
Arga kembali ke rumah, Bu Rossa yang terbangun saat mendengar suara gebrakan yang begitu kuat dari luar, bunyi kuat itu bukan hanya membangunkan kedua orang tua Arga saja, melainkan seluruh penghuni di rumah itu mendengarnya.
"Suara apa itu Pa?." Tanya Bu Rossa.
"Biar Papa lihat dulu, Mama disini saja."Balas Pak Adnan dengan wajah waspada dan penuh tanya ia berjalan keluar dari kamar.
Bu Rossa pun mengiyakan ucapan suami nya, pak Adnan keluar dan tampak Para pelayan tampak berkumpul dan saling berbisik seperti sedang membicarakan sesuatu, Pak Adnan menghampiri mereka dan bertanya.
"Ada apa?."
"Den Arga Tuan, Tadi pulang membanting pintu begitu keras."Balas Pelayan wajah tampak khawatir. Pak Adnan mendengar itu suara berasal dari putra nya pun menghela nafas berat.
"Dimana dia sekarang?." Tanya Pak Adnan lagi.
"Di ruangan kerja Tuan." Pak Adnan menatap ke arah ruangan kerja Putra nya yang tampak tertutup, ia lalu menghampiri Arga.
Pak Adnan membuka pintu dan tampak Arga menunduk dan menyandarkan kepala nya di meja kerja nya. ia tahu Arga pasti ada masalah.
Ia lalu berjalan mendekati Arga, duduk di kursi yang berhadapan dengan meja Arga duduk saat ini.
"Ada masalah apa Arga?." tanya Pak Adnan hati-hati.
Arga mengangkat Ayah nya, terlihat di wajah pria itu tampak Sedih dan putus asa. "Aku akan menceraikan Becca Pa." Ucap Arga datar dan wajah nya tampak Kusam.
"Apa?, Ada masalah apa?,kau dan Becca bertengkar?." Pak Adnan terkejut kala
__ADS_1
mendengar ucapan putra nya yang sangat tiba-tiba.
Karena ia sangat tahu Arga sangat menyayangi Becca, terlebih pernikahan mereka yang masih seumur jagung saja, Kini malah terdengar kabar yang tidak mengenakan dari putra nya.
Pertanyaan yang di lemparkan Pak Adnan pun tak langsung di jawab oleh Arga. ia menatap Ayah nya dalam dalam, Menyakinkan diri nya untuk menceritakan yang sebenarnya.
"Ada apa?, kata kan saja, Papa ingin tahu alasan nya, Agar kamu tidak melakukan kesalahan dalam mengambil keputusan yang akan membuat kamu menyesal nanti."Ucap Pak Adnan lagi.
"Becca berselingkuh dengan Roy Pa."
"Kau yakin?."
"Aku melihat dengan mata ku sendiri kalau dia bermain api dengan laki-laki lain di bar."Balas Arga lagi.
"Tapi aku tidak mau menyalahkan nya Pa, Karena aku juga melakukan kesalahan yang sama, Tapi semua ini terjadi karena ketidak kesengajaan Pa." Balas Arga.
"Kau juga berselingkuh?." tanya Pak Adnan. Arga terdiam.
Diam nya Arga seolah memberi jawaban iya untuk pertanyaan Pak Adnan.
Pak Adnan merasa kepala nya tiba-tiba saja terasa berat, karena kedua orang yang saling mencintai Bisa melakukan itu.
"Apa?, kau memiliki wanita lain selain aku Arga, Siapa wanita itu Arga?." Becca yang mendengar perkataan itu sejak ia berdiri di luar ruangan Arga pun membuat kedua pria itu menoleh bersamaan.
Hati nya pun terasa sakit kala mendengar Arga memiliki wanita lain selain diri nya.
__ADS_1
"Kau tidak perlu tahu siapa dia, Aku akan segera menceraikan mu." Ucap Arga.
"Apa... cerai?. tidak, Aku tidak mau Arga, Aku mencintai mu."
"bukan aku saja yang bermain api, tapi kau juga?. Kalau begitu kita bisa saling mengerti Arga, Dan memperbaiki hubungan kita, Untuk apa bercerai?." Ucap Becca memegangi tangan Arga. namun pria itu menepis tangan nya dengan kasar.
"Aku melakukan itu juga tidak sengaja Arga, karena kau selalu sibuk dengan kerjaan mu, Kau harus mengerti aku juga."Ucap Becca lagi.
"Jadi benar Becca, kamu berselingkuh?". tanya Pak Adnan menatap tajam Becca.
"Maafkan aku Pa. Aku benar-benar khilaf, Lagian Papa juga dengar kan Arga juga main api di belakang ku, Kami sama-sama salah Pa." Ucap Becca lagi.
Pak Adnan membuang nafas dengan kasar, menggelengkan kepala nya dan meninggalkan ruangan itu.
Saat berjalan sampai di luar, tampak Bu Rossa juga ada diluar, Bu Rossa tampak Sedih, suami nya pun menebak istri nya sudah mendengar semua nya.
"Biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka, nanti kita bicarakan lagi dengan Arga."Ajak Pak Adnan masuk ke kamar, Bu Rossa pun mengiyakan.
"Keluar dari rumah ini." Ucap Arga menatap becca dengan tajam.
"Engak, Aku gak mau pisah dengan mu Arga. Kita udah sama-sama sejak lama, Kau harus memberiku kesempatan."Ucap Becca memohon pada Arga. Arga sudah menutup mata dan telinga nya, Ia tidak perduli lagi dengan permohonan wanita itu.
"Keluar."Bentak Arga. Bentakan ini membuat Becca ketakutan, ia langsung diam membeku menatap Arga yang selama ini tidak pernah membentak nya seperti itu.
Seduh dan takut membuat Becca pun menangis dan meninggalkan ruangan Arga dan pergi.
__ADS_1