Sang Buah Hati

Sang Buah Hati
26 - Masih Menunggu


__ADS_3

"Siapa dia Robi?." Tanya Arga pada Robi yang duduk di samping nya saat melihat Dimas duduk di teras rumah.


"Laki-laki yang dekat dengan nona Lia Bos."Balas Robi.


"Lalu kenapa dia disana?." Tanya Arga.


"Tidak tahu bos. apa kita turun sekarang bos?." Tanya Robi.


"Tidak usah, kita ke kantor saja, Aku tidak mau ada orang tahu aku menemui sahabat nya."Balas Arga.


"Baik Bos."


Arga menatap ke arah Dimas yang tampak duduk menunggu sesuatu. lalu menggelengkan kepala di ikuti Helaan nafas.


•••


Saat hari sudah sore.


Fani keluar dari kamar dan berfikir Dimas sudah pergi, Namun saat ia membuka pintu ia melihat Dimas tertidur di lantai.


"Astaga Dimas." Pekik Fani. Dimas mendengar suara Fani membuka mata dan duduk.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih maksa sekali harus tahu soal Lia."Ucap Fani.


"Kamu tahu alasan nya Fan, Aku cinta sama Lia."Balas Dimas. Fani mengepalkan tangan nya menahan kekesalan nya.


"Ayo masuk, Aku akan memberitahu Mu semua nya."Kata Fani. Dimas pun dengan semangat mengangguk.


•••


"Kau harus janji untuk tidak memberitahu orang lain, cukup hanya kita berdua saja yang tahu."Ucap Fani.


"Seperti nya serius sekali?."


"Tentu saja serius dim, kalau tidak serius Lia tak akan pulang kampung secepat ini."Balas Fani dengan ketus.


"Lia sebenarnya sedang hamil Dim, dan dia sangat terpuruk saat ini, makanya dia memutuskan untuk pulang kampung menenangkan diri. tapi sampai di kampung ternyata ayah nya sedang sakit keras."tutur Fani.


Mendengar apa yang di katakan Fani membuat Dimas sangat terkejut, bak di sambar petir kabar yang di berikan Fani tentang lia, Ia lansung bersandar di sandaran kursi, tubuh nya lemas tak bertenaga seketika.


"Ini serius Fan?."


"Apa kau pikir aku akan menjadikan ini sebagai lelucon."Balas Fani.

__ADS_1


"Bagaimana bisa ini terjadi, Lia kan belum menikah?, Aku bahkan tidak pernah tahu ada laki-laki yang sedang dekat dengan Lia."Sesak rasa di dada Dimas, ketika mendengar wanita yang ia cintai kini telah berbadan dua.


"Lia di perkosa Dim, hari saat dia masuk rumah sakit, ternyata itu adalah malam ia di perkosa di bar, Dia tidak memberitahu ku juga, tapi saat ia hamil ia baru menceritakan semua nya." Tutur Fani.


Dimas mengepalkan tangan nya dengan geram. "Siapa yang melakukan ini pada nya?." Tanya Dimas. Fani menggelengkan kepala nya tidak tahu.


"Lia tidak ingin cerita, tapi laki-laki itu tidak mau tanggung jawab, Dia memberikan Lia setumpuk uang agar Lia tidak...." Fani tak kuasa melanjutkan cerita nya. Ia menunduk dan menangis. membayangkan kepedihan yang di rasakan Lia saja sulit untuk membuat nya bernafas, apa lagi Lia yang merasakan sendiri.


Dimas mendekati Fani, dan memeluk wanita itu untuk menenangkan nya. "Jangan menangis." kata Dimas. Fani terkejut karena Dimas yang tiba-tiba memeluk nya.


"Lia sangat membutuhkan kita saat ini, Kita harus mengsupportnya." ujar Dimas, setelah melepaskan pelukan nya.


"Minggu depan libur semester, aku rencana akan ke kampung Lia."Ucap Fani.


"Kalau begitu aku ikut."


"Kau nyakin?."


"Tentu saja, Kau harus tahu cintai ku untuk Lia tidak main-main."Kata Dimas.


Lia tersenyum kecil, dan mengangguk.

__ADS_1


Setelah itu, Dimas pun pulang dari rumah Lia, Fani mengantarnya sampai depan, menatap laki-laki itu dengan senyum sendu.


"Li, kamu beruntung banyak orang yang sayang sama kamu."Gumam nya.


__ADS_2