ke kamar Sayang." Ucap Arga.


Becca Pun menunduk, lalu berjalan ke arah kamar nya.


"Kamu ini Arga, istri kamu bela terus, minum-minum itu bukan hal yang baik, apa lagi sudah menikah, sebentar lagi akan punya anak, kamu bayangkan sendiri kalau dia sekarang sedang hamil dan dia tidak tidak tahu, Apa kamu tidak kasihan pada bayi dalam kandungan nya."Arga pun terkena juga karena membela Becca.

__ADS_1


Meski Becca sudah berjalan pergi, ia masih bisa mendengar ocehan ibu mertua nya itu.


Saat ia masuk ke kamar dan menutup pintu, disitu lah ia sudah tidak ingin mendengar.


Arga menoleh ke arah Becca yang baru saja masuk ke kamar, lalu menutup nya.


"Iya Ma, Nanti aku akan nasehati dia."Balas Arga.


"Hm." Ketus Bu Rossa dan berjalan masuk ke dalam kamar


dengan kesal ia duduk di tempat tidur dengan kesal. "Dasar nenek lampir, Kenapa sih ga ada ibu mertua yang baik di dunia ini, hanya minum saja di besar-besar kan."kesal Becca.


Saat Arga masuk ke kamar, Becca pun pura-pura menangis untuk mendapatkan perhatian suami nya itu.


"Maafkan Aku Arga, gara-gara aku, kau jadi di marahi Mama."Ucap Becca menyekat air mata nya.


"Tidak apa-apa, yang mama katakan itu benar, Kalau kamu hamil tanpa kamu sadari, itu akan merusak anak kita."Ucap Arga.


"Hamil?, Aku masih memakai KB Arga, Aku tidak akan hamil selama masih berada di rumah ini."Guman nya dalam hati.

__ADS_1


"Iya, Aku akan berusaha untuk berhenti."Balas Becca.


"Makasih sayang." balas Arga. Becca mengembangkan senyum nya.


__ADS_2