
Jam sudah larut malam, Tapi Lia begitu gelisah dan sulit tidur.
Ia lalu membuka koper milik nya dan mengeluarkan uang hasil kerja kerasnya selama di bar.
Uang yang pernah di beri becca pada nya pun masih utuh belum terpakai oleh nya. Dan bahkan uang dari Arga dan cek nya juga masih ada di tangan Lia saat ini.
"Apa aku harus mengunakan nya??" Batin Lia.
Lia lalu mengeluarkan uang 10 juta yang ia dapat dari kerja keras nya sendiri dan memasukan ke dalam tas untuk di pakai pemeriksaan ayah nya.
•••
Dimas yang mendengar kepulangan Lia ke kampung membuat Dimas sangat sedih, Ia pun bertanya-tanya apa yang terjadi pada Lia, karena baru saja ia melihat Lia sudah kembali cerita dan berencana berkuliah di kampus lain dalam waktu dekat, kini Lia malah telah pulang kampung tanpa memberitahu nya.
Hanya Fani lah yang dekat dengan Lia, Dimas pun menatap fani dengan serius, tatapan penuh selidik Dimas membuat Fani menelan Saliva nya dan salah tingkah.
"Fan, Sebenarnya ala yang terjadi pada Lia, kalian pasti menutupi sesuatu dari ku kan?." Tanya Dimas.
"Tidak ada kok, Lia hanya merindukan ibu dan bapak nya, maka nya dia pulang."jawab Fani.
"Dimana kampung nya Lia Fan?."
__ADS_1
"Gak tahu."
"Jangan bohong Fan, aku tahu kau sedang tidak jujur pada ku."Ucap Dimas.
"Kau terlalu memaksa dim, aku sudah jawab pertanyaan mu, sebaiknya kau pulang."Ucap Fani.
"Tidak sebelum kau mengatakan semua nya."Kekeh Dimas.
Ia nyakin kalau Lia sedang ada masalah, tapi tidak ingin memberitahu nya.
"Terserah kamu kalau tidak mau pulang, Aku ngantuk mau istirahat."ucap Fani lalu masuk ke dalam rumah, menutup pintu rumah membiarkan Dimas di luar.
"Fan."
"Paling engak kasi tahu aku dimana kampung nya Lia." Namun Fani menghiraukan nya.
Dimas yang masih memikirkan Lia dan mengkhawatirkan nya pun tetap duduk di depan rumah Kos wanita itu, menunggu Fani menyerah untuk memberitahu nya semua nya.
Fani mengintip dari balik gorden, ia merasa sedih dan gelisah, merasa tidak nyaman karena Dimas tidak juga pergi, Namun ia coba untuk menghiraukan nya dan masuk ke dalam kamar, berharap Dimas akan pergi dengan sendirinya setelah lelah.
Bagaimana pun, Apa yang di alami Lia saat ini adalah aib, hamil tanpa suami, dan tak tega dan tak mungkin Fani beritahu Dimas hal ini.
__ADS_1
•••
Sementara di tempat lain.
Lia membawa ayah nya untuk berobat di temani ibu nya.
"Li, Ini uang yang Ibu simpan, pake ini saja buat berobat Bapak. ini pasti cukup kan."Bu Ani memberikan segulung uang yang ia ikat dengan karet pada Lia.
"Bu, Lia ada uang nya, jangan khawatir, itu Ibu simpan saja. lagian Lia kerja bukan untuk Lia sendiri aja Bu, tapi untuk ibu dan Bapak juga."Tutur nya.
Bu Ani tersenyum menatap putri nya dengan bangga pada putri nya.
Setelah bertemu dengan dokter, ayah Lia pun di harus kan untuk di rawat inap karena tubuhnya yang lemah dan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Di sepanjang menemani Ayah nya, Lia terus melamun, memikirkan apa ia akan mengunakan uang dari Arga atau tidak.
•••
Hi Teman-teman.
Bantu Like dan Vote nya ya Teman-teman. Biar Author tambah semangat buat Update setiap hari. tinggalkan komentar kalian, Supaya Author tahu ni, kalian suka dengan cerita ini.
__ADS_1
Terima kasih banyak ya 🤗🙏
selalu jaga kesehatan ya semua