SANG DERMAWAN

SANG DERMAWAN
EPISODE 18


__ADS_3

Setelah makan, Darma pun kembali ke kamar dan duduk di sofa.


"Udah selesai makannya sayang?"tanya Sandra duduk di samping Darma.


"Hoaaam, iya nih udah kok."ujar Darma menonton tv.


Keviralannya masih berlanjut. Semua orang masih terus mencari dirinya di seluruh kota itu karena ingin berfoto dengannya.


"Lihat sayang, dirimu sudah sangat terkenal."ujar Sandra pada suaminya.


"Aku gak mau terkenal sebenernya, tapi udah terlanjur terkenal ya sudahlah."ujar Darma.


"Kenapa gak mau?"tanya Sandra pada Darma.


"Ya aku gak mau kalau sampai mereka tau siapa aku, aku hanya ingin membantu dan menolong tanpa diketahui siapapun siapa diriku sebenarnya."ujar Darma menonton film Upin dan Ipin.


"Iya sayang iya aku tau kok,"ujar Sandra memeluk Darma.


Karena mengantuk lama kelamaan Darma pun tertidur dengan memeluk Sandra. Sofa itu otomatis melebar saat tahu bahwa tuannya akan dan dan sedang tidur.


1 jam kemudian


[Bloop]


[Tugas Baru: Selamatkan anak sekolah yang akan di perkosa]


[Sekarang]


Darma pun bangun karena di komputer hologramnya tertulis misi yang harus ia selesaikan.


"Hoaam, aku harus segera pergi."ujar Darma lalu meletakkan kepala Sandra dan melepas pelukan Sandra pelan-pelan dari lengannya.


"Enggh, mau kemana?"tanya Sandra menahan tangan Darma.


"Mau kerja, aku pergi dulu."ujar Darma membuka pintu ke dunia manusia.


Setelah mengubah wajahnya, Darma yang masih mengantuk pun membuka lebar matanya. Ia pun membuka pintu rumah di dunia manusia itu lalu ia keluarkan motornya dan kemudian ia tutup pintu itu.


Darma masih menguap sambil memgikuti GPS tekno. Lokasi pemerkosaan itu sekitar 1 KM jauhnya. Setelah beberapa menit kemudian, Darma pun sampai di sebuah pabrik kosong di daerah perkebunan.


"Hoaaam, cocok sih tempat ini untuk melakukan kejahatan apa pun."ujar Darma mengunci stang motornya lalu ia simpan kunci itu di tas kecil yang selalu ia bawa kemana-mana.


Darma pun berlari dengan kecepatan 60 km/jam mengikuti GPS itu. Lalu Darma pun sampai dan ia disambut oleh 3 orang penjaga berambut gondrong,berwajah seram, dan mengenakan baju hitam.


"Hei apa tujuanmu ke sini?"tanya salah satu dari mereka.


"Ada pemerkosaan di sini kan, ngaku kalian! Kalau gak ngaku nanti bokongnya bisulan."ujar Darma.


"Gak usah bacot, lo pikir kita bodoh!"ujar salah satu dari pria itu.


[Tuan, hajar saja mereka. Wanita itu sudah hampir akan telanjang sempurna!"]


Glekk


"Waduh, bahaya nih. Kalau sampai rudal king masuk ke goa, hancur nanti pembatasnya."ujar Darma panik dengan hal itu.


Lalu tanpa banyak bacot, Darma pun berlari secepat 100 km/jam lalu menendang perut ketiga penjaga itu sampai mereka muntah darah dan tak sadarkan diri karena kuatnya tendangan itu.


Darma pun berlari mengikuti GPS. Saat sampai di sebuah ruangan dengan pintu kayu tertutup rapat, dari dalam terdengar bunyi wanita berteriak.


"Jangan please, aku masih menginginkan kesucianku!!"teriaknya dari dalam.


"Opp dah mau masuk ini nampaknya barang tu,"ujar Darma langsung berlari menghancurkan pintu itu dan menendang pria di depan wanita yang dalam kondisi seperti itu.


"Argghh,"ujar pria itu karena Darma menendangnya sampai membentur dinding dan kepalanya pecah.

__ADS_1


Pria yang satu lagi pun memukul kepala Darma dengan tangannya.


Kretak


Tulangnya patah karena memukul kepala besi. Darma pun menatap pria yang sudah tak mengenakan pakaian itu lalu menendang perutnya.


Bughh


Pria itu pun termundur hingga menabrak dan menembus dinding sebelah.


"Akhh, kau merusak mataku."ujar Darma menutup matanya yang melihat hal tak senonoh.


Darma pun mendengar suara tangisan dari wanita itu, wanita itu menutup tubuhnya dengan baju sekolahnya. Lalu Darma yang tadi sempat melihat sedikit tubuh mulus wanita itu pun langsung menundukan pandangannya.


Kemudian dengan mata yang tertuju ke bawah, Darma menarik pria cabul yang ada di bawah jendela dan sedang meraung kesakitan karena tulang rusuknya patah.


"Huaaa sakit sekali,"ujarnya menahan sakit.


"Heh, kau juga cabul. Kau merusak mataku saja."ujar Darma menyeretnya dengan menarik tangannya.


