Sang Buah Hati

Sang Buah Hati
16 - Sebuah Cek


__ADS_3

"Tuan Arga mencari mu."


"Tuan Arga?, Aku tidak kenal."Ucap Lia.


"Li, kau sudah berapa lama bekerja di bar, masih tidak kenal Arga, Dia itu bos kita, laki-laki yang kau antar ke kamar kemarin."Ucap Sofia.


Lia mendengar pun seolah tersetrum kembali, ia menjadi sedih ketika mengingat kejadian malam itu.


"Kamu buat salah apa sih Li, kok Bos Arga sampai cari kamu ke bar, dia juga minta alamat kamu, meski aku tahu alamat mu, aku jawab gak tahu aja, soal nya aku takut Li."Ucap Sofia lagi dengan mata yang masih mengantuk.


"Dia mencari ku?."


"Iya, aku dengar dia meminta sekertaris nya untuk mencari rumah mu Li, seperti nya dia akan menemui mu, kau harus bersiap."


"Tapi kau belum menjawab pertanyaan ku, kau ada salah apa?." Tanya Sofia.


Lia terdiam.


"Ya sudah kalau gak bisa cerita, Tapi kalau ada apa-apa, kamu harus hubungi aku ya Li." Sofia yang mendengar Lia yang terdiam.


"Iya, makasih ya Fi." Balas Lia. lalu mematikan sambungan telefon.


Saat baru saja selesai menutup telefon dari Sofia, Seseorang mengetuk pintu rumah nya, Lia yang hanya sendirian di rumah menelan Saliva nya, ia takut kalau itu benaran Arga yang mencari nya.

__ADS_1


"Kenapa dia mencari ku, Apa yang dia mau?, Aku tidak menuntut apa pun dengan nya, kenapa dia masih menganggu ku."Batin Lia memikirkan perkataan Sofia, kalau Arga tengah mencari nya.


Lia perlahan berjalan ke pintu utama, Memgangi ganggang pintu sebelum tekad nya membuka pintu ia lakukan.


Saat terbuka, Lia menghela nafas lega saat yang ada di depan pintu itu kurir pengantar paket.


"Maaf Mbak, Antar pake Fani oktavianti." Ucap Kurir.


"Iya Mas, saya teman nya."Balas Lia.


Setelah menerima paket, Lia pun kembali menutup pintu, baru beberapa langkah ia berjalan pergi, ketukan kembali terdengar, Lia pun kembali membuka pintu mengira itu kurir, namun saat terbuka, Lia terkejut saat yang ada di depan nya itu Arga dan sekertarisnya Robi.


"Kamu..." Lia tidak menyangka Arga akan datang secepat ini, Bahkan Ia sudah berfikir untuk pindah saja dari si i, menghindari dari Arga.


Lia mengangguk ragu, namun ia tidak mungkin mengatakan tidak pada tamu yang datang, apa lagi itu adalah bos tempat ia bekerja.


"Silakan."


Arga pun masuk ke dalam sementara Robi menunggu di luar. Lia berjalan perlahan ke sofa, sementara Arga mengikuti dari belakang.


Lia menundukkan wajah nya tak berani menatap Arga. sementara Arga tak mengalihkan pandangan nya pada wanita itu.


"Tentang malam itu, Saya ingin bertanya pada mu, Apa Saya melakukan hal buruk pada mu?." Arga memulai pembicaraan lansung pada topik nya.

__ADS_1


"Pertanyaan macam apa itu?, apa dia tidak mengingat nya?." Batin Lia.


"saya tidak mengingat tentang itu, tapi saya tahu ada sesuatu yang telah terjadi."Ucap Arga. Lia masih diam.


"Saya akan menikah Bulan Depan, dan saya tidak tahu harus bagaimana dengan Kamu."Ucap Arga lagi. Hati Lia seolah di remas oleh pria di hadapan nya itu.


"Semua sudah terjadi Tuan, Lupakan saja, saya tidak akan mengatakan apa-apa pada siapa pun."Ucap Lia.


Arga mendengar hal itu tentu saja tidak semudah itu Arga percaya dengan Lia, orang yang baru saja ia kenal, mungkin suatu saat Lia akan menjadikan ini sebagai Boomerang dan menghancurkan nya.


Arga lalu sebuah cek kosong dan memberikan pada Lia. "Saya tidak mau di bilang jahat karena tidak bertanggung jawab pada mu, Tapi saya juga tidak bisa menikahi anda, Sebagai gantinya, ambil ini dan tulis berapa yang kamu inginkan."Ujar Arga.


Lia meremas jemari nya melihat cek yang di tawarkan Arga di depan nya.


•••


Hi Teman-teman.


Bantu Like dan Vote nya ya Teman-teman. Biar Author tambah semangat buat Update setiap hari. tinggalkan komentar kalian, Supaya Author tahu ni, kalian suka dengan cerita ini.


Terima kasih banyak ya 🤗🙏


selalu jaga kesehatan ya semua

__ADS_1


__ADS_2