
Saat Matahari mulai memancarkan sinar menebus tirai kamar Lia, Lia pun terbangun dan melihat Arga masih berada di samping nya, masih berbaring menyamping memeluk tubuh nya. Lia merasa kalau tubuh nya terasa sangat lelah, membuat ia merasa malas untuk bergerak.
Ia lalu memiringkan posisinya ke arah yang berlawanan, Kini wajah nya dan Arga begitu sangat dekat, hanya berjarak beberapa jari saja, terperangah dengan pemandangan di depan nya, Lia menatap dengan seksama pria yang telah menikahi nya itu.
Saat masih menatap Arga yang tampak masih tertidur, tiba-tiba Arga membuka mata nya, Membuat Lia tentu saja salah tingkah, ia lansung mengalihkan pandangan dan mencoba mengubah posisi nya, Namun tangan Arga menahan nya, memeluk nya hingga ia tidak bergerak sama sekali.
"Tuan, Tolong lepaskan."Ucap Lia.
"Sampai kapan kamu akan memanggilku dengan sebutan itu, Apa aku ini majikan mu?." Tanya Arga menatap Lia.
"Em Aku.., Aku..." Masih binggung harus menjawab apa, Arga lansung menghujani bibi merah mudah itu. Sentuhan itu membuat Lia hanya bisa memejamkan mata nya, Permainan bibi Arga membuat Lia pun menikmati pagi itu.
Setelah berciuman beberapa saat, Arga menghentikan ciumannya, nafas kedua nya terasa sangat terengah engah.
Lia pun memeluk Arga, Menenggelam kan wajah nya di dada pria itu, Arga pun memeluk nya. mengelus kepala Lia dengan lembut.
"Aku harus pergi beberapa saat, jaga diri mu dan anak kita. Aku akan segera kembali."Ucap Arga..
Mendengar yang di ucapkan pria itu, Lia pun ha ni ya diam, rasa nya ia tak rela Arga pergi, bahkan pelukan nya saat ini gak ingin ia lepaskan.
"Aku mungkin sudah jatuh cinta pada nya atau aku terbawa perasaan karena dia begitu perhatian pada ku."Batin Lia.
__ADS_1
"Apa boleh aku memanggil mu Mas Arga??" Tanya Lia untuk memastikan panggilan yang tepat mengantikan panggilan tuan itu.
"Iya, itu panggilan yang bagus."Balas Arga. Lia pun tersenyum dan kembali memeluk Arga.
Lia yang memeluk nya dan tidak ingin lepas pun tidak di permasalah kan Arga, Karena besok, ia akan bulan madu dengan Becca, dan Lia terpaksa harus ia tinggalkan demi kenyaman Lia kedepan nya.
"Sebelum aku pergi, nanti malam kita makan malam bersama."Ucap Arga.
"Makan malam?." Lia mengulangi perkataan itu.
"Iya, jadi, berdandan lah yang rapi dan cantik."Balas Arga.
•••
Becca baru bangun tidur dan melihat Arga belum pulang, ia pun mengambil ponsel nya dan menghubungi Arga.
Dering telefon itu membuat Arga pun mengangkat telfon tanpa melepaskan Lia dan Lia pun bisa mendengar jelas Becca yang menanyai keberadaan nya.
"Sayang, kamu dimana?." Tanya Becca, Arga menatap Lia.
"Di kantor, banyak kerjaan yang harus ku urus."Balas Arga.
__ADS_1
"Jadi, dia memberitahu nona Becca kalau dia lembur di kantor, agar bisa tidur disini?." Batin Lia.
"Aku akan segera pulang."kata Arga lagi. Lia pun melepaskan pelukan Arga, dan turun dari tempat tidur. Arga melihat nya.
"Baiklah sayang."
Setelah menyudahi panggilan telefon, Arga melihat Lia sudah masuk ke kamar mandi. Arga menaruh ponsel nya di samping tempat tidur, ia menghela nafas berat karena harus berkata bohong di depan Lia.
Arga pun lalu turun dari tempat tidur, mengetuk pintu kamar mandi Lia, Lia yang kini sudah berbalur handuk untuk segera mandi membuka pintu.
"Iya." Lia menatap Arga, berfikir Arga akan pamit atau berkata hal lain.
"Boleh aku masuk?."
Lia tanpa sadar menganggukan kepala nya, Arga pun masuk ke kamar mandi bersama nya, Lia pun merasa diri nya tidak ada penolakan di hati nya, Membiarkan Arga masuk saja.
Lia mencoba mengalihkan pandangannya, menyembunyikan kekecewaan di hati nya, seperti perasaan cemburu yang entah sejak kapan ada, ia berdiri di depan wastafel untuk mencuci wajah nya, Arga menatap nya dari pantulan cermin, lalu Arga memeluknya dari belakang, kini hubungan mereka semakin intim seperti suami istri yang baru menikah dan di mabuk asmara tanpa mereka sadari.
"Maafkan aku Lia, Aku tidak bermaksud menyakiti mu, tapi posisi ku juga sulit."Ucap Arga.
Lia tersenyum. "Aku tidak apa-apa Mas, jangan terlalu di pikirkan."Ucap Lia tetap tenang. Namun Arga bisa melihat kesedihan di mata wanita itu.
__ADS_1
Arga tak mengerti kenapa dia begitu peduli pada perasaan Lia saat ini. ia merasa ingin Lia bahagia.