
Beberapa hari sudah berlalu, seperti ini saja Lia melewati hari nya, hingga Fani datang menghampiri Lia dengan semangat.
"Li, kamu kan kemarin cari kerja kan, ini di market baru Papa Aku, kamu kerja disitu aja mau gak?." Tanya Fani.
"Market?."
"Iya, Mini Market Sih gak besar, tapi gaji nya lumayan kok, yah...cuman untuk posisi manager nya Papa aku udah dapat, aku telat ngomong nya, Kamu ngisi bagian cek ketersediaan barang di market aja Li, jadi gak berat kerja nya. Gimana?." Tanya Fani.
"Makasih Ya Fan, Aku pasti mau banget, sambil ngumpulin uang buat daftar kuliah lagi tempat lain, posisi apa pun aku pasti mau kerja disana, hitung-hitung sibuk kan Diri ."Ucap Lia.
"Nah gitu baru benar, dari pada sedih sedih terus."
"Makasih Ya Fan, Kamu memang sahabat baik aku, tapi maaf ya, aku selalu repotin kamu."Ucap Lia.
"Iyaa...., Aku maafin, dengan syarat jangan sedih-sedih lagi, Sepi tahu rumah gak ada suara kamu."Ucap Fani.
"Siap Bos."Balas Lia. Kedua nya pun tertawa bersama. Fani menatap Lia dengan senang, akhirnya ia melihat tawa Lia lagi.
Pagi itu. Lia yang baru saja akan berangkat bersama Fani ke toko milik orang tua Fani kedatangan tamu yaitu Dimas yang turun dari mobil dan lekas menghampiri.
"Selamat pagi." Sapa Dimas penuh pesona.
"Pagi."
"Kalian mau kemana?." Tanya Dimas.
"Lia hari ini mau kerja." Ucap Fani.
__ADS_1
"Oh yah, kerja dimana?." Tanya Dimas antusias.
"Di Market milik keluarga Fani."Balas Lia.
"Ya udah kalau gitu, Aku antar ya."Ucap Dimas.
Lia yang tak ingin mengecewakan Dimas yang sudah baik pada nya pun mengiyakan. Saat sampai di market tempat Lia bekerja, Lia pun mulai berkenalan dengan beberapa karyawan toko itu.
Setelah mengantar Lia, Dimas dan Fani kembali ke mobil karena mereka akan ke kampus bersama.
di dalam mobil Dimas melihat Lia yang masih terjangkau dari mata nya sedang di ajari oleh karyawan lain.
"Lia cantik banget ya kalau senyum."Ucap Dimas.
Fani mengelengkan kepala melihat Dimas yang masih saja melamun membayangkan Lia.
"5 menit lagi dech Fan, masih pingin liat Lia."Ucap Dimas.
"Ya udah, aku naik Taxi aja dari pada telat."Balas Fani.
"Eh eh, iya-iya jalan sekarang."Balas Dimas yang lansung menjalankan mobil nya.
•••
Di tempat lain.
Robi masuk ke ruangan Arga yang tengah menatap layar monitor nya.
__ADS_1
"Ini bos, bekerja yang anda minta."Ucap Robi dan meletakan map di atas meja Arga.
"Makasih Robi." Balas Arga. Robi pun mengangguk kan kepala nya dan berjalan keluar. namun langkah nya terhenti saat Arga kembali memanggil nama nya.
"Robi.
"Iya Bos."
"Aku mau tanya tentang acara pernikahan, apa semua sudah kau urus?." tanya Arga gelisah.
"Sudah Bos." Arga pun mengangguk saat mendengar balasan Robi.
"Lalu bagaimana dengan Wanita itu?." Tanya Arga lagi, Karena ini yang paling ia ingin tahu saat ini.
"Wanita itu sudah kembali bekerja bos, Namun dia tidak lagi bekerja di bar, dia bekerja di sebuah minimarket."Ucap Robi. Arga mendengar dengan serius.
"Info yang saya dapat wanita itu juga di berhentikan dari kampus tempat ia kuliah bos, karena foto dia bekerja di bar tersebar." Lanjut Robi.
"Kenapa nasib nya begitu miris kalau di dengar."Ucap Arga menghela nafas berat.
•••
Hi Teman-teman.
Bantu Like dan Vote nya ya Teman-teman. Biar Author tambah semangat buat Update setiap hari. tinggalkan komentar kalian, Supaya Author tahu ni, kalian suka dengan cerita ini.
Terima kasih banyak ya 🤗🙏
__ADS_1
selalu jaga kesehatan ya semua