
Setelah menyelesaikan tugasnya, Darma pun pergi ke arah sebuah toko helm untuk membeli helm. Lalu setelah helmnya di beli seharaga 200 ribu, uangnya tersisa 800 ribu. Darma pun menyimpannya dan ia langsung pergi dari tempat itu.
Setelah sampai di lokasi rumah milik Darma yang ada di dunia manusia, ia melihat sebuah gapura dengan tulisan"Kampung kebun". Lalu Darma pun mengikuti jalan paping blok itu. Masuk ke dalam sekitar 100 meter, barulah Darma sampai di titik lokasi yang ada di GPS.
[Anda sudah sampai di tujuan, tujuan anda ada di sebelah kanan]
Darma pun segera mengamati rumah-rumah itu, rumah yang saling berjauhan dan letaknya di belakang gedung kantor. Ia akan tinggal di sebuah kampung dekat pertengahan kota dan daerahnya memang kebun dan hutan. Ntah bagaimana di tengah kota bisa ad tempat yang masih terjaga seperti itu.
Darma pun menolehkan kepalanya ke arah kanan. Ada sebuah rumah type 36 dengan ukuran 9×4 meter bercat putih Rumah itu sekitar 5 meter dari jalan paping blok. Dia pun membawa motornya ke arah rumah itu dan memarkirkannya di halaman rumah yang masih tanah itu.
"Tekno, ini kuncinya mana?"tanya Darma.
[Sebentar tuan, akan tekno ambil dulu.]
"Kenapa gak dari tadi sih?"tanya Darma.
[Hehe maaf tuan, tekno lupa.]
"Lah, bisa juga lupa."ujar Darma.
[Bloop]
[Kunci sudah ada di pintu]
Lalu lewatlah beberapa gadis kampung itu mengenakan baju hitam panjang dan rok batik dari kain. Dua gadis itu sangat cantik-cantik. Satunya berambut panjang,bertubuh kurus, dan memiliki kulit seputih susu. Satunya lagi rambutnya pendek, badan sedikit gemuk,pipi chubby,gigi gingsul, dan berkacamata.
Darma pun menatap mereka lalu Darma tersenyum. Mata Darma seakan menolak untuk tidak melihat mereka, dua gadis itu pun tersenyum lalu mereka berjalan belok ke rumah yang jaraknya cuma 10 meter dari rumah Darma.
"Baru pindah aa?"tanya si gadis yang agak gemuk itu pada Darma.
"I..iya teh, saya baru pindah."ujar Darma.
"Ini rumahnya?"tanya gadis itu.
"Iya teh, ini rumah saya."ujar Darma.
"Owh gitu, yaudah saya masuk dulu ya aa."ujar wanita itu.
"Iya teh,"ujar Darma.
__ADS_1
Darma masih terbayang wajah cantiknya dua gadis itu. Lalu ia pun melihat ke arah pintu dan sudah ada kunci di gagang pirntu itu. Kemudian, Darma pun membukanya dan terlihatlah ruangan yang masih kosong. Darma pun masuk ke dalamnya dan mengecek kondisi rumanhnya.
Rumah ini persis seperti rumah yang pernah ia tinggali 4 tahun yang lalu bersama orang tuanya sebelum bercerai. Rumah ini berlantai keramik,ada ruang tengah,kamar 2 dan ada dapur yang sudah lengkap dengan pencuci piring.
Namun perabotan rumah itu masih harus ia beli. Memang rumah itu hanya sebagai pintu masuk ke dunia teknologi yang juga miliknya. Tapi ia harus tetap membuat rumah itu seolah-olah rumah itu adalah rumah yang normal.
Kamar mandinya seperti kamar mandi normal, namun ada bak mandinya, ada ember di samping kloset jongkok, ada gayung. Peralatannya sudah lengkap tanpa harus ia beli lagi. Tempat alat mandi dan alat mandinya juga sudah lengkap serta sudah tertata rapi di dinding kamar mandi.
Tempat alat mandi itu tersusun rapi di rak besi dekat kamar mandi itu, rak besi yang berbentuk kotak dengan jaring besi kecil sebagai alasnya dan tertancap di dinding kamar mandi itu.
"Wow, kalau gini sih bisa hemat uang sampe beberapa minggu sebelum stok alat mandi habis."ujar Darma menghidupkan keran air. Airnya menyala sangat deras.
Setelah melihat-lihat rumahnya itu, Darma pun memasukan motornya ke ruang tamunya dan kemudian ia mengunci rumahnya.Ia mengambil handphone dan pakaiannya untuk dibawa ke alam tekhnologi.
