Sang Buah Hati

Sang Buah Hati
67 - Foto


__ADS_3

Bagaimana keadaan Ayah Mertua ku?." Tanya Arga. Lia mendengar hal itu agak malu ketika Arga mengatakan kata Ayah mertua. Ia juga sangat penasaran dengan jawaban nya.


"Berikan pada nya."Ucap Arga lagi.


Arga lalu memberikan ponsel nya pada Lia, Lia pun menerima nya dan mendengar nya.


"Hallo." Suara yang khas dan sangat familiar itu.


"Buk, Bagaimana keadaan Bapak?."


"Sudah baikan nak, kata dokter dalam waktu dekat Bapak mu sudah bisa pulang." balas Ibu.


Mendengar hal itu, Lia pun tersenyum senang. Arga yang duduk di hadapan nya pun ikut tersenyum saat melihat wanita itu tampak bahagia. menatap wanita itu penuh damba, seperti tidak ingin melepaskan pandangan di depan nya saat ini.


"Terima kasih Mas sudah mengizinkan ku bicara dengan Ibu."Ucap Lia setelah menyudahi sambungan telefon dengan ibu nya.


"Kapan pun kau mau bicara, katakan saja."Balas Arga.


Lia tersenyum lalu memeluk Arga saat laki-laki itu berdiri dari duduk nya.


Arga agak terkejut dengan apa yang di lakukan Lia saat ini, tidak menyangka Lia akan seberani ini dengan nya. Arga lalu menyunggingkan senyuman nya, mata nya menatap ke arah Bu Inah yang tampak sibuk dengan kerjaan nya.


Arga lalu menarik Lia ke kamar tamu yang tidak jauh dari meja makan, Lia Agak terkejut, namun hanya bisa mengikuti langkah pria itu.


Saat masuk, Arga menarik tubuh Lia pelukan nya, Menatap nya dalam-dalam, sebelum Akhirnya ia menghujani Lia dengan ciuman yang membara, Lia pun menutup kedua mata nya dan merasakan setiap sentuhan yang selalu di rindukan Lia saat ini.


Arga pun menghabiskan siang itu bersama Lia hingga menjelang malam. Ia memeluk wanita itu dari belakang lalu mengatakan sesuatu yang tak di sangka oleh Lia, Arga akan mengatakan nya.

__ADS_1


"Terima kasih, Kau membuat ku merasa nyaman setiap bersama mu, Aku akan berusaha membuat mu bahagia."Ucap Arga. Lia hanya diam saja mendengar perkataan itu.


•••


Keesokan hari nya.


Becca yang baru saja bangun dari tidur nya di bangunkan oleh ketukan pintu kamar nya. Arga yang saat itu di samping nya pun tampak masih terlelap.


Becca menoleh ke arah Arga sebelum ia beranjak dari tempat tidur untuk membukakan pintu. sembari memperbaiki piyama nya ia membuka pintu kamar.hj


Tampak Pelayan berdiri di depan kamar Becca. "Ada apa?." Tanya Becca sembari mengikat rambut nya.


"Nona, ini ada paket untuk anda, orang nya menitipkan pesan agar anda membuka nya segera."Ucap Pelayan yang ada di rumah orang tua Arga itu.


"Iya, terima kasih."balas Becca.


Sesaat ia membuka nya, kedua mata nya di buat terbelalak saat ia melihat itu adalah foto-foto nya dengan Roy yang berciuman di dalam mobil, serta foto ia masuk ke apartemen Roy sembari bergandengan tangan.


Jantung Becca rasa nya akan terlepas pada tempat nya pada Saat itu. untung saja semua itu tidak terjadi.


Arga terbangun membuat Becca lansung memasukan kembali foto foto itu ke map dengan gemetar. Wajah Becca pucat dan cemas karena Seseorang telah mengetahui nya kedekatan nya dengan Roy yang tak biasa.


"Apa itu sayang?." Tanya Arga pada Becca.


Becca memasang wajah senyuman nya dan membalas Arga agar tidak mencurigai nya.


"Bukan apa-apa, Hanya surat yang Mama titipkan, Nanti siang aku izin ya sayang, Aku mau kerumah Mama mengantar ini."Ucap Becca mencoba untuk santai walau hati nya saat ini berdebar.

__ADS_1


"Baik lah, Aku akan antar ya?."


"Tidak usah sayang, Aku bisa sendiri, Bukan kah Kamu akan ke Rumah sakit juga." tolak becca dengan segera.


Arga pun tersenyum mengangguk menatap Istri nya, sebelum ia turun dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi.


•••


Di Cafe.


Becca dan Roy pun bertemu disana, Becca pun dengan cemas memperlihatkan apa yang ia dapatkan.


"Bagaimana ada yang tahu."Ucap Roy juga agak terkejut.


"Aku tidak tahu, Menurutmu, siapa yang mengetahui tentang hubungan kita?." Tanya Becca.


"Aku juga tidak tahu."Balas Roy.


"Kita harus segera mencari tahu siapa yang mengirim paket ini Roy, kalau tidak, hubungan ku dan Arga akan dalam masalah."ucap Becca.


Roy menatap Becca, sebenarnya ia tidak perduli tentang hal ini, Karena ia pun suka kalau Becca dan Arga sampai bercerai, Karena ia mencintai wanita yang duduk di hadapan nya saat ini, Roy pun hanya bisa mengiyakan.


"Roy, kenapa diam saja?, jangan bilang ini dari mu." Ketus Becca dengan cemas.


"Aku memang mencintai Mu Becca, tapi aku tak akan melakukan hal ini pada mu."Balas Roy.


"Iya, Aku percaya pada mu."Balas Becca dengan wajah sedih, tak bersemangat.

__ADS_1


"Nanti kita akan menemukan orang itu."Ucap Roy. Becca menganggukkan pelan kepala nya tidak bergairah membalas nya lagi.


__ADS_2