Sang Buah Hati

Sang Buah Hati
63 - Alice Curiga


__ADS_3

Saat tengah asik menonton Drakor dengan Lia, Ponsel Fani berbunyi yang sontak menarik perhatian kedua wanita itu, Fani mengambil ponsel nya dan melihat Itu adalah telefon dari Dimas.


Fani menatap Lia yang ada di samping nya. Lia mengangguk. Fani pun lekas memgeser tombol hijau untuk mengangkat telefon dari pria itu.


"Iya Dim."


"Fan, bagaimana, Kapan kita akan bertemu dengan Lia, kita kan sudah libur."Ucap Dimas.


"Iya, aku tahu, tapi..."


"Kau menyembunyikan sesuatu dari ku ya?." Tanya Dimas tiba-tiba membuat Fani terdiam.


Lia lalu mengulurkan tangan nya untuk mengambil ponsel dari Fani, Fani pun ragu-ragu memberikan pada Lia.


"Dim."


"Lia."


"Iya, aku Lia."


"Bagaimana bisa ponsel Fani.., Kalian lagi bareng?." Tanya Dimas penuh kebingungan.


"Iya."

__ADS_1


"Kamu sudah kembali?, Bagaimana keadaan orang tua mu Li?." Tanya Dimas.


"Cerita nya panjang Dim, tapi aku sudah disini."Balas Lia.


"Baiklah, Kapan kita akan bertemu?, aku ingin mendengarkan cerita mu."Ucap Dimas.


"Besok, di cafe biasa."Balas Lia.


"Baik lah Lia, Tapi kau baik-baik saja kan?." Tanya Dimas.


"Sangat baik Dim, jangan khawatir."Balas Lia.


"Syukur lah, Aku senang mendengarnya Lia, aku selalu memikirkan mu."Ucap Dimas. Lia terdiam, Begitu pun Fani yang mendengar hal itu.


Setelah sambungan telefon di tutup, Fani menatap Lia.


"Kau nyakin ingin memberitahu Dimas?." Tanya Fani.


"Sudah saat nya dia tahu Fan, aku tak ingin memberinya harapan Fan, kau tahu aku sudah menikah."Balas Lia.


"Aku mendukung apa pun keputusan mu Li."Balas Fani. Kedua wanita itu berpelukan.


Arga yang kembali dari rumah sakit, tidak tahan untuk tidak menemui Lia, saat ia masuk ke dalam rumah baru Lia, Ia lansung berjalan ke kamar dimana Lia berada.

__ADS_1


Pintu yang tidak di kunci membuat Arga melihat dengan jelas wanita itu tengah tertidur berpelukan dengan Fani sahabat nya.


Ia tersenyum melihat hal itu, merasa lebih tenang kalau istri nya itu ada yang menemani saat ia tidak ada.


Sementara Arga ke rumah Lia untuk melihat keadaan Lia, lain hal nya dengan Becca yang memilih untuk ke bar bersama Roy dan Alice.


"Kau gila sekali Bec, Baru pulang kau sudah lansung ke bar, Kalau mertua mu tahu, bisa tambah sakit dia."Ucap Alice.


"Ha ha ha, Itu bukan urusan ku. lagi pula, aku ingin senang-senang, Aku bahkan tak rela menunggui nya di rumah sakit, untung nya mertua ku pengertian, dia meminta ku pulang istirahag karena kami baru pulang."tutur Becca.


Roy tersenyum melihat Becca, Alice pun melihat hal itu.


"Roy, Nari yuk."ajak Alice dan lansung menarik tangan Roy untuk bergabung di kerumunan, menarik dan melompat.


Becca mengelengkan kepala nya dan terus meneguk minuman yang terasa begitu nikmat untuk nya.


Alice menarik penuh pesona, membuat Roy menempel pada nya, Becca yang melihat hal itu pun merasa sangat tidak nyaman dan kesal, Ia pun semakin banyak meneguk minuman, hingga ia tepar tidak sadarkan diri. Roy dan Alice membawa nya pulang ke apartemen Roy.


Alice memperhatikan perhatian Roy pada Becca, Alice curiga Roy menyukai Becca. "Kau sangat perhatian pada Becca Roy, andai Arga seperti diri mu, dia pasti akan sangat senang."Ucap Alice.


Roy mendekati Alice. memeluk wanita itu dari belakang.


"Kau ingin minum lagi?." Tanya Roy. Alice tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2