
Setelah mengakhiri sambungan telefon dengan Dimas dan Fani. Lia di panggil oleh pelayan yang lekas membuat Lia keluar. Tampak Robi sudah menunggu nya berdiri bersama seorang wanita paru baya.
"Ada apa sekertaris Robi?." Tanya Lia heran. saat melihat beberapa pelayan yang sudah di sini beberapa hari tampak membawa tas keluar dari rumah.
"Mereka mau kemana?." Tanya Lia dengan heran.
"Nona, perkenalkan saya Bi Inah." ucap wanita paru baya.
"Iya, Saya Lia." Balas Lia dengan sopan.
"Nona, Mereka tidak akan melayani anda disini lagi Nona, Karena mereka punya tugas mereka masing-masing, Ada Bi Inah yang akan bekerja dan menemani anda di rumah ini." Tutur Robi.
"BI Inah, silakan simpan barang-barang Anda ke kamar. "Ucap Robi. Bibi pun mengangguk dan berjalan ke kamar yang di tunjuk oleh Robi.
"Rumah sebesar ini, hanya Bi Inah, Bukan kah itu melelahkan."Tanya Lia saat Bi Inah sudah pergi.
"Hanya sementara Nona, sampai rumah baru untuk anda siap, selain itu, banyaknya pelayan akan membuat kecurigaan orang-orang."Ucap Robi.
"Rumah ini memang nya punya siapa?." Tanya Lia ragu-ragu.
"Milik Tuan Arga dan Nona Becca."Ucap Robi.
__ADS_1
"Oh."
Lia terdiam, Ia tahu ini bukan hak nya, ia hanya istri kedua yang tidak ada apa-apa nya dengan istri pertama, Lia pun tersenyum yang menyembunyikan luka, Takdir telah membawa nya menjadi istri kedua orang yang tidak ia cintai.
"Nona, saya permisi dulu, kalau anda butuh apa-apa, Anda bisa memberitahu Bi Inah."Ucap Robi. Lia mengangguk kecil.
•••
Saat Malam Tiba.
Arga pun selesai kerjaan berjalan keluar dari kantor bersama Robi. Dalam pikiran nya saat ini, entah kenapa ia terus memikirkan untuk melihat keadaan Lia lebih dulu.
Robi membukakan pintu untuk Arga, Arga pun masuk ke dalam, lalu Robi mengikuti setelah nya.
Robi melihat jam di pergelangan tangan nya, Ia pun lalu melihat Arga.
"Anda yakin bos?, Ini sudah larut malam, takut Nona Becca akan curiga."Ucap Robi.
"Hanya sebentar."Balas Arga.
"Baik Bos." Robi pun lalu menjalankan mobil nya setelah itu.
__ADS_1
"Entah kenapa aku terus memikirkan wanita itu Robi, Bisa gila aku kalau terus datang untuk melihat nya."Ucap Arga saat perjalanan menuju ke rumah Lia.
"Mungkin karena Anda sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah Bos, makanya anda mengkhawatirkan ibu dan bayi nya."Ucap Robi.
"Iya, Mungkin saja, Tapi bagaimana kalau Becca tahu hal ini, aku tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi." Arga menghela nafas berat, membuang kesesakan yang terasa di dada nya.
"Oh iya, Bagaimana dengan rumah yang ku minta kau siapkan?, Apa sudah ada?." Tanya Arga.
"Saya sudah meminta orang untuk mencari rumah yang bagus dan dekat dengan rumah anda Bos, tapi masih proses pencarian, kata nya sudah temukan, hanya perlu untuk melihat nya saja."Ucap Robi.
"Bagus lah, Lebih cepat lebih baik, Bagaimana pun rumah yang ia tinggalin saat ini, adalah rumah ku dan Becca."Ucap Arga.
Saat mobil Arga sampai di rumah Yang Lia tempati, Arga lun segera turun dari mobil. seorang wanita paru baya menghampiri Arga dan Robi.
"Bibi sudah datang?." Sapa Arga.
"Iya Den."
"Den Arga datang malam-malam gini?." Tanya Bibi pembantu rumah tangga.
"Iya Bi, mana wanita itu?." Tanya Arga.
__ADS_1
"Sudah tidur Den dikamar." Balas Bibi.
Arga pun berjalan masuk setelah mendapatkan jawaban itu. sementara BI Inah dan Robi berdiri diam melihat Arga melangkah masuk.