
Arga ke rumah Lia, Lia yang tengah tidur, di bangunkan dengan pelukan seseorang di tubuh nya, Ia segera membuka mata nya untuk melihat siapa, Ia melihat Arga.
Wajah laki laki itu sedang tidak baik-baik saja. Ia pun sudah bisa menebak apa yang membuat suami nya sedih, Pasti karena perselingkuhan Becca dengan Roy.
Lia pun tak banyak bertanya, ia memiringkan tubuh nya menghadap ke arah Arga, Memeluk laki-laki itu. dan tidur bersama.
•••
Keesokan hari nya.
Lia menyiapkan sarapan untuk Arga, Arga yang bangun mencari Lia ke dapur, memeluk wanita itu dari belakang, Ia terkejut dengan apa yang di lakukan Arga, Namun tetap ia memilih tidak menolak, membiarkan Laki-laki itu yang seperti ingin manja dengan nya.
"Nanti kita keluar ya."Ucap Arga.
"Kemana Mas?."
"Bertemu kedua orang tua ku."Ucap Arga. Lia terkejut, Ia langsung membalikan tubuh nya menatap Arga. Arga melepaskan pelukan nya dan melihat Lia yang tampak Syok.
"Mas, Apa aku tidak salah dengar?." Lia cemas.
"Aku sudah memberitahu Papa dan Mama, Dan mereka ingin bertemu dengan kamu."Ucap Arga.
"Lalu bagaimana dengan Nona Becca, Istrinya Mas Arga?." Tanya Lia lagi.
Wanita itu panik dan cemas, karena ia belum siap bertemu dengan Kedua orang tua Arga, Bagaimana kalau mereka marah dan memakai nya nanti.
"Aku akan bercerai dengan nya."Ucap Arga.
Lia terdiam, Arga Melihat kekhwatiran di wajah wanita itu. Ia memegangi dagu wanita yang pandangan ke bawah. menuntun wanita itu untuk menatap nya.
__ADS_1
"Apa pun yang terjadi, kita akan hadapi sama sama, Kau tempat yang nyaman untuk ku bersandar, Aku ingin bersama mu."Ucap Arga.
Lia tersentuh, kalimat sederhana yang membuat hati nya meleleh, ia tersenyum sendu lalu memeluk Arga dengan erat.
•••
Bu Rossa dan Pak Adnan yang sedang duduk ruang keluarga di hampiri pembantu mereka.
"Bu, Itu Den Arga kembali, dengan perempuan."Ucap Pelayan.
Bu Rossa dan Pak Adnan saling melihat, Mereka lalu berdiri untuk menghampiri. tampak Arga membawa seorang wanita yang tampak perut nya sudah buncit seperti orang hamil pada umum nya.
"Ma, Pa, Ini Lia."Ucap Arga.
Lia dengan sopan menyapa dengan menundukkan kepala nya.
"Iya Tante."
Bu Rossa terkejut, bukan hanya menikah siri, ternyata Lia yang di ceritakan Arga sudah mengandung.
"Ayo duduk."Ajak Pak Adnan.
semua pun ke ruang keluarga duduk untuk bicara.
"Itu alasan nya kenapa aku menikahi Lia Ma. Ini Anak Arga, Arga ini mempertanggung jawab kan apa yang aku lakukan."Ucap Arga pada kedua orang tua nya.
"Awal nya hanya untuk anak ku saja aku menikahi nya, Tapi aku lama lama merasa nyaman dengan nya Ma, Dia seperti rumah kedua untuk ku setelah Mama dan Papa."Ucap Arga.
Bu Rossa dan Pak Adnan saling melihat. Bu Rossa mendadak merasa pusing di perhadapkan dengan banyak hal yang tidak ia ketahui.
__ADS_1
"Pa, Kepala Mama pusing." Ucap Bu Rossa.
"Ayo Ma, Mama istirahat saja." Ajak Pak Adnan.
Arga dan Lia melihat Pak Adnan membawa istri nya masuk ke dalam kamar. Lia merasa gugup dan takut, Suasana saat ini begitu tegang untuk nya.
Arga memegangi tangan Lia yang tampak Gugup. "Tidak apa-apa, tenang lah."Ucap Arga. Lia tersenyum dan mengangguk.
tak mudah untuk tidak gugup di perhadapkan dengan situasi seperti ini.
Beberapa saat Pak Adnan kembali.
"Semua sudah terjadi, Keputusan semua Kembali pada ku Arga, kami hanya bisa merestui, Toh Juga kamu akan segera menjadi seorang ayah, Papa ikut bahagia untuk mu."Ucap pak Adnan.
"Makasih Pa."
Ketiga pun mengobrol, Pak Adnan mempertanyakan beberapa hal untuk mengenal sang menantu. sikap ramah dan juga di terima baik oleh Pak Adnan membuat kegugupan dan rasa takut pada Lia sedikit hilang.
Lia lalu meminta izin pada Pak Adnan dan Arga untuk bertemu dengan Bu Rossa. Walau ragu istri nya akan memarahi Lia, namun pak Adnan mengizinkan nya. membiarkan Lia masuk ke kamar Bu Rossa.
Bu Rossa melihat Lia masuk ke dalam, wajah nya datar. "Tante, Maafkan saya, kalau kehadiran saya membuat Tante sakit, saya tidak bermaksud melakukan nya, Maaf jika hubungan saya dengan mas Arga membuat Tante marah."Ucap Lia.
"Bukan kah kamu dan Arga sudah menikah, kenapa masih memanggil Tante, Panggil lah Mama."Ucap Bu Rossa tersenyum tipis. Mendapatkan perkataan itu, Lia pun tersenyum.
"Semua sudah terjadi, Awal nya saya marah, Tapi setelah mendengar dari Arga, kalau ia nyaman bersama kamu, Mama jadi tersentuh, Mungkin kamu wanita yang baik untuk Arga, Tidak seperti mantan istri nya, Mama berharap, kamu dan Arga jangan sampai salah melangkah, cukup masalah kemarin menjadi pembelajaran untuk Kalian."
"Makasih ya Ma."
Lia dan Bu Rossa pun berpelukan. Bu Rossa tersenyum memeluk Lia, Lia yang merasa terharu pun sampai meneteskan air mata, karena ia mendapatkan restu dari orang tua Arga yang sama sekali tidak pernah Lia Bayangkan akan di terima dengan baik.
__ADS_1