Sang Buah Hati

Sang Buah Hati
60 - Rumah Baru


__ADS_3

Lia pun keluar dari rumah sakit, Robi pun lansung membawa nya Lia kerumah yang telah di siapkan untuk wanita itu.


"Kita Mau kemana sekertaris Robi?."Tanya Lia saat melihat ini bukan arah pulang ke rumah nya.


"Rumah sudah siap untuk anda tinggal Nona, Barang-barang anda juga sudah saya bawa semua ke sana." Tutur Robi.


"Terima kasih Sekertaris Robi, aku sangat merepotkan mu."Ucap Lia.


"Sudah tugas saya Nona."Balas Robi.


Mobil mereka berhenti di sebuah rumah mewah, yang sama besar nya dengan rumah mereka yang sebelum nya, Bahkan suasana rumah lebih enak di lihat karena di penuhi halaman, Taman dan bunga-bunga.


"Cantik ya Fan rumah nya."Ucap Lia.


"Iya Li, Mas Arga mu itu pasti sayang pada mu, Kau lihat rumah yang di belikan untuk mu bahkan lebih bagus dari rumah sebelum nya."Ucap Fani.


Lia tersenyum mendengar ucapan Fani.


"Yah, dia pasti menyayangiku, Karena aku merasakan sendiri keperdulian nya pada aku dan calon bayi ku."Batin Lia.


Fani membantu Lia berjalan masuk ke rumah, mengikuti langkah Robi untuk menunjukkan dimana kamar Lia berada.


"Ini kamar Anda Nona, Dan Nona Fani, kamar sebelum kamar anak yang sementara bisa anda pakai."Ucap Robi.


"Dia akan tidur dengan ku." Ucap Lia.


"Baik lah Nona, di atas meja Bi Inah sudah siapkan makanan untuk kalian."Tutur Robi lagi.


"Oh iya, Dimana Bibi??" Tanya Fani sembari kedua mata nya menoleh ke sekeliling, namun tidak juga terlihat.

__ADS_1


"Saya meminta Bi Inah untuk membeli makanan untuk kulkas."


"Sendiri?."


"Iya Nona."


"Kau tega sekali, Bi Inah kan sudah tua, Masa kau biarkan dia sendirian." Kata Fani.


Robi hanya diam saja tak membalas ucapan Fani.


"Nona, kalau tidak ada lagi, saya pamit pergi dulu."Ucap Robi.


"Iya, Terima kasih sekertaris Robi."Balas Lia.


Robi menatap tajam Fani sebelum ia berjalan keluar dari rumah itu, Fani pun begitu pula, menatap Robi dengan malas karena sudah tega membiarkan Bi Inah keluar sendiri membela bahan makanan.


Sejenak Robi memikirkan perkataan Lia, Ia memang sangat sibuk sampai ia tak sempat untuk beristirahat, harus bolak balik ke rumah sakit, mengurus kepindahan Lia, rumah baru, kerjaan di kantor pun ikut menumpuk.


Sejenak berbaring, Robi pun menuju ke kamar mandi, ia berendam air hangat dalam bathtub, sejenak merileks kan tubuh nya.


•••


Lia yang sedang berbaring agak bersandar di sandaran twmaot tidur menonton tv bersama Fani.


Tiba-tiba Ponsel Lia berbunyi, Ia pun segera melihat dan tersenyum saat melihat itu adalah Arga.


"Iya Mas."


"Kau sedang apa?."Tanya Arga.

__ADS_1


"Di kamar, bersama Fani."Balas Lia sembari mata nya menatap Fani yang sudah senyum senyum melihat Lia.


"Bagus lah kalau sudah di kamar, Apa sudah makan?." Tanya Arga.


"Sudah."


"Bagaimana dengan rumah baru?, Apa kau suka?." Tanya Arga lagi.


"Iya, Aku suka."Balas Lia.


"Baguslah kalau kau suka, Itu milik mu sekarang, Tunggu Ayah dan ibu mu kembali, mereka akan tinggal bersama mu juga."Balas Arga.


"Benarkah?." Lia begitu antusias mendengar hal itu. Arga tersenyum mendengar antusias Lia.


"Tentu saja, Kau pikir rumah sebesar itu hanya bisa untuk kau tinggal saja, kau harus melihat, rumah itu memiliki 5 kamar."Ucap Arga.


"Benarkah?."


"Astaga, Kau tidak melihat nya?."


"Tidak."


"Kau jadi malas tidak ada aku disana?." Tanya Arga. Lia hanya diam saja, Karena sejak ia pulang, ia hanya berbaring di tempat tidur untuk memulihkan keadaan nya.


"kenapa diam?."


"Em, Aku mengantuk."


"Baik lah, Tidur lah." Kata Arga lalu mematikan sambungan telefon seperti biasa nya.

__ADS_1


Setelah sambungan telefon di putus, Arga merasa sedikit lebih lega mendengar suara Lia, Meski ia sebenarnya belum puas.


"Seperti nya aku mulai tidak waras."Ucap Arga pada diri nya, lalu membaringkan diri ny di tempat tidur.


__ADS_2