
Setelah dari Bar, Becca pun tak lagi mampu berdiri, Roy pun membawanya ke apartemen nya dan membaringkan Di tempat tidur. menyelimuti tubuh wanita itu untuk menjaga kehangatan nya.
Roy melihat wanita itu dengan tatapan yang dalam.
"Entah apa yang membuat mu begitu mencintai Tama dan ingin hidup bersama nya walau kau tidak bahagia, Apa karena dia kaya?." Roy mempertanyakan isi hati Becca yang tak pernah bisa ia dapatkan jawaban nya.
•••
Di tempat lain.
Arga yang tengah sibuk dengan pekerjaan nya. kepikiran dengan Lia yang tak ia kunjungi hari ini.
Ia pun lalu mengambil ponsel nya untuk menghubungi Lia. Lia yang tengah merapikan pakaian nya melihat nomor Arga menghubungi nya.
"Ia Tuan?." Tanya Lia.
"Kami sedang apa?, Apa kau sudah makan?." Tanya Arga.
"Kenapa dia begitu perhatian tiba-tiba, akhir akhir ini dia sangat berbeda, ada apa dengan nya?." batin Lia.
"Kenapa diam?." Tanya Arga karena tak mendapatkan jawaban dari pertanyaan nya.
"Aku sedang merapikan pakaian ku, aku juga sudah makan." Balas Lia.
"Jangan membohongi ku, Nanti aku akan tanyakan pada Bibi." Kata Arga.
__ADS_1
"Dia perhatian, tapi dia selalu mengancam kan ku juga, dasar laki-laki aneh." Batin nya.
"Iya, aku tidak berbohong."Menelan kekesalan nya dan menjawab dengan hati-hati.
"Apa yang ingin kau makan?, katakan saja, nanti aku akan mencari nya." Ucap Arga.
"Tidak ada."Balas Lia.
"Baiklah kalau begitu, jaga diri mu."Selesai mengatakan hal itu, Arga mematikan sambungan telefon nya.
Lia mengelus perut nya. "hanya kamu lah alasan nya bisa begitu perhatian pada ku. dia hanya ingin kamu baik-baik saja."Lia mengelus perut nya yang masih rata itu.
•••
Saat hari sudah malam, jam menunjukkan pukul 10 malam, Becca terbangun dari tidur nya dan melihat jam sudah jam 10.
"Jam 10, Roy, kenapa kau tak membangunkan ku. matilah aku, Kalau Arga pulang tak menemukan ku, bisa marah dia pada ku."Becca lekas mengambil tas dan kunci mobil nya.
"Hei, kau mau kemana, kumpulkan dulu kesadaran mu." Roy menahan tangan Becca.
"Tidak, udah sudah terlalu malam."Balas Becca.
"Kau punya banyak alasan, Arga mencintai mu juga, dia pasti mendengar alasan mu."Ucap Roy. Becca pun sedikit lebih tenang dan duduk di sofa.
Roy mengambilkan segelas air putih untuk becca dan meminumnya.
__ADS_1
Saat Becca mengambil ponsel untuk memeriksa mungkin saja Arga sudah pulang dan mencarinya. Becca malah mendapatkaj sebuah pesan dari Arga, kalau ia harus menginap di kantor. karena harus lembur.
"Sayang, aku minta maaf hari ini tidak bisa pulang, aku masih banyak kerjaan yang harus di selesaikan sebelum kita pergi liburan dan akan menginap di kantor. tidak apa-apa kan?." Isi pesan Arga.
Membaca hal itu, Becca menghela nafas berat, Ia pun membalas.
"Baiklah sayang, tapi jaga kesehatan, jangan terlalu lelah. Malam ini aku juga akan menginap di rumah Papa dan Mama. aku rindu mereka."Balas Becca.
"Baiklah, I Love You."
"Sayang kamu juga."
Becca menaruh ponsel nya di atas meja dengan kasar, Roy mengerutkan kening melihat.
"tidak jadi pulang?." Tanya Roy.
"Arga tidak pulang, Aku akan menginap disini malam ini." jawab Becca.
"Arga tidak marah?."
"Kau pikir dia akan baik baik saja saat mendengar aku menginap disini, meski pun kita teman dekat?."Balas Becca.
"Lalu kau bilang apa?."
"Aku bilang menginap di rumah orang tua ku."Balas Becca lalu berjalan membaringkan tubuh nya di tempat tidur kembali. Roy pun tersenyum mendengar hal itu.
__ADS_1
•••