
Setelah perjalanan beberapa jam, Mereka pun sampai di sebuah rumah yang lumayan besar, Agar menoleh melihat Lia yang tampak tertidur sembari memeluk bantal.
Arga menatap wanita itu dan membangunkan nya untuk segera turun dari mobil.
"Sudah sampai." ucap Arga.
Lia pun menatap sekeliling, rumah yang asing bagi nya, ia tidak tahu dia di mana, Apa Arga membawa nya ke rumah orang tua nya, tidak, itu hal yang tidak mungkin.
Lia turun dari mobil dan melihat rumah yang sangat besar dan mewah. melihat sekeliling nya yang banyak tanaman hias dan kolam, membuat pemandangan begitu sejuk di mata.
"Apa kau masih terus berdiri disana?." Ucap Arga. Lia menatap laki-laki itu dan segera menghampiri dan berjalan masuk ke dalam.
Robi pun masuk sembari membawa koper milik Lia ke dalam.
Arga lalu membawa Lia ke sebuah kamar. "Ini kamar mu, sementara tinggal disini dulu sampai rumah baru jadi."Ucap Arga. Lia pun hanya mangut mangut membalas Arga.
"Kau bisa tinggal sendiri malam ini?." Tanya Arga.
Lia lalu melihat sekeliling, Mencari sosok orang yang mungkin bisa terlihat di rumah besar ini.
"Sendiri?."
"Iya, sampai besok pagi, nanti akan ada pembantu yang akan datang."Balas Arga.
"Iya, bisa." Sehari bukan lah lama pikir lia, karena bagaimana pun di rumah sebesar ini, dan hanya sendiri itu menyeramkan bagi Lia.
"Di dapur banyak sayuran, kau bisa memasaknya kalau kau lapar."Ucap Arga lagi. Lia menganggukkan kepala nya.
"Ini koper Anda nona." Robi meletakkan koper di dalam kamar. "Terima kasih."Balas Lia.
"Ayo Robi, kita pulang."Ajak Arga lalu meninggalkan Lia begitu saja.
__ADS_1
Lia pun menatap dua punggung laki-laki berjalan meninggalkan nya sendirian di rumah ini.
Di dalam mobil.
"Bos, anda nyakin meninggalkan nya sendiri?." Tanya Robi.
"Iya, hanya sehari, bukan masalah besar."Balas Arga.
•••
Malam hari nya.
Arga yang baru saja akan di ajak makan oleh ibu dan istri nya tiba-tiba teringat pada Lia. Meski ia tidak mencintai Lia, tapi ada buah hati nya yang sedang ia jaga saat ini. Ia pun mengingat apa kah Lia sudah makan, apa lagi ia meninggalkan nya begitu saja saat sampai tadi.
"Ga, kamu kenapa?." Tanya Becca dengan lembut.
"Tidak apa-apa."Balas Arga.
"Ya sudah, ayo cepat habiskan, Setelah ini kamu harus coba kue yang aku beli tadi untuk mu, kue kesukaan mu." ujar Becca lagi.
Setelah ia selesai makan, dan mencicipi kue yang di berikan Becca.
"sayang, aku keruangan kerja ku dulu."
"Lagi?."
"Hanya sebentar."
"Baiklah, aku tunggu di kamar ya."Balas Becca. Arga mengangguk lalu mengecup kening becca setelah nya.
Sementara Lia ia yang baru saja merasa lapar pun berjalan ke dapur untuk mencari sesuatu yang bisa ia masak.
__ADS_1
"Masak mie instan saja."Gumam Lia, sembari mencari panci untuk ia mulai memasak.
Ditengah memasaknya, ia pun teringat pada ayah nya, apa mereka sudah sampai?, apa mereka baik-baik saja, Apa ibu sudah makan?." Pikiran itu memenuhi pikiran Lia saat ini.
Tiba-tiba ponsel Lia berbunyi membuyarkan lamunan nya, sontak membuat tangan Lia tersentuh tepi panci panas.
Lia pun dengan rasa sakit itu segera mengangkat telefon, mengira itu ibu nya, namun salah, itu hanya lah Arga.
"Iya Tuan."
"Kau sedang apa?." Tanya Arga.
Sstt desisan Lia yang meski pun kecil masih terdengar jelas di telinga Arga.
"Sedang memasak."Balas Lia setelah nya.
"Ada apa dengan mu?."
"Tidak apa-apa Tuan, aku baik-baik saja, hanya sedikit terkena panci panas tadi."
"Apa kau tidak bisa lebih hati-hati lagi?." Ucapan Arga yang agak tinggi nada nya membuat Lia terkejut.
"Iya."Balas Lia Singkat.
Namun segera Lia mematikan sambungan telefon itu, karena kesal Arga membentak nya.
•••
Hi Teman-teman.
Bantu Like dan Vote nya ya Teman-teman. Biar Author tambah semangat buat Update setiap hari. tinggalkan komentar kalian, Supaya Author tahu ni, kalian suka dengan cerita ini.
__ADS_1
Terima kasih banyak ya 🤗🙏
selalu jaga kesehatan ya semua