Sang Buah Hati

Sang Buah Hati
79 - Selesai


__ADS_3

Setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit, Lia pun kini kembali ke rumah, kini ia bisa tinggal bersama kedua orang nya, yang memang sudah Arga janji kan dulu.


Bu Ani merawat Lia yang menjalani masa nifas.


"Nak, bagaimana Arga, apa dia menyayangi kamu?." Tanya Bu Ani dengan hati hati. memastikan volume suara nya, tidak besar.


"Baik Bu, mas Arga sangat menyayangi Lia, Lia sangat bersyukur Bu."Ucap Lia pada Ibu nya.


"Syukur lah Nak, Ibu merasa tenang mendengar nya."


Meski sempat menjadikan Lia sebagai istri kedua, Kini perasaan Bu Ani sedikit lebih tenang karena Arga menyayangi Lia dan putri nya kini hidup dengan baik.


•••


Tanpa terasa, Sebulan sudah berlalu, Lia pun kini sudah menyelesaikan masa Nifas nya.


Bu Rossa dan Pak Adnan meminta Arga untuk membawa Lia ke rumah mereka, karena mereka ingin membuat syukuran untuk cucu mereka.


Tentu hal ini di sambut dengan senang hati oleh Lia dan kedua orang tua nya.


Di dalam mobil menuju ke rumah orang tua Arga, Lia mengendong bayi mereka, sementara Arga menyetir.

__ADS_1


"Jangan terlalu capek ya nanti di sana. aku akan segera Carikan pengasuh, agar kamu tidak kelelahan."Ucap Arga pada Lia.


"Iya Mas." Balas Lia.


Arga benar benar memerankan peran seorang ayah dengan baik, ia mencintai putra kecil nya itu.


saat Kelelahan, Lia tertidur di kamar Arga yang ada di rumah orang tua Arga. ia bangun dan tidak menemukan Arga dan Bayi nya ada di dalam kamar, sejenak ia mengumpulkan nyawa nya sebelum turun dari tempat tidur.


Ia berjalan keluar dan mencari sekeliling. hingga ia mendengar suara orang sedang berbincang di arah depan. Lia pun berjalan kesana berfikir mungkin itu suami nya.


Namun ia salah, ia melihat Bu Rossa sedang berbicara dengan seseorang asing. Lia pun tak ingin menganggu dan bermaksud untuk diam diam pergi.


Namun perkataan Bu Rossa membuat langkah Lia terhenti. "apa kau yakin itu memang cucu ku?." Tanya nya. terdengar pelan dan samar samar.


"Benar Bu, DNA bayi dengan putra anda cocok."Ucap nya.


Bu Rossa menghela nafas lega. "Syukur lah kalau begitu, saya hanya tak ingin menyayangi miliki orang lain."Ucap Bu Rossa.


Lia mendengar, agar sedih, kenapa Bu Rossa melakukan ini, kenapa begitu meragukan putra nya. Namun ketika ia memikirkan kembali bagaimana cara ia datang dan hadir di keluarga Ini, Lia mencoba untuk menepis pikiran dan sakit hati nya.


Lia lalu berjalan pergi dengan pelan, saat ia berbalik, ia melihat Arga sudah ada di belakang nya. Arga menatap nya begitu dalam, karena tahu Lia pasti sedih karena nya.

__ADS_1


Arga lalu bermaksud untuk menghampiri ibu nya. Lia segera menahan nya. menarik nya pergi dari sana.


"Aku akan bicara dengan Mama."


"Jangan Mas, Aku tidak apa apa, Toh aku tidak melakukan kesalahan apa pun mas, Karena itu memang anak kita berdua. Biar. lah Mama lakukan itu yang penting Mama yakin dan bisa menerima anak kita." Tutur Lia.


Arga menghela nafas berat, ia pun mengikuti ucapan istri nya, tidak mempermasalahkan hal ini lagi.


"Baik lah."


"Dimana Anak Kenzo mas?." Tanya Lia menanyakan tentang putra nya.


"Ada di belakang bersama Papa."


"Ayo mas kesana."Lia berjalan lebih dulu. Arga tersenyum bangga dan senang melihat wanita yang baru saja berlalu dari hadapan nya itu.


•••


Saat malam tiba. Bu Rossa pun tampak bermain dengan putra mereka. menimang dan mengendong nya dengan hati hati, Melihat kebahagian kedua mertua nya. Lia dan Arga yang duduk bersama saling bersandar pun merasa senang.


Arga mencium pucuk kepala Lia, kedua tangan mereka saling berpegangan.

__ADS_1


•••


Selesai.


__ADS_2