SANG DERMAWAN

SANG DERMAWAN
EPISODE 35


__ADS_3

"Sayang, yang bangun yang makan dulu!"ujar Sandra membangunkan Darma yang masih tidur di kursi belajar milik Sandra.


"Ehh, jam berapa?"tanya Darma lalu ia menguap.


"Jam 7 malam,"ujar Sandra.


"Owh jam 7,"ujar Darma lalu ia kembali tidur.


"Ihh bangun sayang, udah malam ini. Mandi dulu trus baru makan, makanan udah dimasak tuh!"ujar Sandra.


"Iya, 5 menit lagi ya. Aku masih ngantuk!"ujar Darma kembali tidur.


"Oke, 5 menit ya."ujar Sandra pergi dari tempat itu.


Darma kembali tertidur karena ia berada dalam keadaan ngantuk berat.


30 menit kemudian


"Ihh yang, udah setengah jam loh. Ayo bangun, makanannya udah dingin tuh!"ujar Sandra menggoyangkan bahu Darma.


"Hah?setengah jam ?hehe sorry."ujar Darma cengengesan.


"Yaudah, buruan mandi trus makan!"ujar Sandra pada Darma.


"Iya bentar-bentar,"ujar Darma membuka matanya lalu ia pun langsung berjalan ke kamar mandi.


Setelah mandi, Darma pun mengambil piring dan kemudian ia ambil nasi dan lauknya.


"Kamu mau ngapain?"tanya Sandra tiba-tiba muncul.


"Mau makan,"ujar Darma mengambil nasinya.


"Udah, biar aku aja yang ngambilin!"ujar Sandra berjalan ke arah Darma.


"Kamu istirahat aja ya, gak usah banyak gerak. Ibu hamil itu harus banyak istirahat."ujar Darma merangkul istrinya lalu ia antar istrinya ke kamar mereka.


"Tapi aku kan istri kamu, aku harus melayanimu."ujar Sandra masih bersikeras.


"Istirahat aja di sini, gak usah banyak gerak. Nurut sama suami!"ujar Darma lalu ia pergi.


Hati Sandra sangat berbunga-bunga saat ini. Perlakuan Darma padanya membuatnya merasa nyaman dan bahagia.


"Aku menyesal memberikan mahkotaku pada si penghianat itu, maafkan aku suamiku. Seharusnya mahkotaku adalah milikmu, namun kamu yang dapat hasil orang lain dan kamu mau menafkahi dan merawatku hiks hiks."ujar Sandra merasa bersalah karena orang lain yang baru bersamanya justru itulah yang paling baik kepadanya.


Darma pun makan dengan lahap masakan ibunya. Masakan itu kembali ia rasakan setelah 4 tahun masakan itu tak ia rasakan sama sekali karena ia harus makan makanan dari tong sampah dan mengharap belas kasihan orang lain.


"Gimana rasa masakan ibu?"tanya Bu Dian duduk di depan Darma.


"Enak bu, persis seperti 4 tahun la...lu."ujar Darma mengingat masa-masa itu.


"Ibu tau kamu masih ingat masa itu, ibu merasa sangat bersalah karena membiarkamu ikut dengan ayahmu. Kalau waktu itu sempat dan ibu punya kekuasaan, maka akan ibu ambil dirimu dari ayahmu. Tapi ibu tak punya kuasa ibu minta maaf nak."ujar Bu Dian menunduk dan merasa bersalah.


"Gak apa-apa bu, ibu jangan nangis bu?"ujar Darma memeluk ibunya sambil mengunyah makanan.

__ADS_1


"Hiks hiks, kalau seandainya waktu itu kamu ikut ibu mungkin kamu tak akan makan dari tong sampah."ujar Bu Dian mengelap air matanya.


" Udah bu, yang berlalu biarlah berlalu. Kita ikuti alur masa depan dan kita lihat masa depan aja!"ujar Darma mengelus punggung ibunya lalu ia kembali makan.


Darma pun duduk di kursi depan rumahnya. Dalam kampung itu, rumah satu ke yang lain berjauh-jauhan. Ditemani kopi dan lagu galau serta suara hewan malam membuat Darma nyaman duduk di tempat itu.


"Hai!"ujar Sandra duduk disamping Darma.


"Belum tidur?"tanya Darma merangkul Sandra.


"Belum, mata aku belum mau nutup."ujar Sandra.


"Kenapa?"tanya Darma.


"Soalnya tadi siang udah tidur, jadinya ya gak bisa tidur lagi."ujar Sandra.


"Hmm baiklah kalau gitu,"ujar Darma menatap langit.


Tiba-tiba lewat seorang wanita naik mobil Fortuner hitam. Dia pun melihat Sandra lalu ia memberhentikan mobilnya. Sandra yang melihat itupun langsung menatap mobil tajam mobil itu.


