Sang Buah Hati

Sang Buah Hati
61 - Menyusul


__ADS_3

Teman yang akan di temui Becca adalah Roy, tanpa Arga tahu, Roy pun ikut menyusul mereka, karena perasaan cemburu dan sedih. Namun setelah mendengar Becca mengeluh kalau Arga susah di ajak jalan, Roy pun mengambil kesempatan itu.


Kedua nya kini duduk di bar, meminum minuman beralkohol dengan suara music house yang mengema di telinga dan lampu disco yang membuat malam ini tampak sangat menyenangkan bagi Becca.


"Aku tak menyangka kau akan menyusul ku kesini Roy, kau benar-benar sudah gila, kalau sampai Arga melihat mu disini juga, dia bisa curiga."Ucap Becca pada Teman dekat nya Roy menyusul Becca disini.


"Kamu tidak pernah memberi kejelasan status hubungan kita, Tapi aku cembru saat kau dan Arga keluar negri, jadi jangan salah kan aku."Ucap Roy.


"Jujur saja Roy, Aku sangat nyaman dengan mu, sementara Arga sangat membosankan, tapi aku mencintai Arga, Dan aku harap kau masih tetap ingin menjadi teman ku." Ucap Becca.


"Setelah semua yang kita lakukan, bahkan sampai hari ini, Kau maish menganggap ku teman?, Aku malah merasa seperti kekasih gelap mu."Ucap Roy.


"Jangan mengada Ngada Roy, kita kan teman baik sejak dulu."Ucap Becca. Meski kecewa mendengar nya, Roy tetap tersenyum dan mengangguk.


•••


Keesokan pagi nya.


Suara dering telefon membangunkan Becca, dengan mata yang mengantuk ia meraih ponsel nya dan mengangkat nya.


"Hallo."

__ADS_1


"Sayang, kamu dimana?, kenapa tidak pulang, aku khawatir pada mu."Tanya Arga, hal itu lansung membuat mata Becca membulat besar dan menoleh ke arah samping nya dan ternyata ia menginap di hotel tempat Roy menginap.


Becca lalu melihat diri nya tertutup selimut.


"****.."


"Ada apa sayang??"


"Tidak apa-apa sayang, Aku pasti membuat mu khawatir ya, Aku menginap di rumah teman, maafkan aku ya."Ucap Becca.


"Tidak apa-apa, yang penting kau baik-baik saja, dimana alamat nya, aku akan menjemput mu."Ucap Arga.


"Em tidak usah sayang, aku akan segera pulang."


Becca mencoba mengingat, bagaimana ia bisa sampai di hotel Roy, tapi ia terlalu mabuk seperti nya, hingga ia tak dapat meningat apa pun.


Roy terbangun dan melihat becca tampak binggung.


"Ada apa?."


"Roy, kenapa kau lakukan itu pada ku."Ketus Becca.

__ADS_1


"Memang apa salah nya?, Kita biasa melakukan nya bukan?."


"Hanya sesekali Roy."


"Iya iya aku tahu, lalu kenapa kau marah, semalam kita terlalu mabuk dan tak mengingat nya."


Becca yang cemberut pun tak ingin banyak bicara lagi, untuk segera pulang, Namun Roy menahan nya, dan menarik nya kembali kepelukan nya.


"Roy, lepaskan, aku ahrus pulang, Arga sudah mencari ku, dia akan curiga."Ucap Becca.


"Tidak akan, Aku tak akan melepaskan mu."Ucap Roy tersenyum mengoda Becca.


Ucapan Roy seperti magnet yang menarik pandangan Becca dan membuat wanita itu menatap nya, Roy lalu mendaratkan ciuman di bibir wanita itu, Dorongan dan rasa nikmat itu membuat Becca pun membalas nya, kedua nya saling berciuman hingga tangan Roy beralih pada kedua gunung kembar Becca yang masih belum tertutup sehela benang pun, dan semakin membuat wanita itu mwngeliat tak tertahan.


Hati dan raga yang seolah haus pada Becca mendorong wanita itu untuk menikmati, dan kedua nya kembali melakukan hubungan terlarang itu, namun kini dalam keadaan sadar.


•••


Di tempat lain.


Arga menerima kabar tentang Ibu nya yang sedang sakit dari Robi, ia pun rasa punya alasan untuk mengajak Becca pulang, namun ia mencoba berfikir keras bagaimana kalau Becca kecewa.

__ADS_1


Ia sangat ingin segera pulang, karena yang ada di pikiran nya hanya Lia dan kandungan nya, Ia sama sekali tidak berminat dengan Bulan Madu ini saat ini.


Ia begitu gelisah dan tidak sabar menunggu istri nya kembali, tanpa ia tahu kalau Istri nya kini tengah bersama laki-laki lain dan bahkan tidur bersama


__ADS_2