[Tuan, anda tak perlu membawa bajunya. Di dalam rumah anda sudah ada lemari yang penuh dengan baju anda!]
"Hah?sudah di sediakan?"tanya Darma berhenti di tempat itu.
[Benar tuan, silahkan cek ke lemari tuan di alam tekhnologi!]
"Jadi...aku gak perlu bawa baju dari sini?"tanya Darma.
"Baiklah kalau begitu,"ujar Darma menaruh barangnya dekat gantungan baju di kamar itu.
Lalu ia pun ingin masuk ke rumah mewahnya yang ada di alam tekhnologi miliknya itu. Darma pun masuk ke kamar yang di dalam dan menghadap ke sudut kanan. Setelah itu, ia buka komputer hologramnya dan ia pun mencari menu pintu masuk.
[Pintu masuk]
[Buka] [Tutup]
Darma mengklik buka, dalam sekejap muncul lubang kotak berwarna pink dan sisi kiri kanannya ada cahaya berwarna biru. Lalu Darma pun masuk ke rumahnya itu dan kini ia berada di tempat awal ia masuk tadi. Lalu Darma pun memilih pilihan tutup dan pintu itu pun tertutup lalu menghilang.
Saat Darma melihat ke sekitarnya, alangkah terkejutnya ia ketika melihat rumahnya sangat berbeda dengan sebelumnya. Sebelumnya rumah itu nampak seperti rumah biasa namun mewah, namun kali ini ia melihat sebuah tangga menuju ke lantai atas.
"Kenapa berubah ini rumahnya, perasaan sebelumnya gak ada tangganya?"tanya Darma pada Tekno.
[Karena rumah ini akan bertambah mewah seiring dengan perkembangan levelnya tuan,]
"Rumah ini ada levelnya juga?"tanya Darma heran.
__ADS_1
[Ada tuan, level 2 lantai 2.]
"Owh gitu, berarti kalau level 10?"tanya Darma.
[Lantai 8 dengan kolam renang di lantai 1 dan ada jembatan di tengah kolam itu,]
"Hah?kolam renang?seriusan?"tanya tak menyangka.
[Benar tuan,]
Lalu Darma pun masuk ke lantai atas. Lantai atas adalah ruangan dengan 2 kamar dan di luar kamar adalah ruang kosong. Darma pun tak henti-hentinya kagum pada rumah itu karena baru kali ini ia masuk ke rumah tingkat 2.
Saat ia masuk kamar, kamarnya sangatlah mewah. Peralatannya semuanya canggih dan lampunya adalah lampu bertingkat membentuk segitiga dari atas ke bawah.
Ia pun mendekati ranjangnya yang terlihat sangat mewah itu. Lalu Darma pun menduduki kasur itu dan ia menikmati nyamannya kasur itu.
Namun karena belum mandi, ia pun mandi terlebih dahulu untuk menyegarkan badan. Saat ia masuk, ia sangat-sangat tak percaya. Kamar mandinya sangat luas, di dalamnya ada shower dan bathub. Darma pun menutup pintu kamarnya dan kemudian ia mencari keberadaan gayung dan embernya.
Beberapa kali di cari kesana kemari, tapi tak juga ketemu. Akhirnya Darma pun bingung karena tak ada gayung dan ember di sekitarnya.
"Ini gimana mau mandi tanpa ember?"tanya Darma.
[Tuan, anda bisa mandi di bathub ataupun di shower tuan.]
"Lah, gimana caranya mandi di bathub?bathub yang mana?"tanya Darma.
[Anda bisa mandi di bak besar warna putih yang di dalam kotak kaca itu tuan. Caranya yaitu anda hidupkan airnya sampai memenuhi bathub atau bak mandi keramik putih itu lalu anda tinggal berenang di dalamnya dan membersihkan diri]
"Hah?bisa gitu?"tanya Darma.
[Iya tuan, lalu setelah tuan selesai mandi. Cabut tutup pembuangan airnya, maka airnya akan kering kembali]
"Wiiih keren, cobalah kalau gitu."ujar Darma mencoba yang dikatakan tekno.
Darma pun masuk ke kotak kaca yang di samping-sampingnya ada tirai itu. Kemudian Darma pun mengisi bathub itu sampai penuh. Lalu ia pun mandi dan merasakan nyaman dan nikmatnya jadi orang kaya.
...
Jangan lupa like, komen, subscribe, dan vote kalau suka. Sebanyak-banyaknya ya, supaya author lebih semangat nulisnya!
__ADS_1
Terimakasih