Sang Buah Hati

Sang Buah Hati
77 - Becca Patah Hati


__ADS_3

Becca dan Roy sedang berada di dalam mobil, melihat rumah Arga dan Lia yang sudah ia dapati info nya.


Dengan perasaan kesal ia melihat ke arah rumah laki-laki yang sudah menendang nya.


"Apa yang akan kau lakukan?." Tanya Roy.


"Aku ingin membuat mereka lenyap dari dunia ini."Ucap Becca.


Roy menggelengkan kepala nya. "Arga sudah meninggalkan mu, Tapi aku masih disini, Apa aku tidak bisa menjadi ganti Arga untuk mu?." Tanya Roy.


"Gak, Gak bisa Roy, Aku cintai sama Arga, dan kau tahu itu, hubungan kita hanya sebatas teman, tidak lebih."Becca mempertegas ucapan nya pada Roy.


Tentu hal itu sangat menyakiti Hati Roy. Roy mengangguk mengerti. Tapi Becca sama sekali tidak merasa bersalah sudah mengatakan hal itu yang memang sejak dulu sering ia ucapkan pada Roy.


Roy lalu menjalankan mobil nya, Becca menatap Roy heran.


"Kenapa kita pergi Roy, Aku masih ingin melihat wanita sial itu dengan Arga. berhenti ku bilang!." Ucap Becca.


"Aku ingin kau pulang dan menyegarkan pikiran mu, Kau harus sadar kalau hubungan mu dengan Arga sudah tidak bisa lagi di perbaiki." Ucap Roy.


"Bisa, Aku bilang bia Roy, Hentikan mobil nya, Kalau kau tak bisa membantu ku lagi, maka hentikan mobil nya, Aku bisa pulang sendiri, Aku tidak butuh bantuan mu juga, kau tidak berguna."Bentak Becca kesal, ia berteriak hingga suara nya melengking di telinga Roy. namun Roy menghiraukan nya.


"Aku bilang hentikan!." Teriak Becca lagi.

__ADS_1


Roy pun kini benar benar tidak tahan lagi, ia menepi kan mobil nya, lalu menatap becca penuh kekecewaan.


"Oke, silakan. Aku tidak akan membantu mu lagi. terserah apa yang ingin kau lakukan, Semua akan kau tanggung sendiri."Ucap Roy.


Becca dengan marah dan sedih bercampur menjadi satu, ia membuka pintu dan turun dari mobil. Roy pun menjalankan mobil nya meninggalkan Becca tanpa menoleh kembali ke belakang.


"Ahh...." Terima Becca kesal karena Roy pergi.


Ia pun duduk di tepi jalan dan menangisi keadaan nya saat ini. Ia di tinggalkan oleh Arga, oleh sahabat nya Alice, kini Roy pun meninggalkan nya. Ia benar benar tak berdaya.


tak peduli orang orang sedang melihat nya, Becca terus menangis, meluapkan kesedihan nya.


seseorang datang memberikan sebotol minuman dan tissu untuk nya, Dengan sesegukan Becca mengangkat wajah nya dan melihat Roy kembali untuk nya.


"Apa kau tidak malu seperti ini?" Ucap Roy.


"Maafkan Aku Roy, aku seharusnya tidak kasar pada mu, kau yang selalu mencintai ku dan selalu ada untuk ku."Uco Becca.


"Bagus lah kau sudah sadar, Kalau aku tahu begitu cara kau bisa sadar, Sejak dulu aku tinggalkan saja kau di tepi jalan seperti ini."Ucap Roy. Becca dengan senyum kecut mencubit Roy, Roy pun tertawa.


Roy lalu mengajak Becca kembali masuk ke dalam mobil.


•••

__ADS_1


Lia memeriksa kandungan nya di temani Arga, semakin lengkap ketika kedua mertua nya pun ikut untuk melihat cucu pertama mereka.


Kedua orang tua Arga saling menatap dan tersenyum saat melihat bayi yang bergerak di balik layar monitor.


"Harus jaga kesehatan ya nak, kamu kan sebentar lagi akan melahirkan."Ucap Ibu nya Arga.


"Iya Ma." Balas Lia.


"Kalau gitu mama ke kamar dulu."


ma.


Lia dan Arga pun masuk ke kamar beristirahat.


"Kalau ada Bapak sama Ibu disini, Pasti akan semakin lengkap kebahagiaan kita ya mas."Ucap Lia sembari masuk ke dalam kamar, setelah kembali dari rumah sakit.


"Bapak Dan Ibu akan kembali besok, kita akan menjemput mereka."Ucap Arga.


"Serius Mas?" Lia masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Iya. Bapak sudah sembuh."


Lia pun langsung memeluk Arga kala mendengar kesembuhan sang Ayah tercinta, setelah beberapa bulan tidak bertemu, akhir nya kedua orang tua nya akan kembali juga.

__ADS_1


"Makasih ya Mas, Aku sangat senang sekali."


"Aku akan berusaha untuk membahagiakan mu dan buah hati kita Lia."Batin Arga.


__ADS_2