Sang Buah Hati

Sang Buah Hati
29 - Akan Menikahi


__ADS_3

Lia lalu keluar, alangkah terkejut nya saat yang ia lihat ada disini adalah Arga, laki-laki yang sudah merusak masa depan nya. kini muncul disini.


"Kamu."


"Kamu sedang apa disini, kalian tahu dari mana aku disini?." ,Suara Lia agak meninggi karena kesal.


"Kemana pun kau pergi, Aku pasti akan menemukan mu."Ucap Arga.


Lia menelan Saliva nya, perkataan Arga terasa sangat menusuk hati nya.


"Apa yang kau inginkan datang kesini?."Tanya Lia agak ketus.


"Kau pasti sudah tahu apa yang membuat ku datang sampai sejauh ini."Ucap Arga. Lia lansung meremas baju pada bagian perut nya.


"Apa lagi kalau bukan bayi yang ada dalam perut mu, kau pikir aku akan


"Aku tak mengerti maksud mu. sebaiknya kalian pergi dari sini." Bentak Lia membalikkan badan nya untuk pergi, namun Lia sangat terkejut saat melihat ibu nya sudah berdiri di belakang nya.


"Ibu."


"Kamu hamil Li?, kemarin kamu muntah-muntah karena kamu hamil?." Tanya Bu Ani penuh keterkejutan.


"Bu.. maafin Lia Bu."Ucap Lia, hanya kata itu yang dapat Lia katakan saat ini.


Bu Ani yang mengetahui hal itu pun lekas jatuh pingsan.

__ADS_1


"Bu."


Arga dan Robi lekas mengendong Bu Ani ke ruangan yang di arahkan perawat. Lia mengikuti dari belakang sembari menangis cemas.


Dokter pun memeriksakan Bu Ani, sementara Lia berdiri melihat ibu nya di periksa. Arga pun menatap wanita yang terlihat cemas dan sedih.


"Ibu kamu pasti baik-baik saja, dia hanya sedikit syok."Ucap Arga.


"Semua gara-gara kamu, aku tak meminta mu datang untuk mengakui kehamilan ku, aku tidak butuh kau ada disini."Ucap Lia dengan pelan, sembari menahan tangisan yang sudah di ujung mata nya.


Arga mendengar hal itu mengepalkan tangan nya, namun menahan diri nya, melihat situasi yang sedang tidak baik.


Saat Bu Ani sadar sedih menatap putri nya itu.


"Kamu harus bertanggung jawab menikahi Putri saya."Ucap Bu Ani.


"Bu.."


"Diam Lia, kamu gak punya bagian lagi untuk berkata."tegas Bu Ani.


Arga terdiam. menatap Robi seolah meminta solusi, namun Robi juga tidak bisa memberikan masukan apa-apa dalam hal ini.


"Kedatangan saya disini memang untuk bertanggung jawab, tak mungkin saya membiarkan dia hamil dan menanggung semua sendirian.


Mendengar hal itu, bu Ani merasa lebih lega.

__ADS_1


Setelah pembicaraan singkat itu dengan Bu Ani. Lia lalu menarik tangan Arga keluar dari ruangan itu untuk bicara empat mata. Robi ingin mengikuti namun Lia segera menghentikan nya.


"Kamu tunggu disini." Ucap Lia membuat Robi mengangguk dan mengurungkan niat nya untuk ikut.


Lia keluar lalu menatap Arga dengan tatapan penuh kebencian dan kekecewaan nya.


"Apa yang kau katakan, Apa kau pikir aku mau menjadi istri kedua mu." Ujar Lia.


Arga terkejut, dari mana Lia tahu tentang pernikahan nya.


"Dengan Tuan Arga yang terhormat, saya tahu anda kaya, tapi tidak semua bisa anda beli dengan uang anda."Ucap Lia.


"Apa aku ada menawar mu?." Tanya Arga.


"Aku rasa anda tidak lupa dengan cek yang anda berikan."


"Saya tidak perduli hal itu, dengar kan ini, jika kau tak ingin aku nikahi, maka resiko nya, anak mu harus kau berikan pada ku saat ia lahir, akan ku perlihatkan bagaimana uang membawa anak itu pada ku, sekarang terserah pada mu." Ucap Arga.


perkataan penuh intimidasi membuat Lia diam tak berkutik. Arga lalu berjalan masuk ke dalam ruangan dimana Bu Ani di rawat.


Hi Teman-teman.


Bantu Like dan Vote nya ya Teman-teman. Biar Author tambah semangat buat Update setiap hari. tinggalkan komentar kalian, Supaya Author tahu ni, kalian suka dengan cerita ini.


Terima kasih banyak ya 🤗🙏

__ADS_1


selalu jaga kesehatan ya semua


__ADS_2