Sang Buah Hati

Sang Buah Hati
48 - Kembali merasakan


__ADS_3

Arga tiba-tiba saja memeluk nya dari belakang, membuat Lia terkejut. ia mematung, tubuh nya mendadak membatu dan tak bisa bergerak.


"Em.." Ingin Lia berkata, tapi mendadak gagap. sulit sekali bagi Lia untuk mengeluarkan kata penolakan.


"Tidur lah."Ucap Arga.


Macam mana ia bisa tidur, ia merasakan ada sesuatu yang menonjol, menempel pada bokong nya. Nafas kedua nya begitu dekat pun terasa satu sama lain, Lia begitu gugup, ia tidak akan bisa tidur tenang malam ini.


Meski pun Lia merasa nyaman dengan pelukan Arga di tengah ketakutan nya pada hujan yang deras bercampur Guntur. Arga tetap saja asing bagi nya, karena ini kali pertama nya Arga memeluk nya di saat berbaring bersama di tempat tidur seperti ini.


"Ada apa?, Kenapa belum tidur?." Tanya Arga.


"Em, Aku belum terbiasa saja."Balas Lia.


"Kau harus membiasakan diri, Aku sekarang suami mu."Balas Arga.


Lia hanya diam, Ia pun tak bisa berkata kata lagi selain mengiyakan. Ia mencoba menutup mata nya dan perlahan usaha nya pun membawanya untuk tidur, walau butuh durasi yang panjang untuk melakukan nya.


•••


Saat keesokan hari nya.

__ADS_1


Suara ketukan pintu membangunkan Lia, Lia melihat tangan Arga memegangi dua gunung nya entah sejak kapan, reflek Lia lansung duduk.


Arga pun terbangun, namun saat Lia akan turun dari tempat tidur, Lia terjatuh di dada Arga, membuat laki-laki itu menangkap nya dengan sigap, pandangan kedua nya pun saling melihat. jarak yang begitu dekat membuat kedua bibir mereka yang seperti ada Magnet yang menarik nya pun, membuat mereka pun berciuman.


Namun suara ketukan pintu kembali terdengar membuat ciuman singkat itu terhenti.


"Siapa?."


"Bos, ini saya."


"Ada Apa?." Pertanyaan Arga ada apa membuat Robi mengerutkan kening nya, padahal Bos nya sendiri yang meminta nya untuk datang awal hari ini.


"Bos meminta saya untuk datang pagi."balas Robi mengingatkan.


Setelah mengatakan hal itu, Lia yang masih syok dan gugup dengan apa yang tadi ia lakukan dengan Arga pun segera ingin turun dari tempat tidur.


Namun tangan Arga menahan nya, membuat Lia semakin gugup dan salah tingkah.


"Aku akan mandi."Ucap Lia gugup.


Tak mendengar ucapan Lia, Arga menarik wanita itu kembali ke pelukan nya, ada dorongan yang bergairah di tubuh Arga untuk menyentuh Lia.

__ADS_1


Lia dengan kedua mata yang membulat besar merasakan sentuhan Arga pada tubuh nya. Arga mengecup tubuh Lia dengan lembut.


Mendadak Lia seperti kekurangan oksigen yang membuat ia terasa sulit bernafas.


Hingga akhir nya arga mencium bibir nya, Lia hanya bisa memejamkan mata nya saat itu, ia benarnya hanya diam mematung, membiarkan laki-laki itu menjamah tubuh nya.


Mengingat Perkataan Arga kalau ia harus membiasakan diri, karena mereka telah menjadi suami istri. Rasanya Lia ingin menolak saja, namun ia tidak bisa melakukan nya, Tubuh nya serasa tersengat listrik yang membuat rasa nya yang tidak karuan.


Ciuman yang seolah memiliki dorongan Lia untuk membalas, tanpa sadar Lia juga membalas ciuman laki-laki itu. hal itu satu awal yang membuat Arga semakin semangat untuk melakukan nya.


Begitu lama Arga bermain dengan lidah nya, dengan leluasa bermain di dalam nya.


Jantung Lia berdetak begitu cepat dari biasanya, membuat Lia menikmati ciuman itu


Kini tangan Arga mulai menggerayangi setiap lekuk tubuh Lia, hingga menyentuh bagian sensitif wanita itu.


Lia menutup mata nya, ia juga telah pasrah dengan apa yang akan di lakukan Arga pada nya


Tangan nya mulai mengiring tubuh Kecil Lia untuk berbaring di bawah nya, kini tubuh laki-laki sudah berada di atas nya. ciuman di antara mereka semakin panas, satu demi satu pakaian Lia di lucuti oleh Arga, hingga tak lagi meninggalkan satu helai benang pun, Hal itu tentu saja membuat Lia merasa malu dan juga takut. di ikuti Arga yang juga melepaskan pakaian nya.


Kembali mencium nya, hingga pada puncak nya, Lia kembali merasa kan sesuatu yang dulu menyakiti nya, Kini terasa begitu nikmati, nafas kedua nya terengah-engah, keringat mulai membasahi tubuh mereka.

__ADS_1


Hingga akhirnya, sesuatu yang begitu hangat terasa dan mengakhiri apa olahraga pagi yang mereka lakukan.


__ADS_2