
Saat Robi masuk ke dalam ruangan Arga, Ia terkejut karena melihat ada Becca datang.
"Selamat siang Nona." Sapa Robi menundukkan kepala nya.
"Hi Robi, kau dari mana, tadi aku tak melihat mu di meja mu?." Tanya Becca.
"Dari ruangan meeting nona."Balas Robi. Becca pun mengangguk mengerti.
"Bos, sudah jam makan siang, apa Mau memesan makanan?." Tanya Robi.
"Tidak usah, Becca sudah membawakan makanan untuk ku."Balas Arga.
"Baik Bos."Balas Robi.
"Sayang, Aku akan pulang ke rumah Papa sebentar, boleh kan?." Tanya Becca dengan lembut.
"Apa mau ku antar?." Tanya Arga.
"Tidak usah, kau pasti sibuk kan, Aku bisa sendiri."Balas Becca. Arga pun mengangguk.
Di dalam hati becca, ia sangat berharap Arga memaksa diri untuk mengantarnya, seperti yang di lakukan Roy pada nya, Tapi ternyata Arga tidak melakukan nya, Arga dan Roy adalah laki-laki yang berbeda. Batin Becca sembari menarik nafas saat berdiri dari duduk nya dan berjalan pergi.
Robi membukakan pintu untuk Becca keluar. setelah becca pergi, Robi pun akan keluar juga. namun Arga memanggilnya kembali.
"Robi."
"Iya Bos."
"Ambil ini dan habiskan, aku sangat kenyang hari ini."Balas Arga.
Robi agak ragu karena itu makanan yang di bawa becca untuk Arga, pada akhirnya, Ia pun mengambil tanpa mengatakan apa pun.
__ADS_1
•••
Di tempat lain.
Fani yang baru saja selesai kelas berjalan keluar dari kelas nya, Namun Dimas sudah menunggu nya di depan kelas.
"Fan."
"Dimas, Kamu disini?." Tanya Fani.
"Iya, aku nunggu kamu, kapan kita akan ke kampung Lia?."Tanya Dimas.
"Apa kau mengkhawatirkan Lia meski kamu sudah tahu Lia tengah hamil?." Tanya Fani.
Mendengar pertanyaan Fani, Dimas pun mengerutkan kening nya, menatap Fani dengan heran.
"kita sama-sama mengkhawatirkan Lia Fan."Balas Dimas.
Fani lansung mengalihkan pandangan nya dan salah tingkah. "Lia beruntung punya laki-laki seperti mu yang mencintai nya nya dengan tulus Dim, Aku tak menyangka saja."Balas Fani.
"Aku masih ahrus menyusun skripsi Ku Dim, Lia juga belum mau kita mengunjungi nya."Balas Fani.
"Apa dia bilang begitu?." Tanya Dimas. Fani pun mengangguk.
Fani tidak bisa mengatakan kalau Lia telah kembali, apa lagi Lia telah menikah, Membuat Fani pun harus berbohong pada Dimas agar tidak terus memaksa untuk ke rumah Lia.
"Lia tidak mengangkat telefon ku sejak kemarin, Apa kau boleh telefon dia, aku ingin bicara dengan nya. barang kali kalau kamu yang menghubungi nya, dia akan mengangkat."Ucap Dimas.
Mendengar hal itu, Fani pun agak ragu, namun agar Dimas berhenti mengkhawatirkan Lia, Ia pun menghubungi Lia.
Lia yang saat itu tengah duduk di kamar membaca novel yang ia beli semasa ia kuliah pun melihat telefon dari Fani, ia pun tersenyum semangat dan mengangkat nya.
__ADS_1
"Iya Fan."
"Li, kau sedang apa?."
"Sedang di kamar."
"Ada Dimas, yang mau bicara dengan kamu Li, ini." Ucap Fani. mendengar nama Dimas Lia terdiam.
"Hallo Li."
"Li."
"Lia." Panggil Dimas karena Lia terdiam.
"Em, iya Dim"
"Li, kamu apa kabar?, Aku menelepon mu, tapi kau tak mengangkat nya, Aku aji khawatir, bagaimana keadaan mu di kampung, kamu baik-baik saja Li?."Tanya Dimas dengan berbagai kata-kata yang ingin ia tanyakan sejak kemarin.
Pertanyaan Dimas membuat Lia nyakin Dimas belum tahu tentang pernikahan nya dengan Arga, karena memang itu yang Lia ingin kan, tidak ingin ada yang tahu.
"Aku sibuk Dim, itu sebab nya aku tidak memegangi ponsel ku, keadaan ku baik baik saja."jawab Lia.
"Bagus lah, aku senang mendengar nya."Balas Dimas.
Fani yang berdiri di hadapan Dimas pun melihat kekhawatiran dan kesenangan Dimas yang campur menjadi satu saat bisa bicara dengan Lia.
•••
Hi Teman-teman.
Bantu Like dan Vote nya ya Teman-teman. Biar Author tambah semangat buat Update setiap hari. tinggalkan komentar kalian, Supaya Author tahu ni, kalian suka dengan cerita ini.
__ADS_1
Terima kasih banyak ya 🤗🙏
selalu jaga kesehatan ya semua