Sang Buah Hati

Sang Buah Hati
40 - Pujian


__ADS_3

Lia menghampiri Arga yang tampak duduk di meja makan, Arga tampak mengambil makanan yang tersedia di atas meja.


"Makan nya lahap sekali, Apa dia kelaparan?." Batin Lia.


"Duduk." ucap Arga membuat Lia menelan Saliva nya dan duduk.


"Ayo makan." Ucap Arga.


"Sekertaris Robi, kenapa anda tidak makan?." Tanya Lia.


"Saya sudah makan Nona."Balas Robi.


"Aku juga sudah makan Tuan." Balas Lia.


Arga berhenti menyuapi makanan ke mulut nya dan menatap Lia. "Kalau aku meminta mu untuk makan, berarti kau harus makan tanpa menolak."ucap Arga.


"Egois sekali." Ucap Lia dengan suara pelan. sembari memperbaiki duduk nya dengan kesal nya.


"Aku mendengarnya." Ucap Arga. membuat Lia menunduk dan menelan Saliva, padahal suara nya sudah volume terkecil, keluhan untuk ia dengar sendiri.


Lia pun tak ingin membuat Arga marah, lekas ia membalikan piring dan makan. Sesekali Lia melihat ke arah Arga yang makan tampak lahap.


"Apa kah seenak itu??" Batin Lia.


"Atau dia tak makan beberapa hari ini?." kata nya lagi di dalam hati nya.


Arga yang selesai makan lebih dulu meneguk air sembari melihat Lia yang tampak enggan untuk makan.

__ADS_1


"Apa kau tidak bisa makan dengan serius?." Tanya Arga.


"Aku tidak nafsu makan tuan."Ucap Lia.


"Makanan seenak ini?, Kau membuatku sia-sia memanggil pembantu untuk memasakkan untuk mu."Ucap Arga.


Mendengar hal itu Lia lansung tersenyum kecil. Arga pun mengerutkan kening nya melihat Lia yang tersenyum tiba-tiba seperti ejekan untuk nya.


"Apa itu enak tuan?." Tanya Lia.


"Iya, kenapa?, Ada yang salah?." Tanya Arga. Robi yang berdiri di belakang Arga pun ikut menatap Lia, seolah menunggu jawaban Lia atas pertanyaan Arga.


"Tidak ada yang salah Tuan, cuman saya senang anda menyukai masakan saya."Ucap Lia.


Arga mendengar itu lansung tercenung menatap Lia dengan heran, Sementara Robi tampak tersenyum mendengar hal itu. terlihat Arga pun mulai salah tingkah namun masih menjaga images nya di depan Lia.


"Oh aku tak menyangka kau pandai memasak."Balas Arga. Lia semakin percaya diri dengan senyuman nya.


"Tapi kau harus lebih banyak belajar, ini masih tidak begitu enak. aku hanya kebetulan lapar saja."lanjut pria lagi, sontak menghilangkan senyuman di wajah Lia saat itu juga, berubah kecut.


"Cepat habiskan makanan mu." Kata Arg lagi.


"Hm.." Balas Lia.


"Aku akan ke kantor dulu."Arga lekas berdiri dari duduk nya. mata Lia pun ikut tubuh Arga bergerak.


"apa dia pamit pada ku?." Batin Lia.

__ADS_1


Arga pun lalu berjalan keluar dari rumah itu, Robi sebelum mengikuti Arga menundukkan kepala pada Lia, pamit sebelum pergi, Lia pun ikut menundukkan kepala membalas nya.


Arga duduk di mobil dan menghela nafas berat. "Ada apa Bos?." Tanya Robi.


"Perutku terasa kenyang Robi, Dada ku terasa sesak."


"Karena anda makan terlalu kenyang bos."


"Iya, entah kenapa begitu lahap aku makan, padahal itu makanan biasa."Balas Arga.


"Terkadang makanan kampung itu enak bos."Balas Robi.


Arga tersenyum."Iya, Itu enak, harus ku akui."Balas Arga, Robi tersenyum mendengar nya.


Setelah ia menyadari pujian keluar dari mulut, Arga pun lekas salah tingkah di depan Robi.


"Ayo jalan, tunggu apa lagi." Tegas nya untuk menutup rasa malu nya.


"Baik Bos."Balas Robi masih dengan senyuman kecil nya.


•••


Hi Teman-teman.


Bantu Like dan Vote nya ya Teman-teman. Biar Author tambah semangat buat Update setiap hari. tinggalkan komentar kalian, Supaya Author tahu ni, kalian suka dengan cerita ini.


Terima kasih banyak ya 🤗🙏

__ADS_1


selalu jaga kesehatan ya semua


__ADS_2