
Pagi hari nya.
Saat Lia keluar dari kamar, masakan sudah tersedia di atas meja, beberapa orang tengah membersihkan dapur, Lia merasa sangat aneh ketika rumah nya yang kecil dan kayu ini ada chef di dapur tengah memasak untuk melayani mereka.
"Ayo duduk."Ajak Arga.
Lia pun duduk dengan ragu berhadapan dengan Arga saat ini.
"Kau harus ikut aku pulang. aku akan sibuk beberapa hari kedepan."Ucap Arga.
"Pulang?, aku tidak mau, Kamu kan tahu ayah ku di rumah sakit."Tolak Lia dengan tegas.
"Aku sudah siapkan perjalanan ayah mu ke rumah sakit bagus di luar negeri, Robi telah mengatur semua nya, Ibu mu akan menemani nya disana." Tutur Arga.
"Kenapa mendadak sekali, Aku kan mau ikut temani ayah ku."Ucap Lia.
"Apa kau bisa menurut saja, bukan kah sudah ku bilang, aku memberikan pengobatan terbaik untuk ayah mu, tidak perlu mengkhawatirkan nya." Ucap Arga.
"Jika kamu ingin ayah mu sembuh, menurutlah sedikit."Ucap Arga lagi. Lia pun terdiam.
__ADS_1
Menginginkan ayah nya sembuh dan menjalani operasi dengan lancar adalah keinginan terbesar Lia saat ini. namun ia juga sedih karena tak bisa menemani ayah nya.
Lia lalu menatap Robi yang duduk di samping Arga menikmati sarapan juga. "Tuan, aku tak ingin ibu kelelahan disana, kalau ada aku minimal ia bisa bergantian dengan ku menjaga ayah."Ucap Lia.
"Anda tenang saja nona, saya sudah mengatur semuanya, ibu anda tidak akan kelelahan disana."Balas Robi.
Lia pun tersenyum kecut. Arga lalu menaruh sayuran di piring nya, membuat Lia pandangan nya segera teralihkan.
"Makan sayuran nya, sehat untuk kehamilan."Ucap Arga.
"Iya."balas Lia canggung.
Baru 1 suapan masuk kemulut Lia, Lia lansung saja merasa kan morning sickness dan lansung saja berlari ke kamar mandi. Arga menatap heran dan melihat piring Lia lalu mencium aroma, berfikir mungkin ada yang salah dengan makanan yang di makan wanita itu.
"mungkin bawaan hamil Bos, nona Lia mungkin tidak menyukai aroma tertentu."Balas Robi. Arga pun terdiam.
Saat Lia keluar dari kamar mandi, dan bermaksud ke kamar untuk Menganti pakaian nya, ia melihat Arga sudah ada di kamar dengan beberapa buah yang sudah di potong tertata di dalam piring.
"Makan buah buahan kalau tidak bisa makan yang lain."Ucap Arga.
__ADS_1
Lia menatap heran laki-laki itu, meski ia belum kenal betul seperti apa sikap Arga yang sesungguh nya, namun Lia merasa kan keperdulian Arga pada nya.
••••
Arga lalu membawa Lia ke rumah sakit, melihat ayah nya, dalam perjalanan menuju rumah sakit, Lia pun hanya diam saja, mata nya menyusuri jalan, masih sulit untuk percaya kalau ia telah menikah, dan mirisnya ia menjadi istri kedua pria yang ada di samping nya saat ini.
"Dengar Lia, pernikahan ini, jangan sampai ada siapa pun tahu selain kita, aku minta pengertian nya kalau aku telah memiliki istri sebelum menikah dengan mu."Ucapan yang menyakitkan tiba-tiba terlontar dari mulut Arga untuk Lia.
"Yang terpenting aku bertanggung jawab atas kau dan bayi itu."Ucap Arga lagi.
"Iya." Jawab Lia.
"Aku hanya istri kedua, istri yang tidak di harapkan sebelum nya, Apa hak ku?, tidak, aku tidak memiliki hak apa pun, Aku tidak ada bedanya dengan seorang simpanan. pernikahan ini konyol."Gumam nya di dalam hati.
•••
Hi Teman-teman.
Bantu Like dan Vote nya ya Teman-teman. Biar Author tambah semangat buat Update setiap hari. tinggalkan komentar kalian, Supaya Author tahu ni, kalian suka dengan cerita ini.
__ADS_1
Terima kasih banyak ya 🤗🙏
selalu jaga kesehatan ya semua