SANG DERMAWAN

SANG DERMAWAN
EPISODE 49


__ADS_3

"Apa maksudmu?kau siapa?"tanya om-om pedofil itu.


"Tekno, analisis orang ini!"ujar Darma pada Tekno.


[Baik tuan]


"Bapak tidak perlu tahu siapa saya, perjodohan ini harus dihentikan!"ujar Darma tegas.


[Identitas:


Nama: Yudha Pangestu


Tempat/tanggal lahir: Sragen, 20 Mei 2057


Umur: 52 tahun


Jenis kelamin: Laki-laki.


Tinggi badan: 160 cm


Berat badan: 69 kg


Status perkawinan: Kawin


Pekerjaan: Pemilik supermarket]


"Ckckck, masih ada istri pun mau nyari lagi. Itupun yang masih dibawah umur, heran liat manusia jaman sekarang."batin Darma geleng kepala.


"Nak, kamu pulang saja. Ini bukan urusanmu, kami gak mau orang luar terlibat akan hal ini."ujar seorang pria berambut klimis, badan kurus, kulit sawo matang, dan berkumis tebal.


"Tenang pak, anak bapak harus lanjut sekolah. Jangan biarkan dia nikah di usia segini!"ujar Darma pada ayah sang gadis.


"Btw ini terjadi perjodohan karena apa?"tanya Darma penasaran.


"Heh, gak usah ikut campur lo. Daripada gue geprek lo di sini, heh anak buah gue yang diluar. Tangkap dia, lo pada ngapain di luar."ujarnya pada anak buahnya.


"Mohon maaf bos, ini beda kelas nih musuhnya."ujar salah satu dari mereka.


"Yudha Pangestu, lahir di Sragen pada tanggal 20 Mei 2097, tinggi 160 cm dan berat 69 kg, status perkawinan adalah menikah dan pekerjaannya adalah pemilik supermarket. Ya gak om?"tanya Darma menatap om-om pedofilia itu.


"Hah ba...bagaimana kau tahu identitas ku, si...siapa kau sebenarnya?"tanya pria itu kaget. Semua orang yang ada disitu pun kaget dan geleng kepala melihat aksi yang dilakukan Darma.


"Hahaha, om gak perlu darimana saya tau. Yang jelas, sekarang sebutkan hutang bapak ini biar saya bayar jumlahnya!"ujar Darma santai.


"Hahaha, sok-sokan jadi pahlawan kemalaman lo. Lo gak akan mampu bayar, eh cil mending lo pergi aja dah ya. Pulang sono ke rumah lo!"ujar om-om pedofilia itu.


"Sebutkan nominalnya om-om pedofil, gak usah kebanyakan bacot!"ujar Darma tersenyum mengejek.


"50 juta, hahaha pasti lo gak punya kan duit segitu. Mending pulang lo, sebelum batas kesabaran gue habis. Kalau gak-


"Apa?om mau apa?cuma 50 juta?cuma segitu doang?"tanya Darma meminum teh yang disediakan untuk om-om pedofil itu.

__ADS_1


"I...iya, pasti lo gak punya. Udahlah cil, lo bukan saingan gue."ujar pria itu.


"Ntar, aku tunjukin uang 1 milyar. Belum pernah liat kan?"tanya Darma lalu ia keluar dari rumah itu dan kemudian ia masuk ke mobilnya untuk mengambil uang.


[Bank Tekno:


Cek saldo➡️


Tarik(minimal 50.000)➡️


Transfer ke Bank Lain➡️]


[Tarik]


[Masukan jumlah uang]


[1.000.000.000]


[Tarik] [Tidak]


Darma mengklik pilihan tarik. Lalu muncul sebuh tas berisi uang melayang di depan Darma.


(Sisa Saldo: 5.003,994,695,000)


Darma pun membawa uangnya ke dalam rumah itu. Ia pun duduk di tempatnya tadi dan ia taruh tas itu di depannya.


"Ini tas isinya uang semua, ini buktinya."ujar Darma membuka tas itu lalu menuangkan uang itu ke lantai.


Darma pun mengambil 5 gepok uang itu dan 95 gepoknya lagi ia taruh di tasnya kembali.


"Ini ada 100 gepok uang 10 juta, kalau ditotalkan jumlahnya 1 Milyar. Berapa tadi?50 juta?"tanya Darma.


