
"Lauknya apo mas?"tanya pria tadi.
"Campur aja bang!"ujar Darma lalu ia meminum kopinya.
"Owh oke siap,"ujarnya mengacungkan jempol.
Melihat lauk yang di pajang di etalase itu, Darma jadi teringat ketika dulu ia hanya bisa menatap makanan itu dari kejauhan. Tiap hari mengais makanan sisa dari tong sampah dan kadang ada juga yang berbaik hati memberikan Darma makanan.
[Bloop]
[Tugas Baru: Selamatkan kucing dan anak kecil yang akan tertabrak kendaraan di jalan raya depan]
[Sekarang]
Darma pun bangun dan langsung berlari. Ia pun langsung melihat kiri dan kanan. Penjual nasi padang yang kaget pun langsung mengejar Darma.
"Bubu!!"teriak seorang anak berlari ke arah jalan raya.
Sebuah mobil dari dua arah juga akan lewat. Kucing itu dengan santainya jalan di tengah jalan itu seakan-akan tak ada apapun. Anak kecil tadi pun berlari lalu ia mendapatkan kucingnya.
Wusshhh
Darma dengan kecepatannya menyelamatkan anak itu dan selamat dari mobil yang melaju itu. Semua orang tertegun, kaget, dan syok melihat hal itu.
Prok prok prok
Semua orang bertepuk tangan karena aksi heroik itu.
[Bloop]
[Tugas selesai]
[Hadiah:
Uang: 15.000.000
Poin: 10
Exp: 200
Exp untuk rumah:300
Poin mutasi: 4%
Total Keseluruhan
Uang: : 1.173.695.000
Poin: 86
Exp level: 2.600
Exp untuk rumah: 4.150
Poin mutasi: 43%]
Mutasi Tubuh:
Kekuatan(43%)
Kecepatan dan Kelincahan Tubuh(43%)
__ADS_1
Kekebalan tubuh(43%)
(Senjata kecil sedang seperti AK 47, Famas, senapan, sniper, dan lain-lain]
"Hah hah hah, hampir aja ketabrak."ujar Darma dengan jantung yang sudah deg-degan.
Darma pun membawa kucing dan anak itu pergi ke tempat tadi yang tadi.
"Kesya!!"panggil seorang ibu berlari menghampiri anaknya.
Darma yang melihat orang tua dari anak itu pun langsung melepaskan anak dan kucing itu dari gendongannya.
"Kamu mau nyulik anak saya ya, dasar penculik."ujar wanita itu menampar Darma.
Plakk
Darma yang tak merasakan apa pun pura-pura merasakan sakitnya tamparan itu dengan ber akting. Ia mengikuti arah tamparan wanita itu dengan posisi mulut menganga. Lalu Darma pun menatap wanita itu.
"Heh, kenapa kamu menamparnya?"tanya seorang pria paruh baya.
"Iya, apa kamu gak tau anakmu dan kucingnya hampir saja tertabrak karena kelalaianmu dalam menjaga anakmu."ujar seorang ibu-ibu.
"Kamu itu gak tau terimakasih ya, gak tau apa-apa malah tiba-tiba nampar orang gitu aja tanpa tau masalahnya."ujar seorang wanita muda.
"Dia menyelamatkan anakmu dan kucingnya anakmu, tapi tanpa tau sebab dan permasalahan tiba-tiba kamu datang nampar dia."ujar seorang wanita ikut protes.
"Ya kan udah jelas dia gendong anakku, dan ngos-ngosan juga tadi. Dia mau lari tadi, tapi dia kaget denger suara gue."ujar wanita itu.
"Kami semua yang ada di sini itu sudah melihat. Karena dirimu membiarkan anakmu pergi tanpa pengawasan, anakmu hampir tertabrak dan pemuda ini menyelamatkannya. Benar atau tidak bapak-bapak ibu-iibu?"ujar seorang pria sepuh membela Darma.
"Benar, dia itu pahlawan!!"ujar semua orang yang ada di tempat itu.
Karena merasa malu, wanita itu pun pergi dan tak mengucapkan terimakasih.
"Terimakasih ya bapak-bapak ibu-ibu karena sudah membela saya,"ujar Darma pada para warga itu.
"Sama-sama mas, kebenaran harus dibela apapun yang terjadi."ujar salah seorang warga.
Setelah itu, mereka pun bubar dari tempat itu dan kembali melakukan aktivitas masing-masing. Darma juga masuk kembali ke dalam untuk menunggu pesanan nasi bungkusnya.
"Abang hebat banget bang, kok bisa selamat dari mobil dengan kecepatan tinggi itu?"tanya laki-laki yang mengejar Darma tadi.
