
Arga cemas menunggu di luar. Pak Adnan meyakinkan putra nya Lia pasti bisa mengajak ibu nya bicara. karena Bu Rossa bukan orang yang keras.
Tidak berselang lama, Bu Rossa keluar dengan Tangan yang di gandeng Lia untuk membantu nya berjalan.
Melihat Lia dan ibu nya tampak Akrab, Arga pun tersenyum lega. saling memandang dengan ayah nya, Karena apa yang di yakinkan ayah nya benar.
"Mama sudah bicara dengan Lia, Mama tidak hanya terkejut kenapa begitu banyak hal yang kamu lakukan dan lewati sendiri tanpa memberitahu Mama dan Papa."Ucap Bu Rossa.
"Maaf Ma, Aku juga tidak bermaksud menyembunyikan hal ini pada kalian, Tapi Mama dan Papa tahu sendiri kalau situasi nya tidak memungkinkan." Tutur Arga
Pak Adnan dan Bu Rossa mengangguk mengerti.
•••
Setelah menghabiskan seharian di rumah Orang tua Arga, Lia pun bersama Arga kembali pulang ke rumah. Lia merasa sangat lega dan senang karena hari ini berjalan dengan baik seperti di yang dia inginkan.
Arga menoleh kearah Lia yang tampak tersenyum menatap keluar jendela. Arga tiba-tiba memegang tangan Lia, Lia pun menoleh melihat ke arah laki-laki Itu.
"Terima kasih."
__ADS_1
"Untuk apa mas??" Lia menatap Heran.
"Untuk semua nya, Aku sangat bahagia bisa mengenal mu Lia." Ucap Arga. senyum Lia melebar mendengar ucapan yang meluluhkan hati nya.
Saat sampai di kampus merah, mata Lia tertuju pada Keramaian orang yang tengah berjualan di pinggir jalan. Melihat Lia yang tampak lepas memandangi ke arah sana, Arga pun segera meminggirkan mobil nya.
"Kenapa berhenti disini Mas?." Tanya Lia.
"Mungkin kau ingin makan sesuatu, Ayo turun." Ajak Arga.
perlakuan Arga benar benar membuat Lia emosional kebahagiaan yang sebelum nya sangat tidak pernah ia rasakan, Tapi Ia kini merasakan perhatian Arga pada diri nya.
Arga turun lebih dulu, membuka kan pintu untuk Lia. Lia pun dengan senang hati dan Antuasias turun dari mobil. Arga memegangi tangan Lia, mengajak wanita itu berjalan memesan jajanan disana.
"Li, Kamu terlihat sangat bahagia."Batin Dimas.
•••
Di kampus.
__ADS_1
Fani yang sedang duduk di perpustakaan di hampiri Dimas, Dimas dengan buku di tangan nya duduk di samping Fani.
"Fan." Fani menoleh dan melihat itu Dimas, Ia menghela nafas saat tahu kalau Itu acLah Dimas.
"Jangan tanya soal Lia lagi dim, Aku tidak akan menjawab mu lagi, kau tahu kan dia sudah bahagia dengan suami nya."Ucap Fani lebih dulu melarang apa yang terlintas di pikiran nya.
"Aku tidak ingin bicara kan Lia, Aku ingin bicara dengan mu saja. Fan, kamu jangan ketus ketus pada ku, nanti kau jatuh hati pada ku bagaimana." Ucap Dimas.
"Apaan Sih Dim." Fani memutar bola malas mendengar ucapan Lia.
"Becanda kali. Nanti jalan yuk!." Balas Dimas.
Fani terdiam sejenak, Dimas pria yang selalu ini ia kagumi dalam diam nya, Karena Tahu Dimas menyukai Lia, membuat Fani hanya mencoba bersikap acuh saja, Hingg ia mulai terbiasa, namun tiba-tiba Pria itu Datang untuk mengajak nya jalan.
"Ada dengan dia?."
•••
Alice yang sedang berjalan keluar dari tempat bebelanja dan akan masuk ke dalam mobil, di kejutkan dengan sebuah mobil yang berjalan laju, dan hal itu membuat Alice di tabrak Oleh mobil itu. Beruntung ia bisa segera menghindar.
__ADS_1
Alice terkejut hingga sejenak ia masih mematung, hanya berjarak sedikit saja mobil itu akan menabrak nya hingga mati.
Tidak bisa menabrak Alice, Sosok yang ada di balik kemudi itu adalah Sosok Becca. Ia kesal karena gagal menabrak Alice. Rasa benci nya karena Alice menghancurkan rumah tangga nya, sudah tidak bisa membuat Becca menahan diri nya. untuk membalas dendam nya pada Alice.