SANG DERMAWAN

SANG DERMAWAN
EPISODE 10


__ADS_3

Saat makanan datang, Bu Dian nampak tersenyum dan air liurnya hampir menetes melihat makanan itu. Sementara Celline langsung memakan makanannya dengan lahap. Mereka pun mulai makan, begitu juga dengan Darma melanjutkan makannya yang tadi sempat terhenti karena ia melihat ibunya.


Setelah makan


"Enak makanannya buk?"tanya Darma pada Bu Dian.


"Enak nak, ibu udah lama gak makan makanan seenak ini."ujar Bu Dian menatap putranya itu.


"Gimana makanannya dek?"tanya Darma.


"Enak bang,"ujar Celline tersenyum malu.


"Syukurlah kalau begitu, mama mau bungkus gak?"tanya Darma pada Bu Dian.


"Terserah kamu aja nak,"ujar Bu Dian tersenyum pada Darma.


"Mba!"panggil Darma pada pelayan tadi.


Pelayan tadi pun datang menghampiri mereka.


"Ada apa mas?mau bayar?"tanya wanita itu.


"Bukan mba, saya mau bungkus."ujar Darma.


"Owh gitu, sebentar ya mas!"ujarnya lalu berjalan ke arah kasir.


Ia pun kembali dengan membawa buku nota.


"Mau pesen apa?"tanya wanita itu.


"Mau pesen pesen apa dek biar dibungkus?"tanya Bu Dian pada Celline.


"Emmm ini(ayam goreng), ini(telur dadar berbentuk segitiga), sama ini(sop daging) buk."ujar Celline menunjuk gambar yang ada pada daftar menu.


"Oke, pake nasi dek?"tanya pelayan itu tersenyum pada Celline.


"Mau pake nasi gak?"tanya Bu Dian pada Celline.


Celline pun mengangguk.


"Ibu gak pesen?"tanya Darma pada Bu Dian.


"Emmm ibu mau ayam rendang,tahu tempe bacem, sama sayur kangkung saos tiram pake nasi."ujar Bu Dian.


"Baik, mas nya mau bungkus?"tanya pelayan itu pada Darma.


"Gak mba,"ujar Darma menggelengkan kepalanya.


"Baik, tunggu sebentar ya mas buk."ujarnya pergi ke tempat proses pembuatan makanan itu.


"Gak nyangka ya buk, akhirnya ketemu di sini."ujar Darma.


"Iya nak, maaf ya nak. Dulu ibu bukan bermaksud mau ninggalin kamu dan sebenarnya ibu mau membawa-


"Iya buk gak apa-apa, Darma tau kok buk. Ayah yang bersikeras mau membawa Darma walaupun akhirnya dibuang juga."ujar Darma lalu ia meminum es tehnya.


Beberapa menit kemudian


"Ini makanannya mas,"ujar wanita itu memberikan kantong plastik merah berukuran sedang dengan isi makanan yang akan dibungkus tadi.


"Berapa semuanya mba?"tanya Darma mengeluarkan dompetnya.


"Ini struknya mas,"ujar wanita itu memberikan kertas putih kecil berisikan harga-harga makanan yang dipesan tadi.


ISI KERTAS PUTIH:


Keterangan makanan Jumlah Harga


Makan di tempat


Nasi putih 4 24.000


Ayam Rendang 1 12.000


Sambal terasi hijau 1 10.000


Ayam goreng 1 11.000

__ADS_1


Sambel merah biasa 1 5.000


Sayur cap chai 1 16.000


Lele goreng 1 16.000


Sayur kangkung saos tiram 2 32.000


Sambal setan merah 1 10.000


Air mineral 1 2.000


Jus mangga 1 17.000


Jus timun 1 13.000


Bungkus


Nasi putih 2 12.000


Telur dadar 1 5.000


Ayam goreng 1 11.000


Tahu+tempe bacem 2 3.000


Ayam Rendang 1 12.000


Sayur kangkung saos tiram 1 16.000


Total: 224.000


Darma pun menyerahkan uang 300 dan menunggu ia menunggu kembaliannya. Wanita tadi pun datang membawa kembalian uang Darma.


"Ini mas kembaliannya,"ujar wanita itu menyerahkan uang sebesar 76 ribu.


"Terimakasih mba,"ujar Darma tersenyum pada wanita itu.


Lalu wanita itu pun pergi dan Darma juga berdiri.


"Ayo!"ujar ibunya mengikuti Darma.


Darma pun menaruh uang 76.000 ribu tadi ke kotak amal. Setelah itu, Darma, ibunya, dan adik angkatnya pergi menuju ke parkiran.


[Bloop]


[Hadiah sedekah: 76.000×5\=380.000]


[Total Saldo: 30.260.000]


Lalu tukang parkir pun membantu Darma untuk keluar dari parkiran. Setelah itu Darma memberikan uang 100 ribu kepada tukang parkir itu.


"Waduh, gak ada uang kecil apa mas?gak ada kembalian saya."ujar pria itu.


"Ambil aja mas, makasih mas ya."ujar Darma lalu melajukan motornya ke arah jalan raya.


"Hah, beneran ini. Lumayan nih hahaha, semoga rezeki tambah banyak mas."ujar tukang parkir itu gembira mendapat uang sebanyak itu.