"Iya bang, abang orang sakti ya?"tanya salah seorang wanita.
"Habis ini kami mau foto sama abang ya bang, dunia harus tau kalau super speed yang kedua setelah yang kemaren viral sudah mampir ke sini."ujar pria pemilik tempat itu sambil membungkus makanannya.
"Saya gak sakti, itu tadi hanya hasil latihan dan kebetulan yang pas karena saya bisa terhindar dari mobil itu."ujar Darma lalu ia meminum kopinya.
"Gak mungkin bang, dengan kecepatan mobil tadi mustahil manusia bisa selamat. Tapi abang bisa pindah tempat dari sini ke sana dalam waktu 2 detik saja."ujar pria tadi.
"Nah, apa namanya kalau bukan sakti."ujar wanita tadi.
"Saya gak sakti kok, itu mungkin Yang Maha Pencipta lagi menyelamatkan saya."ujar Darma rendah hati.
"Hmmm, iyolah mas kalau emang gitu."ujar mereka mengalah.
"Yang jelas tadi itu keren mas,"ujar wanita itu dengan mata kagum.
"Masnya keren mas,"ujar salah seorang wanita muda baru masuk dari luar.
"Makasih semuanya atas pujiannya,"ujar Darma berusaha rendah hati.
__ADS_1
"Ayo kita selfie dulu mas!"ujar wanita yang baru datang itu.
Darma hanya diam tanpa melakukan apa pun. Wanita itu pun berselfie dengan Darma beberapa kali, setelah itu ia berterimakasih dan kemudian pergi. Para warga yang melihat pun ikutan juga. Seketika rumah makan Padang itu jadi rame karena para warga yang kagum dan takjub melihat aksi sang hero tadi sangat memukau para warga.
...
"Udah mas nasi bungkusnya,"ujar pria tadi.
"Berapa semuanya bang?"tanya Darma berdiri lalu ia berjalan ke kasir dan
"Ke kasir aja mas!"ujar pria tadi.
Lalu Darma pun ke kasir dan bertemu dengan wanit cantik yang membuat kopi yang bernam Nur tadi.
"Berapa kak?"tanya Darma.
"2.900.000 mas,"ujar Nur tersenyum.
"Ini kak,"ujar Darma memberikan uang 3 juta.
Lalu Nur pun menghitung uang itu dengan cermat.
"Uangnya lebih 100 ribu mas,"ujar Nur menyerahkan uang seratus ribu tadi kepada Darma.
"Ambil aja kak, nanti kalau misalnya ada anak-anak atau siapapun kira-kira membutuhkan makanan bayar pake uang ini aja kak. Jumlahnya sesuai dengan uang ini."ujar Darma memperbaiki tasnya.
[Bloop]
[Hadiah sedekah: 100.000×5\=500.000]
[Total Saldo: 1.174.195.000]
"Owh gitu, yaudah terimakasih ya mas."ujar Nur tersenyum kepada Darma.
"Sama-sama kak,"ujar Darma ingin pergi.
"Eeeeh sebentar mas, jangan pergi dulu!"ujar pria tadi mengambil handphonenya.
"Saya ma-
"Bentar aja kok mas, ndak lamo-lamo sangat."ujar pria itu.
Merekapun berfoto dengan sang pahlawan.
Selesai foto
"Mana bang nasi bungkusnya?"tanya Darma.
"Mau dibawa kemana mas?"tanya dua 2 orang yang telah memegang 2 kantong dengan isi 20 bungkus.
"Ke mobil saya bang,"ujar Darma.
Lalu merekapun membawa nasi bungkus itu dan memindahkannya ke mobil Darma. Setelah itu, Darma mampir ke supermarket untuk membeli air mineral. Lalu ia pun pergi membagikan makanan dan minuman itu sendiri.
Setengah hari kemudian
[Bloop]
[Hadiah sedekah: 2.900.000×5\=14.500.000]
[Total Saldo: 1.188.695.000]
__ADS_1
Darma pun selesai membagikan makanan dan minuman itu. Lalu ia pun membeli minuman dan cemilan dan kemudian ia bersantai di pantai sambil menikmati air kelapa dan siomay di bawah pohon dan dengan pemandangan lautan luas ditemani suara burung dan ombak serta ikan-ikan kecil terlihat berenang kesana kemari saling berkejaran.
Dari kejauhan terlihat kelong-kelong(pondok di tengah laut) bertebaran yang di digunakan nelayan sebagai tempat untuk peternakan ikan dan tempat bersantainya nelayan. Ada juga kelong yang dibuat khusus untuk tujuan wisata dan disewa dengan harga yang lumayan besar.