Sang Buah Hati

Sang Buah Hati
76 - Makan Malam


__ADS_3

Malam yang langit tampak cerah dan di penuhi bintang. Fani tengah menunggu Dimas yang janji akan datang menjemput nya.


Bolak balik ia di dalam rumah melihat keluar jendela, Berfikir Dimas yang ia tunggu telah tiba, tapi tak kunjung datang juga.


"Apa aku yang terlalu semangat ya keluar bersama Dimas?." Batin Fani. ia menghela nafas membuang rasa gugup nya saat ini.


Tok


Tok


Tok


Ketukan pintu itu segera membuat Fani terbangun dari pikiran ny, dan segera membuka pintu dan itu adalah Dimas yang sudah datang.


Dimas tersenyum melihat Fani yang tampak rapi.


"Jalan sekarang?."Ucap Dimas. Fani menganggukan kepala nya.


Kedua pun berangkat menuju entah kemana, Fani hanya ikut kemana pun pria itu akan membawa nya.


"Kamu mau makan apa Fan?."Tanya Dimas.


"Terserah kamu."Balas Fani.


Dimas tertawa. Fani mengerutkan kening nya, memang nya apa yang salah dari jawaban nya.


"Cewek tu lucu banget, di tanya makan apa selalu aja jawab nya terserah."Ucap Dimas. Fani pun ikut tersenyum setelah mendengar hal itu.

__ADS_1


Mereka pun sampai di sebuah taman, Menikmati makanan yang di jual oleh orang orang di sana.


"Kamu tumben ngajak aku jalan, lagi cari pelampiasan ya karena Lia udah bahagia sama suami nya??" Ucap Fani agak ketus ketika ia memiliki pikiran, Dimas mengajak nya makan malam karena ingin mencari pelampiasan, untuk melupakan Lia.


"Ih, kasar banget, Gak gitu Fan, lagian, Emang kamu mau jadi tempat pelampiasan?." Ucap Dimas.


"Engak lah."


"Yah, makanya jangan bilang gitu, Aku tu baru nyadar aja, Kalau sebenarnya aku sama kamu tuh nyaman ternyata."Balas Dimas.


Fani salah tingkah mendengar kata kata itu, Namun mencoba untuk tenang agar tidak menampakan kebodohan nya.


"Memang sih belum sepenuhnya lupain Lia, tapi dia bahagia, Aku ga mau usik dia lagi. Aku mau coba memulai hati yang baru, bareng kamu, Kamu mau ga?." Ucap Dimas sembari menoleh ke arah Fani yang tentu saja seketika mematung.


Ucapan Dimas yang begitu to the point membuat Fani tidak bisa berkutik.


"Fan, kok diam?."


"Iya, nanti gue kejar dech sampai dapat, tapi jangan Susah susah ya Fan, gue capek, nanti ujung ujung nya kayak Lia, di tinggal nikah."Ucap Dimas.


Fani tersenyum menggelengkan kepala nya.


•••


Di tempat lain.


Lia di ajak Arga ke atas rumah, Meski ia tidak mendapatkan jawaban kenapa ia di ajak ke atas, Lia tetap mengikuti pria itu.

__ADS_1


Dengan langkah yang susah payah ia menaiki anak tangga dengan di gandeng Arga. Perut Lia yang sudah semakin besar membuat Ia sedikit lelah untuk menaiki tangga.


"Kata Mama, Naik turun tangga juga bagus untuk kamu melahirkan nanti."Ucap Arga.


Lia tersenyum. "Iya Mas, tapi di atas ada apa sih Mas, Aku penasaran."Ucap Lia.


"Ada. kejutan untuk mu." Balas Arga.


Saat sampai di atas, semua gelap, Roof top yang seharusnya ada lampu menerangi pun tidak terlihat hidup.


"Kok gelap sih mas."Lia mencoba menyalakan tombol untuk menghidupkan lampu, saat lampu di nyala kan, Lia di buat terkejut dengan pemandangan di depan nya.


Arga sudah mendekorasi dengan bunga bunga, dan terlihat sebuah meja dengan sepasang kursi ada di tengah tengah sana, Lampu menyapa di ikuti sebuah suara musik yang di nyala kan.


"Mas, kamu yang siapkan ini?." Tanya Lia. Arga tersenyum menganggukan kepala nya.


"Kapan mas Arga menyiapkan ini, aku bahkan tidak melihat siapa pun masuk hari ini ke rumah?."


"Saat kamu tertidur."


Lia sangat senang, ia terharu, ia pun memeluk Arga dengan sendu.


Arga lalu menuntun Lia untuk duduk dan kedua nya duduk berhadapan untuk makan.


"Aku malu, Aku hanya pake daster."


"Kamu tetap terlihat cantik."Balas Arga.

__ADS_1


"Mas Arga, kau membuat ku malu."


Malam yang menyenangkan yang tidak akan pernah Lia lupakan telah menjadi sejarah kisah pernikahan dengan Arga, hal ini sangat membahagiakan untuk nya.


__ADS_2