Sang Buah Hati

Sang Buah Hati
08 - Malam Yang Menyedihkan


__ADS_3

Namun tiba-tiba laki-laki itu terbangun membuka mata nya yang masih remang-remang, menarik Lia ke atas tubuh nya.


Tentu saja hal itu membuat liat terkejut. wajah nya begitu dekat dengan Lia, bisa melihat dengan dekat wajah tampan laki-laki itu yang seolah tak memiliki pori-pori pada wajah nya.


"Tuan, Tolong lepaskan saya."Lia mencoba melepaskan diri nya.


Namun pria itu mencengkram nya dengan kuat, membuat Lia tidak bisa mengerjakan tubuh nya.


"Temani aku sebentar, aku butuh pelukan."Ucap Nya dengan pelan. Lia tahu ia sudah sangat mabuk berat, tapi kenapa tenaga nya begitu kuat.


"Dasar, laki-laki kalau sudah mabuk sama sama, hidung belang, dia masih muda, tapi sudah seperti om om genit."batin Lia.


Tiba-tiba saja, Laki-laki ia memutar posisi nya, hingga membuat kedua mata Lia terbelalak. begitu cepat Kini posisi laki-laki itu sudah berada di atas nya.


Arga mencengkram tangan Lia, Menindih nya, Mencium leher Lia seolah akan memulai sesuatu yang paling Lia takutkan saat ini.


"Tuan, Jangan Tuan.", Ucap Lia. Namun Arga tak menghiraukan nya. Perlahan Satu perkata pakaian Lia di lepaskan, Hingga terjadi lah sesuatu di antara mereka berdua.


Lia ke kamar mandi, menangis sesegukan, sementara Arga tertidur. Ia keluar dari kamar mandi, wajah yang akan selalu ia ingat seumur hidup nya, Laki-laki brengsek yang sudah merenggut kesucian yang selama ini Ia Jaga.

__ADS_1


Lia berlari keluar dari kamar itu, sembari menangis. Hari ini Lia memilih pulang lebih awal dari biasa nya ia bekerja.


Saat Lia sampai di rumah.


"Tumben pulang awal." Ucap Fani saat Lia Masuk.


Namun Lia tidak menjawab nya dan terus berjalan masuk, Fani yang masih menonton terkejut saat melihat Lia berjalan masuk melewati nya sembari menangis.


"Li, kamu kenapa Li?." Tanya Fani, Namun di hiraukan oleh Lia.


Fani segera menghampiri Lia, Namun Lia mengunci pintu nya dari dalam, Fani pun khawatir sesuatu telah terjadi pada Lia.


"Li, buka Li."


"Lia." Begitu saja Lia tidak menjawab nya, Lia duduk di bawah tempat tidur nya menangis.


"Lia."


"Aku gak apa-apa Fan, Aku mau istirahat aja."ucap Lia dari dalam.

__ADS_1


Fani mendengar hal itu menghela nafas dengan kekhawatiran ia berdiri di depan kamar Lia. Meski Lia bilang akan istirahat, tetap saja Fani khawatir pada Lia, sebelum Lia memberi tahu nya apa yang telah terjadi.


Lia lalu masuk ke dalam kamar mandi, Menyirami dirinya dengan air yang terasa sangat dingin menusuk ke tulang-tulang, Ia berjongkok di kamar mandi sembari menangis.


"Kenapa ini harus terjadi sama aku, Kenapa Tuhan.." Ucap Nya.


•••


Hari sudah subuh, Tapi Fani masih mengkhawatirkan keadaan Lia membuat ia begadang tak bisa tidur. Karena khawatir dengan Lia, ia pun memutuskan untuk memastikan Sahabat nya benar baik-baik saja, Ia pun keluar dan berjalan ke samping rumah, untuk melihat Lia dari jendela kamar nya, Suasana Sekeliling yang sepi dan gelap membuat Fani agak menggidik ngeri, Namun ia harus berani untuk melihat Lia, Melalui cela cela gorden yang menutup Jendela, Fani melihat ke tempat tidur, tidak ada Lia ada di atas nya. itu sudah cukup membuat Fani ketakutan. Ia pun lekas berlari masuk untuk ke kamar Lia.


•••


Hi Teman-teman.


Bantu Like dan Vote nya ya Teman-teman. Biar Author tambah semangat buat Update setiap hari. tinggalkan komentar kalian, Supaya Author tahu ni, kalian suka dengan cerita ini.


Terima kasih banyak ya 🤗🙏


selalu jaga kesehatan ya semua.

__ADS_1


__ADS_2