"100 juta,"ujarnya berbohong.


[Dia berbohong tuan, utangnya hanya 50 juta]


"Heh pedofil penipu, tadi katanya 50 juta. Sekarang naik 100, om mau saya kirim ke kuburan apa rumah sakit?"tanya Darma berjalan ke samping om-om cabul itu.


"Ya...tapi aslinya 100 juta,"ujar pedofil itu.


"Memang ada bakat menipunya om ini, tutup pintunya pak biar saya eksekusi dulu orang ini!"ujar Darma pada ayah dari gadis tadi.


Lalu bapak itu pun menutup pintunya. Darma pun melihat ke arah om-om cabul itu dengan tatapan tajam.


"50 atau 100?jujur om!"ujar Darma menarik kerah baju om-om pedofil itu.


"Se..se...


"Bodyguard, tangkap orang ini!"ujar om-om pedofil itu.


"Woi botak, buruan jawab. Kau jawab itu aja pun susah kali, 50 apa 100?"tanya Darma setengah berteriak lalu makin keras menarik kerah baju om-om pedofil itu.

__ADS_1


"Li...lima puluh,"ujarnya karena ketakutan.


"Hadehhh penipu kau memang, nah sana pulang. Gak usah ke sini lagi!"ujar Darma memberikan 5 gepok uang 10 juta itu pada om-om pedofil itu.


[Bloop]


[Hadiah sedekah: 50.000.000×5\=250.000.000]


[Total Saldo: 5.004,244,695,000]


"Oke, hutang lunas. Jangan berutang kalau gak mampu bayar."ujar om-om pedofil itu berdiri lalu ia ingin memukul ayah dari si wanita tadi.


Darma pun menangkap tangannya dan menatap tajam pria itu.


"Aku bilang apa tadi om?balek kan?kenapa masih buat masalah di sini?"tanya Darma.


"I...iya gue pergi, minggir lo!"ujar om-om cabul itu mendorong Darma lalu ia pun pergi dari tempat itu.


"Anak bapak dan ibu sudah aman,"ujar Darma duduk di depan pintu.


"Terimakasih nak, tanpa kamu mungkin anak saya sudah putus sekolah huhuhu."ujar bapak itu memeluk Darma.


"Iya pak sama-sama, saling membantu adalah tugas sesama manusia. Oh iya ngomong-ngomong kenapa berutang sampe 50 juta pak?"tanya Darma pada bapak itu.


"Ibu saya kemaren di operasi nak, jadi saya gak punya uang sebanyak yang diminta dokter. Jadi....ya saya terpaksa berhutang ke dia."ujar bapak itu duduk kembali ke tempatnya.


"Yaudah, gak usah khawatir lagi pak. Anak bapak sekarang sudah aman dari om-om pedofil itu."ujar Darma.


"Terimakasih nak telah menyelamatkan anak kami dan melunasi hutang kami, kami gak tau harus membayar dan membalas budi baiknya Nak....


"Darma buk,"ujar Darma.


"Oh iya nak Darma dengan apa, nak Darma ini seperti malaikat bagi kami. Datang pada saat yang tepat,"ujar ibunya wanita itu.


"Iya buk, saya sangat senang membantu teman sekelas saya waktu kelas 5 SD dulu."ujar Darma menatap wanita bernama Amel itu.


Amel langsung menatap Darma karena ia terkejut dengan pengakuan Darma.


"Hah?nak Darma dulu sekelas dengan Amel?"tanya ibunya Amel.


"Iya buk, kamu masih inget sama aku Mel?"tanya Darma menatap Amel.


"Eeeh...hiks kayak pernah liat dan kayak pernah ketemu,"ujar Amel mencoba mengingat.


"Aku Darma si culun, dulu aku sering dibully sama preman SD kelas 6A."ujar Darma memberikan clue.


"Siculun....owh Darma yang-


"Pak, kita ke kamar aja. Biarkan mereka ngobrol di sini!"ujar ibunya Amel menarik suaminya itu.


"Eh, gpp bu pak di sini aja!"ujar Amel malu karena dia akan ditinggal bersama seorang pria.

__ADS_1


Bapak dan ibunya Amel pun masuk ke kamar mereka. Tinggal lah Amel dan Darma berdua di ruang tengah. Merekapun mengobrol mengingat masa-masa saat masih SD.


__ADS_2