Sang Buah Hati

Sang Buah Hati
17 - Hanya Dengan Uang saja?


__ADS_3

"Semua sudah terjadi Tuan, Lupakan saja, saya tidak akan mengatakan apa-apa pada siapa pun."Ucap Lia.


Arga mendengar hal itu tentu saja tidak semudah itu Arga percaya dengan perkataan Lia, orang yang baru saja ia kenal, mungkin suatu saat Lia akan menjadikan ini sebagai Boomerang dan menghancurkan nya.


Arga lalu sebuah cek kosong dan memberikan pada Lia. "Saya tidak mau di bilang jahat karena tidak bertanggung jawab atas apa yang saya perbuat pada anda, Tapi saya juga tidak bisa menikahi anda, karena saya sudah akan segera menikah, Sebagai gantinya, ambil ini dan tulis berapa yang kamu inginkan."Ujar Arga.


Lia meremas jemari nya melihat cek yang di tawarkan Arga di depan nya.


"Tuan, saya tidak butuh milik anda ini, silakan ambil kembali dan saya hanya minta anda untuk tolong jangan temui saya lagi." Ucap Lia. menatap Arga dengan dingin.


Arga tidak suka dengan tatapan tajam Lia pada nya, Ia pun segera berdiri.


"Bagus lah kalau mau anda begitu, Saya akan pergi, Cek itu tetap menjadi milik mu, kau boleh pakai ketika kau mau mengunakan nya, dan Ini uang cash untuk anda Nona Lia. saya sudah datang menemui anda dan untuk menebus rasa bersalah saya, Tapi anda seperti nya tidak membutuhkan hal itu."Ucap Arga sembari meletakan setumpuk uang yang sengaja ia kantongi di jas nya, dan menaruh di atas meja.


Lia tidak mau berkata apa apa lagi, ia pun memalingkan wajah nya dan tak mau melihat Arga.


Arga berdiri menahan kekesalan nya yang rasa nya ingin ia luapkan pada Lia, namun ia memikirkan kembali kalau wanita ini juga korban nya.


Air mata Lia menetes saat Arga berjalan pergi, hati nya sangat sedih dan hancur, Arga hanya mengukur dirinya dengan uang saja.


"Apa seperti orang-orang kaya menyelesaikan masalah?, apa hanya dengan uang saja mereka bisa membeli segala nya?." Jiwa Lia terguncang, ia menangis melihat setumpuk uang dan cek yang di berikan Arga pada nya.


Sementara di dalam mobil.

__ADS_1


Arga masih duduk menatap rumah Lia.


"Bagaimana Bos?."


"Minta orang untuk mengawasi nya Rob, jangan biarkan dia membuat masalah untuk ku."Ucap Arga.


"Baik Bos."


Tiba-tiba Ponsel Arga berbunyi, Becca menghubungi nya. "Jalan Robi." Ucap Arga sembari menggeser pola hijau untuk mengangkat telfon dari kekasih nya.


Saat mobil Arga baru saja jalan meninggalkan halaman rumah Lia, Dimas datang dengan mobil nya dan bertanya-tanya siapa yang baru saja pergi. namun setelah itu ia menghiraukan nya.


Dimas masuk ke dalam rumah yang terbuka, Melihat Lia yang sedang mengusap mata nya keluar dari kamar, Mengetahui ada Dimas datang, Lia menyembunyikan barang-barang yang di bawa Arga untuk nya, ia mengusap mata nya bertepatan dengan Dimas yang masuk.


"Lia, tadi itu siapa?." Tanya Dimas.


"Yang mana?, aku tidak tahu."


"Li, kamu menangis?, ada apa?." Tanya Dimas wajah yang lansung berubah khawatir.


"Engak Dim, tadi aku bersihkan rumah, mata ku kelilipan."


"Kamu nyakin?." Lia mengangguk sembari tersenyum.

__ADS_1


"Kami sedang apa disini?." Tanya Lia.


"Li, Aku ada kabar bagus, kamu mau gak kerja di kantor ayah ku, mereka sedang membutuhkan orang." Tanya Dimas.


"Kantor Ayah mu?." Lia tercenung sejenak.


"Iya, gajian nya lumayan Lia, kamu juga masih bisa kuliah sambil kerja."jawab Dimas lagi.


"Maaf Dim, aku rasa aku tidak bisa."


Dimas mengerutkan kening menatap Lia dengan penuh tanya.


"Kenapa Li?."


"Kamu lebih suka kerja di club malam dari pada di kantor?, di kantor ada jenjang karir nya Li, kamu pekerja keras, aku nyakin kamu bisa sukses disana."Tutur Dimas.


Dimas sungguh tak ingin Lia kembali ke dalam pekerjaan di bar itu, meski hanya sebagai pengantar minuman.


•••


Hi Teman-teman.


Bantu Like dan Vote nya ya Teman-teman. Biar Author tambah semangat buat Update setiap hari. tinggalkan komentar kalian, Supaya Author tahu ni, kalian suka dengan cerita ini.

__ADS_1


Terima kasih banyak ya 🤗🙏


selalu jaga kesehatan ya semua


__ADS_2