Sang Buah Hati

Sang Buah Hati
69 - Lagi


__ADS_3

Pagi itu.


Arga baru saja akan berangkat bekerja, dan Becca mengantarnya sampai di teras rumah. Kedua nya pun masih tampak mesra, becca merangkul tangan Arga dengan manja.


Tiba-tiba seseorang datang untuk mengantar paket.


"Paket untuk Ibu Becca." Ucap Kurir itu.


Melihat paket misterius datang, Becca pun menjadi khawatir, ia melirik Arga dengan tatapan takut bercampur gugup.


Rasa nya pada saat itu Jantung Becca akan terlepas dari tempat nya, Namun ia masih harus menjaga sikap nya untuk biasa biasa saja, agar Arga tidak curiga pada nya.


"Kamu pesan sesuatu?." Tanya Arga.


"Em, Iya, Seperti nya begitu, aku agak lupa."Ucap Becca.


"Kamu pergi lah sayang, Nanti kamu kesiangan."Ucap Becca lagi, Meminta Arga untuk segera berangkat.


Arga pun mengiyakan, ia mengecup kening Becca sebelum ia masuk ke dalam mobil.


Becca lalu menerima paket itu dan menanda tangani nya, saat paket itu di buka, paket itu hanya berisikan beberapa kertas dengan tulis.


"Dor.."


"Ha ha ha, Kamu pasti sangat terkejut kan?."


"Tenang saja, Aku hanya menyapa mu."


"Kau mau pindah kemana pun, Aku akan tahu Nona Manis." Isi kertas itu.

__ADS_1


"Sial." Pekik Becca dengan kesal.


Alice yang melihat Ekpresi Becca pun tertawa di dalam mobil, merasa sangat puas karena membuat becca ketakutan.


•••


Becca Ke Cafe tempat Roy berada, Ia pun menangis karena ketakutan orang ini sedang mempermainkan nya, dan kapan saja bisa membuka rahasia nya.


"Kau harus tenang, Aku sudah meminta seseorang untuk menyelidiki ini, Nanti kita akan tahu siapa yang sudah bermain di belakang kita."Ucap Roy menenangkan Becca.


Alice yang juga berada disana, tanpa mereka tahu pun mendengar ucapan Roy.


"Lihat saja, apa kau bisa menangkap ku, sebelum itu, aku pasti sudah membongkar rahasia kalian."Batin Alice.


•••


Bu Rossa pun sudah di perbolehkan pulang. Arga pun menjemput Bu Rossa di rumah sakit untuk di bawa kerumah.


"Dimana Becca Arga?." Tanya Bu Rossa menanyakan tentang Becca yang tidak menjenguknya selama di rumah sakit, bahkan Juga tidak datang untuk menjemput nya saat keluar dari rumah sakit.


"Dia sedang mengurus rumah baru kami ma, nanti dia akan ke rumah."ujsr Arga.


"Kalian jadi pindah?, Mama tidak mengerti sama istri Kamu, padahal Mama sangat sayang sama dia, tapi dia seperti nya tidak nyaman tinggal sama mama."Ucap Bu Rossa.


"Jangan berfikir yang tidak tidak Ma, kami kan sudah berkeluarga, memiliki rumah kami sendiri, aku rasa tidak lah aneh."Balas Arga.


"Ya, kamu kan anak mama satu-satu nya Arga, hanya kamu yang Mama miliki."Ucap Bu Rossa.


"Ma, Aku akan mencari orang untuk menemani Mama karena aku tidak tinggal 1 rumah dengan Mama." Arga mencoba mengalihkan pembicaraan, tak ingin ia terus membahas tentang Becca, karena ia tak ingin memaksa Becca apa pun.

__ADS_1


"Tidak usah, Ada Papa yang menemani Mama, kamu jangan khawatir."Balas Bu Rossa. Arga menganggukan kepala nya.


•••


Di tempat lain.


Lia baru saja selesai membeli perlengkapan bayi yang ia butuhkan. Dan Robi tampak setia menemani nya berbelanja. bak Body guard wanita itu.


saat di mobil, Ponsel Lia berbunyi, Ia pun melihat dan tersenyum saat Arga yang menghubungi nya.


"Apa sudah membeli perlengkapan bayi nya?." Tanya Arga.


"Sudah, seperti nya sudah semua." Balas Lia.


"Bagus lah, Kalau masih ada kekurangan, nanti kita akan membelinya lagi.


"Iya Mas."Balas Lia.


"Kau sudah makan?."


"Sudah. Em Mas Arga nanti datang ke rumah?." Tanya Lia sembari malu-malu ia menatap ke Robi yang pasti juga mendengar pertanyaan nya.


"Mama baru keluar dari rumah sakit, kalau bisa aku akan kesana." Lia mendengar pun terkejut dan segera berkata.


"Tidak sudah datang saja Mas, Lebih baik menemani Mama." Ucap Lia. Arga tersenyum mendengar ucapan Lia.


"Iya."


Setelah beberapa percakapan, Lia pun merasa lega setelah bisa mendengar suara Arga. Ia senyum-senyum sendiri menatap ponsel nya yang layarnya sudah mati.

__ADS_1


__ADS_2