Sang Buah Hati

Sang Buah Hati
59 - Memikirkan Lia


__ADS_3

Setelah selesai beres-beres. Fani menghampiri Robi yang sudah di banjiri keringat.


"Ini Minuman nya."Ucap Fani.


"Terima kasih Nona." Minuman itu di ambil dan di minum Robi.


Fani lalu menoleh ke arah Lia, dan melihat sahabat nya itu terus memegangi perut.


"Li, kamu kenapa?, perut kamu sakit?." Tanya Fani. lekas mengalihkan pandangan Robi saat mendengar pertanyaan Fani di lemparkan.


"Ga tahu, perut aku rasa nya tidak nyaman."Balas Lia, Lia merintih sakit.


"Kita harus ke dokter Li, sekertaris Robi, kita harus bawa Lia ke dokter."Ucap Fani.


"Baik Nona." Robi bergegas meletakkan minuman nya dan bergegas mengambil kunci untuk menyiapkan mobil, Sementara Lia di bantu Fani berjalan menuju ke luar.


Di dalam mobil.


Sesekali Lia berdesis karena rasa sakit di perut nya. Saat sampai di rumah sakit, Lia pun segera di periksa, sementara Fani dan Robi menunggu di luar dengan cemas.

__ADS_1


"Bagaimana Dok??" Tanya Fani dengan cemas. Robi pun ikut bangun dari duduk nya dan ikut mendengar kan apa yang akan di sampaikan dokter.


"Tidak apa-apa, hanya mengalami keram perut, mungkin karena Ibu lia banyak pikiran, Tolong di jaga saja dan ingatkan untuk jangan terlalu stres, karena meski hanya kram perut tetap berbahaya, apa lagi kandungan nya masih muda." Tutur zdokfer.


Setelah menjelaskan kondisi Lia Dokter pun segera pamit berlalu dari hadapan mereka.


Fani masuk dan melihat Lia sudah tertidur di tempat tidur pasien. Saat Fani memegangi tangan Lia, Lia merasakan nya, Ia membuka mata dan melihat Fani dan Robi di samping nya.


"Masih sakit Li?."


"Sudah mendingan."Balas Lia mengembangkan senyuman nya.


"Em Sekertaris Robi." Panggil Lia, Robi pun berjalan mendekat, sudah menyiapkan telinga mendengar apa yang ingin di katakan Lia.


"Kenapa Nona?."


"Aku tak ingin menganggu waktu nya, Aku akan berusaha menjaga tubuh ku." Tutur Lia dengan suara yang terdengar pelan.


Robi pun hanya diam dan menatap Lia sahaja. Ia pun binggung harus memberitahu Arga atau tidak, Namun ia memutuskan untuk melihat kondisi Lia lebih dulu.

__ADS_1


Ia akan memberitahu Arga jikalau itu di perlukan.


•••


Sementara Arga tampak berfoto dengan Becca yang berpose dengan semangat nya, Ia sangat senang dan antusias.


Saat malam mereka dinner romantis di sebuah restoran, Menambah lengkap kebahagiaan Becca bisa bersama Arga.


Namun yang tak becca tahu, di pikiran Arga saat ini terngiang - ngiang sosok Lia yang terus berada di pikiran nya, Bahkan sesekali ia melihat Becca adalah Lia, Namun segera ia menyadari hal itu.


Saat Malam hari tiba. Becca menghubungi teman nya yang kebetulan berada di negara ini.


"Sayang, Aku ingin bertemu teman ku, kau mau ikut?." Tanya Becca.


"Apa kau tahu tempat nya kalau aku tidak menemani?." Tanya Arga yang memijat-mijat leher nya, ia merasa sangat lelah karena jalan-jalan seharian. Ini adalah hari kedua mereka berada disini.


"Tidak sayang, Tenang saja. kami janjian di sekitaran sini."Balas Becca.


"Baik lah sayang, Hati-hati ya, ada apa-apa, segera hubungi aku."Ucap Arga.

__ADS_1


Becca tersenyum dan mengangguk. Ia lalu mencium Arga sebelum ia berjalan keluar dari kamar, untuk melanjutkan jalan-jalan nya di malam hari.


Arga menghela nafas berat, karena orang yang ada terus di pikiran Arga adalah Lia. "Aku terus memikirkan nya, Apa dia memikirkan ku juga?." Batin nya


__ADS_2