Sang Buah Hati

Sang Buah Hati
47 - Bersama Lia


__ADS_3

"Sayang, aku minta maaf hari ini tidak bisa pulang, aku masih banyak kerjaan yang harus di selesaikan sebelum kita pergi liburan dan akan menginap di kantor. tidak apa-apa kan?." Isi pesan Arga.


Membaca hal itu, Becca menghela nafas berat, Ia pun membalas.


"Baiklah sayang, tapi jaga kesehatan, jangan terlalu lelah. Malam ini aku juga akan menginap di rumah Papa dan Mama. aku rindu mereka."Balas Becca.


"Baiklah, I Love You."


"Sayang kamu juga."


Setelah mengirim pesan itu dengan Becca, Arga yang sedang dalam perjalanan menuju ke rumah Lia pun menghela nafas karena ia harus membohongi Becca.


Hujan deras, penuh Guntur dan kilat mengiringi perjalanan Arga menuju ke rumah itu.


2 Jam yang lalu, Arga mendapatkan pesan singkat dari BI Inah, kalau ia harus pulang ke rumah mengambil barang-barang yang tertinggal, Bibi meminta Izin pada Arga untuk menjaga Lia sampai ia kembali.


Karena hal itu, Arga harus mencari cara bagaimana ia mengatakan pada Becca ia tidak bisa pulang.


saat sampai di halaman rumah, dengan payung Arga turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah, dimana rumah hanya tinggal Lia sendirian, sementara Bibi sudah pergi sejam yang lalu.


"Robi, Kau boleh pulang, Besok jangan lupa pagi-pagi sekali datang kesini."Ucap Arga.

__ADS_1


"Baik bos."Balas Robi.


Lia yang di tinggal sendirian pun sudah biasa, ia duduk di atas tempat tidur sembari menonton Drakor kesukaan nya untuk menghilangkan kejenuhan nya. Hingga Ia tidak menyadari kedatangan Arga yang tidak di sangka-sangka akan datang menemani nya malam ini.


Saat pintu terbuka, Lia terkejut melihat Arga sudah ada disini.


"Tuan, Anda datang?." Tanya Lia.


Melihat tubuh laki-laki itu Basah, Reflek Lia lekas turun dari tempat tidur dan mengambilkan handuk untuk nya. Lia mengambilkan handuk untuk nya membuat laki-laki terdiam menatap wanita itu.


"Apa kah Bibi sudah pergi?." Tanya Arga.


Seperti biasa, Lia memalingkan wajah nya, menghindari pemandangan yang dapat membuat tubuh Lia bergetar saat melihat nya.


Setelah selesai, Lia memberikan segelas air hangat untuk Arga minum.


"Ini Tuan, biar tidak masuk angin."Ucap Lia.


"Terima kasih."Ucap Arga, mengambil air itu dan meneguk nya.


Namun tiba-tiba suara Guntur yang sangat kuat membuat Lia terkejut dan lekas memeluk Arga yang berdiri di hadapan nya.

__ADS_1


"Aku takut..." Ucap Lia.


Arga yang di peluk pun terdiam, hingga tangan nya memeluk Lia untuk menenangkan wanita itu.


"Ayo tidur."Ajak Arga.


Arga lalu mematikan lampu dan hanya menyisakan lampu tidur.


"Tuan, Apa boleh nyalakan saja lampu nya, Aku takut kalau mematikan lampu saat hujan deras."Ucap Lia.


Arga tak menjawab nya, membaringkan tubuh nya. Lia yang di acuhkan hanya menghela nafas kesal.


Ia pun hanya bisa membaringkan tubuh nya, ia membaringkan tubuh nya membelakangi Arga. namun hal tak terduga terjadi.


Arga tiba-tiba saja memeluk nya dari belakang, membuat Lia terkejut. ia mematung, tubuh nya mendadak membatu dan tak bisa bergerak.


"Em.." Ingin Lia berkata, tapi mendadak gagap.


"Tidur lah."Ucap Arga.


Macam mana ia bisa tidur, ia merasakan ada sesuatu yang menonjol, menempel pada bokong nya. Nafas kedua nya begitu dekat pun terasa satu sama lain, Lia begitu gugup, ia tidak akan bisa tidur malam ini.

__ADS_1


__ADS_2