
Lia turun dari Taxi dan sampai di sebuah Cafe, dimana di sana Fani sudah menunggu nya di cafe tempat mereka bisa bersantai.
"Fan."
"Li." Fani lansung memeluk Lia saat sahabat nya datang, ia merasa khawatir saat tiba-tiba Lia pulang ke sini tanpa memberinya kabar.
"Aku merindukan Li." Ucap Fani.
"Aku juga Fan, padahal baru seminggu lebih kita berpisah."Ucap Lia tersenyum.
Fani lalu mengajak Lia duduk, setelah itu kedua nya saling melihat.
"Li, kenapa kamu pulang memang nya Bapak sudah sembuh?, bukan kah kamu bilang bapak mau di operasi?." Tanya Fani.
"Iya Fan." tak ada jawaban yang di dapatkan Fani dengan pertanyaan yang ia lontarkan. Lia pun tampak menundukkan kepala, menyiapkan diri nya untuk mengatakan semua pada sahabat nya itu.
"Fan, Maaf kalau aku baru cerita sekarang, Aku sekarang sudah menikah." Ucap Lia. Fani terkejut, namun ia seolah mematung. tak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini.
"Dengan..."
"Dengan suami orang."Ujar Lia.
__ADS_1
"Li, Apa yang menghamili mu itu sudah memiliki istri?." Tanya Fani. Lia pun dengan wajah gusar menganggukkan kepala nya.
Fani mendengar jawaban Lia lansung menghela nafas lemah.
"Aku gak punya pilihan lain Fan, Aku lakukan semua demi anak ku, demi bapak, biar bisa di operasi di luar negri, dia bilang kalau aku tak mau menikah dengan nya, maka suatu hari ia akan mengambil anak ku dari ku."Ucap Lia.
"Begitu kah?, laki-laki macam apa yang kau nikahi Li, dia hanya bisa mengandalkan kelemahan mu untuk membuat mu nurut."Fani sontak menjadi kesal seketika.
"Aku juga tidak tahu dia orang seperti apa, aku belum mengenalnya Fan, tapi sejauh ini dia baik pada ku, mungkin karena ada anak nya di sini."tutur Lia.
"Tapi kamu tahu dari mana dia sudah punya istri?."
"Sebelum aku memutuskan pulang kampung, Aku sudah sempat datang ke kantornya Fan, aku pun tidak tahu apa yang aku inginkan saat itu datang sampai ke kantor nya, entah aku menginginkan pertanggung jawaban nya, aku tak mengerti, Tapi saat itu aku mendengar pembicaraan mereka kalau Tuan Arga akan menikah dengan kekasih nya besok pagi. disitu lah aku mengurungkan niat nya untuk menemuinya Fan, tapi saat aku sudah di kampung, dia malah muncul di hadapan ku."Tutur Lia panjang lebar.
Fani pun tampak menjadi pendengar yang baik dan mencoba memahami situasi sahabat nya saat ini.
Lia pun menceritakan semua kemunculan Arga di rumah sakit hingga mereka menikah.
"Maafin aku ya Li, Saat kamu terpuruk aku gak bisa menemani kamu."
"Kamu sudah menemani aku sejak awal sampai sekarang Fan."
__ADS_1
Fani tersenyum sedih. "Apa dia baik pada mu Li?."
"Dia naik Fan, jangan khawatir."Balas Lia.
"Baguslah, kau masih ada aku Li, Jangan pernah merasa sendiri."Ucap nya lagi.
*Makasih Fan."
•••
Setelah pertemuan singkat dengan Fani, Lia pun kembali pulang ke rumah saat hari sudah mulai sore. Saat ia sampai di rumah itu, ia melihat mobil Arga sudah terparkir di depan.
Lia pun segera masuk ke dalam, tampak Arga duduk menyilang kan kaki nya di atas sofa.
"Dari mana kamu?."
"Jalan."
"Apa kau tidak bisa memberitahu ku lebih dulu sebelum keluar?."
Lagi-lagi kata kata intimidasi terdengar dari mulut Arga. membuat Lia mengepalkan tangan nya menahan diri untuk menjawab.
__ADS_1