
"Kau Tahu Roy, Aku rasa nya ingin memaki kembali Mertua ku itu, Bagaimana bisa dia memaki ku di depan Arga, Rasa nya aku sangat malu dan tidak tahu mau taruh dimana muka ku."Becca bercerita pada Roy setelah ia sudah selesai mandi.
"Ha ha ha, Siapa suruh kau mau menikahi dengan Arga, coba dengan ku, kau bebas melakukan apa saja."Ucap Roy
"Roy, aku ingin kau mendengar cerita ku."ketus Becca.
"Baik lah baik lah, Ayo lanjutkan."
"Aku sudah tidak sabar untuk segera keluar dari rumah ini, Aku benci ada disini, ternyata benar kata orang-orang, tidak ada mertua yang baik di dunia ini."Lanjut Becca dengan kesal.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka. "Nanti aku telefon lagi."Ucap Becca mengakhiri telefon dengan Roy setelah Arga masuk ke dalam kamar.
"Kenapa belum tidur?, telefon sama siapa?." Tanya Arga.
"Aku menunggu mu, tadi itu telefon dari Mama." Alasan Becca.
"Kamu dari mana sayang?." Tanya Becca mengalihkan pembicaraan.
"Dari ruangan kerja."
"Sudah ku duga, Ayo tidur."balas becca.
Arga tersenyum dan mengangguk, ia pun lalu mendekati tempat tidur dan berbaring bersama Becca. Arga mengingat Lia saat ia memeluk Becca.
Tadi saat becca mandi, Arga keruangan kerja nya untuk menelepon Bi inah menanyakan keadaan Lia, Saat mendengar Lia sudah tidur, Arga pun merasa lebih lega.
•••
__ADS_1
Keesokan pagi nya.
Becca dan Arga turun untuk sarapan bersama. Bu Rossa dan Pak Adnan pun sudah duduk menunggu mereka.
"Pesawat jam berapa Arga??" Tanya Pak Adnan.
"Siang Pa."
"Ingat Becca, jangan minum minuman keras lagi seperti semalam."Ucap Bu Rossa.
"Iya Ma." Balas Becca.
"mama itu ingin yang terbaik untuk kalian."
"Iya Ma, Aku mengerti Ma, Mama marah karena Mama sayang pada ku."Ucap Becca. Bu Rossa pun tersenyum mendengar Menantu nya yang mau menerima ucapan nya, Begitu pun Arga yang menatap Bangga Becca yang tidak benci pada ibu nya.
Sementara di tempat lain.
"Kenapa hati ku seperti tidak menerima nya?." Batin Lia.
"Non, Nona Lia." Panggil Bi Inah. Lia pun sontak tersadar dari lamunan nya.
"Iya Bi."
"Non Lia melamunin apa Non?."
"Ga apa-apa bi."Balas Lia tersenyum.
__ADS_1
"Ini sarapan nya Non."
"Makasih ya Bi."
Bi Inah mengangguk dan berjalan ke dapur kembali.
•••
Setelah mereka berangkat ke bandara, Becca merasa menghirup udara segar saat ini karena ia sudah meninggalkan rumah Mertua nya itu.
Terlebih Arga telah berjanji pada nya, kalau setelah mereka kembali, Mereka akan tinggal di rumah baru.
Di dalam pesawat, Becca menggengam tangan Arga dan bermanja di bahu laki-laki itu.
"Sayang."
"Aku tidak suka dengan pembantu yang bekerja di rumah kita, dia terlalu muda dan cantik, Aku tak ingin nanti kau tergoda pada nya."Ucap Becca. Arga menelan Saliva nya saat ia mendengar orang yang di maksud adalah Lia.
"Apa kau tak percaya pada ku??" Tanya Arga.
"Aku percaya, tapi aku..."
"Aku akan mengurusnya nanti."Ucap Arga.
Becca pun semakin senang dan memeluk Arga erat. "Makasih selalu mengerti aku sayang." Balas Becca memeluk Arga dengan erat.
•••
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan 👍 nya ya, dan ❤️ nya.
makasih