Sang Buah Hati

Sang Buah Hati
34 - Sahabat?


__ADS_3

Sstt desisan Lia yang meski pun kecil masih terdengar jelas di telinga Arga.


"Sedang memasak."Balas Lia setelah nya.


"Ada apa dengan mu?."


"Tidak apa-apa Tuan, aku baik-baik saja, hanya sedikit terkena panci panas tadi."


"Apa kau tidak bisa lebih hati-hati lagi?." Ucapan Arga yang agak tinggi nada nya membuat Lia terkejut.


"Iya."Balas Lia Singkat.


Namun segera Lia mematikan sambungan telefon itu, karena kesal Arga membentak nya.


"Sial." Arga kesal saat Lia mematikan sambungan telefon nya seenaknya. Namun saat Arga akan menelepon Lia lagi, tiba-tiba saja Becca datang, dan melihat dengan heran Arga yang tampak kesal menatap ponsel nya.


"Arga. ada apa?." Tanya Becca.


Arga mencoba untuk tidak terlihat panik, segera menghapus panggilan keluar nya barusan.


"Kamu terlihat kesal, Apa ada masalah?." Tanya Becca lagi.


"Em, Iya, ponsel ku agak tidak bagus jaringan nya"Balas Arga.


Becca merasa ada yang di sembunyikan Arga, namun segera ia tepis dan menenangkan suami nya.


"Berarti ponsel mu meminta mu istirahat, ayo tidur."Ajak Becca dengan lembut.

__ADS_1


Arga pun tak lagi bisa menolak, ia lalu ikut dengan Becca kembali ke kamar mereka. Di kamar mereka Arga memeluk becca sembari tertidur.


Sementara Lia sangat kesal karena Arga seenaknya membentak nya.


"Aku memang istri nya, tapi aku tidak Sudi di bentak oleh nya."Batin Lia dengan kesal.


Tiba-tiba ponsel Lia kembali berdering, Lia dengan kesal menatap ponsel nya, namun raut wajah nya berubah setelah yang menghubungi nya adalah Fani.


Mendapatkan telefon dari Fani, tentu saja Lia sangat senang, karena ia memang sedang membutuhkan teman saat ini untuk mengobrol.


"Li."


"Iya Fan."


"Kamu sedang apa?."


"Aku lagi makan."


"Iya, Aku baru merasa lapar barusan Fan." Balas Lia.


"Li, bagaimana keadaan Bapak?." Tanya Fani lagi. Lia yang di tanya seperti itu pun binggung harus menjawab apa. karena Fani belum mengetahui kalau dia kini telah menikah.


"Baik kok fan, Bapak akan segera operasi, doain moga lancar ya."Ucap Lia.


"Tentu saja Li."Balas Fani.


"Em...., Fan."

__ADS_1


"Iya."


"Kalau aku menikah dengan suami orang dan menjadi istri kedua nya, bagaimana menurutmu Fan?." Tanya Lia yang tiba-tiba seperti itu membuat Fani heran.


"Li, yang kamu tanyakan ini serius?." Masih tak percaya ia mendengar hal ini.


"Sudah lah Fan, tidak usah di pikirkan, lupakan saja."Balas Lia lagi, mengurungkan niat nya untuk memberitahu Fani.


"Li, kita masih sahabatan kan?."


"Kok tanya gitu Fan?, tentu saja kita sahabatan."


"Kalau gitu, jangan lagi sembunyikan apa pun masalah kamu dari aku ya, kalau kamu masih menganggap ku teman."Ucap Fani terdengar sendu, Membuat lia meneteskan air mata begitu saja.


"Maaf ya Fan, aku gak bermaksud untuk menyembunyikan apa pun dari kamu, aku belum siap saja. besok kita ketemu ya, aku akan ceritakan semua nya."Balas Lia.


"Kamu udah di kota?."


"Iya Fan, cerita panjang, kalau kita ketemu nanti, aku akan ceritakan semua sama kamu."Balas Lia.


Fani membuang nafas perlahan dan mengiyakan.


•••


Hi Teman-teman.


Bantu Like dan Vote nya ya Teman-teman. Biar Author tambah semangat buat Update setiap hari. tinggalkan komentar kalian, Supaya Author tahu ni, kalian suka dengan cerita ini.

__ADS_1


Terima kasih banyak ya 🤗🙏


selalu jaga kesehatan ya semua


__ADS_2