[Bloop]


[Hadiah sedekah: 100.000×5\=500.000]


[Total Saldo: 30.760.000]


"Itu gak apa-apa kamu kasih uang 100 ribu nak?"tanya Bu Dian pada Darma.


"Gak apa-apa buk, duit Darma masih banyak."ujar Darma.


"Iya, tapi kamu gak boleh boros-boros nak!"ujar Bu Dian.


"Iya buk gpp, berbagi itu gak merugikan kok."ujar Darma.


"Yaudah, terserahmu aja gimana baiknya."ujar Bu Dian.


...


Di rumah Darma

__ADS_1


"Nah, ini rumah Darma buk."ujar Darma berhenti di sebuah rumah sederhana berwarna putih.


"Yaudah, ayo kita masuk!"ujar Bu Dian berjalan ke arah pintu itu.


Darma pun membuka pintu rumah itu dan saat dibuka ternyata isinya kosong atau belum ada isi. Ibunya pun masuk dengan perasaan heran dan bingung.


"Kok kosong nak?"tanya Bu Dian heran dan bingung.


"Owh iya, sini buk. Ini pintu masuknya, rumah Darma bukan di sini."ujar Darma.


"Hah?maksudnya gimana?"tanya Bu Dian.


Darma pun berjalan, memasukan motornya, dan kemudian ia tutup pintu rumahnya.


"Nak, kamu beneran Darma kan?"tanya Bu Dian.


"Iya buk, ini Darma anak ibu."ujar Darma menyimpan kuncinya.


"Ini rumah siapa nak?"tanya Bu Dian ketakutan.


"Rumah Darma buk, tapi ini cuma pintu masuk. Ayo ke dalam buk, biar Darma tunjukan rumah Darma yang sesungguhnya!"ujar Darma masuk ke kamar sebelah kiri.


Bu Dian pun mengikuti Darma dari belakang dengan perasaan takut. Karena ia sudah ada di dalam rumah itu dan harapan untuk bisa kabur sangat kecil.


"Ibu kenapa?kenapa seperti ketakutan gitu?"tanya Darma mendekati ibunya.


"Ja..jangan mendekat, kamu siapa?"tanya Bu Dian.


"Astaga, ini Darma buk. Ibu heran kan kenapa rumah ini kosong dan kenapa Darma ngajak masuk ibu ke sini?"tanya Darma menenangkan ibunya yang ketakutan.


"Iya, kenapa gak ada barang sama sekali di rumah ini dan apa maksud kamu bilang kalau rumah ini cuma pintu masuk?"tanya Bu Dian.


[Pintu masuk]


[Buka] [Tutup]


Darma mengklik pilihan Buka, lalu muncullah pintu berwarna pink dan di sisi kiri kanannya ada cahaya biru.


"Ayo masuk ke rumah Darma bu!"ujar Darma.


Bu Dian sangat terkejut, bingung, heran, dan juga ketakutan karena melihat pemandangan di depannya itu. Bagaimana tidak, siapa yang tak terkejut melihat sebuah dinding yang awalnya kosong melompong tiba-tiba ada pintu berwarna pink dan ada cahaya biru di pinggir-pinggirnya.


"Kalau ibu kaget dan bingung, kita masuk dulu Bu. Nanti Darma jelaskan di dalam tentang semua ini!"ujar Darma masuk ke pintu itu.


Lalu dengan berani dan dalam kondisi percaya, Bu Dian dan Celline masuk juga ke pintu itu. Setelah itu mereka kaget karena berada di sebuah kamar yang sangat bagus. Di jendela juga pemandangannya terlihat luar biasa. Celline berjalan ke arah jendela itu dan tiba-tiba jendelanya memanjang. sebatas dada Celline.


"Aaaa,"ujar Celline mundur.


"Gak apa-apa itu, kalau Celline mau lihat pemandangannya lihat aja!"ujar Darma.


"Wah bagus banget,"ujar Celline kagum dan takjub.


"I..ini dimana nak?"tanya Bu Dian pada Darma.


"Bentar ya buk, Darma tutup dulu pintunya baru nanti kita ngobrol di sofa itu!"ujar Darma.


[Pintu masuk]


[Buka] [Tutup]


Darma pun mengklik pilihan tutup. Lalu pintu itu tertutup dengan sendirinya. Setelah itu Darma pun berbalik ke hadapan ibunya.


"Pi...pintunya kok menutup sendiri?"tanya Bu Dian dengan perasaan campur aduk dan tiba-tiba barang-barangnya jatuh termasuk makanannya. Tiba-tiba dari lantai muncul tangan besi dan menangkap barang-barang itu dan menaruhnya ke meja dekat samping ranjang.


"Aaaaaa, apa itu?"tanya Bu Dian berlari ke belakang Darma.


"Ayo duduk dulu bu di sofa!"ujar Darma menarik tangan ibunya ke sofa.


Lalu mereka pun sudah di sofa dengan keadaan Bu Dian sudah ketakutan.


"Coba jelaskan kita ada dimana?tadi itu pintu apa?dan kenapa tiba-tiba muncul tangan dari bawah?"tanya Bu Dian.


"Jadi gini bu....


Jangan lupa like, komen, subscribe, dan vote kalau suka ya sebanyak-banyaknya. Supaya Author lebih semangat lagi nulisnya.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2