"Lah, siapa ni tiba-tiba berhenti?"tanya Darma bingung.


"Itu...kakakku sama suaminya,"ujar Sandra.


"Hah?serius?"tanya Darma kaget.


Seorang wanita dan seorang pria berjalan ke arah Sandra dan Darma.


"Ka...kakak!"ujar Sandra berdiri.


"Adekku, kemana aja kamu?"tanya wanita itu mendekat ke Sandra.


"Hiks hiks ka...kakak!"ujar Sandra menangis.


Lalu mereka pun berpelukan dan drama perkeluargaan pun dimulai. Dua pria di sampingnya hanya bisa menonton drama perkeluargaan itu.


"Kamu kemana aja?kenapa gak ngabarin kakak hiks hiks?"tanya kakaknya Sandra memarahi Sandra.


"Hiks hiks, a...aku di...u..sir ma...ma sama papa kak. Aku pengen numpang sama kakak tapi aku malu mau ke rumah kakak dalam keadaan hamil tanpa suami hiks hiks."ujar Sandra menangis sampai sesenggukan.


"Ya kamu datang aja, kakak tau itu kecelakaan. Makannya kakak pengen ngajak kamu ke rumah kakak, tapi kakak cari-cari malah gak ketemu kamu."ujar kakaknya Sandra.


"Ma...afin aku kak hiks hiks,"ujar Sandra.


"Udah gak apa-apa hiks, oh iya lo siapanya adek gue?"tanya kakaknya Sandra.


"Saya suaminya Sandra kak,"ujar Darma.


"Loh, katanya cowok bajingan itu pergi. Ini dia bukan yang kamu ceritakan itu?"tanya kakaknya Darma menatap Sandra lalu menatap Darma lagi.


"Hiks bukan kak, dia ini orang yang udah menyelamatkanku saat kemaren aku udah terpuruk. Dia udah nikahin aku dan mau menafkahi, menjaga, dan merawatku sampai aku sembuh."ujar Sandra menatap suaminya itu.


"Owh gitu, kenalin dek. Gue Gina kakaknya Sandra!"ujar Gina mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Darma.

__ADS_1


"Saya Darma kak,"ujar Darma.


"Masuk dulu kak!"ujar Sandra pada kakaknya.


"Ma, ada tamu!"ujar Darma masuk kamar ibu adik angkatnya.


Lalu mereka pun masuk dan duduk di sofa itu.


"Wiih sofa mahal ini,"ujar Gina duduk di sofa yang sangat lembut itu.


"Saya punya toko kak, ini rencana baru mau buka toko."ujar Darma berbohong.


Bu Dian pun berjalan dan menghampiri orang-orang itu.


"Ini siapa ya?"tanya Bu Dian menyipitkan matanya.


"Saya kakaknya Sandra Bu,"ujar Gina.


"Owh gitu, kok tau rumah ini?"tanya Bu Dian.


"Tadi sebenernya kebetulan lewat Bu, tapi saya lihat adik saya di sini dan disampingnya ada cowok. Makannya saya hampiri ke sini."ujar Gina.


"Owh gitu toh, jadi ini mau kemana tujuannya?"tanya Bu Dian.


"Ke rumah temen Bu,"ujar Gina.


Darma dan Sandra membuat minuman di belakang.


"Sayang, itu kopinya kebanyakan. Satu sendok aja cukup!"ujar Sandra melihar Darma yang menuang 2 sendok kopi ke gelas itu.


"Hehe,"ujarnya nyengir kuda.


"Itu gulanya 1 setengah sendok buat abang ipar aku,"ujar Sandra menuang air ke dalam teh milik kakaknya.


Setelah itu merekapun membawa minuman itu ke depan.


"Aduh gak perlu repot-repot, soalnya kami masih mau ada acara di sana."ujar Gina sungkan.


"Owh gitu, nanti aja lagi ke sini kak. Udah dibuatin minumannnya, sambil ngobrol-ngobrol di sini."ujar Sandra menaruh minuman itu di meja.


"Yaudah deh, demi kamu kakak ke sini lagi nanti."ujar Gina.


"Jadi ini mau ke acara itu?"tanya Bu Dian pada Gina dan suaminya.


"Iya bu, kami pergi dulu ya bu. Nanti kami ke sini lagi."ujar Gina menyalim ibu mertua adiknya itu.


Setelah itu merekapun pergi dan Bu Dian mengemas kopi dan teh dimeja itu.


"Eh bu, biar sa-


"Biar ibu aja, kamu lagi hamil gak boleh banyak gerak!"ujar Bu Dian membawa teh dan kopi itu ke belakang.


Lalu Darma dan Sandra pun kembali duduk di luar.

__ADS_1


__ADS_2