Pria cabul itu masih mencoba menyentuh bagian kaki si wanita yang mulus itu. Wanita itu pun menendang tangannya sampai jari tangannya patah satu.


"Arggh cewek sialan,"ujarnya menahan sakit sekaligus dua bagian tubuh.


"Pakai pakaianmu, setelah ini kita bawa mereka ke kantor polisi!"ujar Darma berhenti lalu berbicara pada wanita itu.


"Woi kawan, turun kau woi. Nanti aja kalau mau di rumah."batin Darma pada masa depannya itu.


[Bloop]


[Tugas selesai]


[Hadiah:


Uang: 10.000.000


Exp: 100


Exp untuk rumah:200


Poin mutasi: 2%]


Total Keseluruhan


Uang: 279.880.000


Poin: 65


Exp level: 1.150


Exp untuk rumah: 2.800


Poin mutasi: 23%]


Mutasi Tubuh:


Kekuatan(23%)


Kecepatan dan Kelincahan Tubuh(23%)


Kekebalan tubuh(23%)


(Senjata kecil jarak dekat)


Darma pun membawa dua pria itu ke tempat di samping kamar itu agar wanita tadi bisa mengenakan pakaiannya. Setelah agak jauh, Darma pun mengambil cowok yang masih tak mengenakan baju di samping kamar itu dengan menyeretnya lalu menaruhnya di samping pria satu lagi.

__ADS_1


"Woi dua cabul,"ujar Darma agak keras.


"Huaaa bajingan lo, ganti jari sama tulang rusuk gue yang patah ini!"ujar pria bertubuh kurus, rambut di sisir ke samping, dan sepertinya anak orang kaya itu.


Plakk


Darma pun menampar pria itu dan mulai menginterogasinya.


"Heh cabul, udah cabul masih aja berisik. Lo sadar gak yang lo lakuin ini salah."ujar Darma memegang rambut pria itu.


"Huaaa ampun bang, iya gue sadar bang gue sadar kok."ujarnya ketakutan.


"Kenapa lo mau ngambil kesuciannya, hah?"tanya Darma mengeluarkan pisau lalu menempelkannya di jari preman itu.


"Lo...lo...ma..mau ngapain?"tanyanya melihat jarinya yang di atasnya ada pisau itu.


"Cepat jawab jujur, kalau gak jujur gue potong nih jari lo."ujar Darma dengan wajah tajam.


Wanita tadi pun keluar dengan pakaian sekolah. Ia pun mengelap air matanya lalu ia pun menatap Darma dengan pandangan takut.


"Jangan takut, aku akan menyelamatkanmu."ujar Darma tersenyum.


Wanita itu pun tersenyum dan memeluk Darma dari belakang.


"Hiks hiks, terimakasih sudah menyelamatkanku dari hilangnya kesucianku."ujar wanita itu itu memeluk.


"Iya sama-sama, btw kamu bisa ke samping aja gak. Aku takut ada yang bangun nanti kalau kamu nempel terus kayak gini!"ujar Darma pada wanita itu.


"Eh iya maaf hehe aku terlalu senang karena kamu menyelamatkanku,"ujarnya jongkok di samping Darma.


Plak


Plak


Wanita itu menampar dan menjambak rambut pria yang masih bangun itu.


"Hei hei hei tenang nona, dia sudah di tangkap."ujar Darma menahan wanita itu dengan memeluknya.


"Dasar brengsek, cabul, hampir saja kau mengambil mahkotaku dasar baji****."ujarnya ingin memukul pria itu.


"Hei nona sebaiknya kamu telpon polisi supaya mereka ini bisa di tangani polisi!"ujar Darma.


"Baiklah, akan kutelpon ayahku."ujarnya mengambil handphone di dalam tasnya.


"Hah?ayahmu?ayahmu polisi?"tanya Darma heran.


"Perwira tinggi, ayahku jenderal bintang 1."ujar wanita itu.


"Hah?je...jendral?"tanya Darma kaget dan shock mendengarnya.


"Waduh mati aku, aku salah orang."ujar pria tadi masih menangis dan lemas mendengar kalau ayahnya wanita cantik di depan Darma itu adalah seorang jendral.


"Mampus, bakal mati lah kau dihajar bapaknya."ujar Darma dengan tatapan menakut-nakuti.


"Maafkan aku cantik, aku salah eh maksudnya maafkan aku nona. Aku salah karena telah melecehkanmu."ujar preman itu.


Satu pukulan mendarat di pipi preman itu. Kini bertambah yang sakit di tubuhnya. Darma pun geleng kepala dengan hal itu, pasalnya ia juga ada perasaan deg degan karena tadi sempat melihat tubuh indah dari anak sang jendral itu.


"Bodohnya kau bro-bro, anak jendral polisi mau kau perkosa."ujar Darma heran menatap si cabul itu.


Pria itu diam tak berdaya denga kondisi babak belur dan tulang patah. Lalu kini ia harus berurusan dengan jendral polisi.


Jangan lupa like, komen, subscribe, dan vote sebanyak-banyaknya ya!


Supaya author lebih semangat lagi nulisnya.

__ADS_1


Terimakasih:)


__ADS_2