SANG DERMAWAN

SANG DERMAWAN
EPISODE 61


__ADS_3

Dalam perjalanan ke gudang berikutnya, Darma tak sengaja melihat ada seorang anak sedang di usir oleh karyawan restoran. Anak itu membawa makanan yang sepertinya berasal dari tempat sampah karena terlihat dari kusutnya bungkus makanan itu.


Hal itu menarik perhatian Darma dan kemudian Darma mendatangi tempat itu. Anak itu tampak menangis karena makanannya kini tumpah dan ia berjongkok untuk mengambilnya kembali.


Namun wanita itu menginjak-injak lalu ia ingin menendang anak kecil itu. Darma pun menangkap kaki wanita itu dan menatapnya dengan tatapan tajam. Wanita itu langsung kaget dan ia terlihat ketakutan melihat tatapan Darma.


"Apa salahnya padamu?"tanya Darma menarik anak itu dan memeluknya.


"Dia masuk ke restoran ini, kami tak suka ada orang kotor dan rendahan seperti dia ada di restoran ini."ujar gadis itu ingin menendang anak kecil itu.


"Kasar sekali kau jadi wanita, apa kau tidak diajari menjadi seorang wanita oleh ibumu?"tanya Darma dengan ekpresi jengkel.


"Apa urusanmu dengan itu, kau tak perlu ikut campur dengan urusanku. Orang kotor dan rendahan sepertimu tak cocok di restoran kami. Pergi sana kau pengemis hina."ujar wanita itu.


"Kau bilang dia hina, kau cuma karyawan di sini. Bagus sekali mulutmu, sombong banget jadi orang."ujar Darma mendebat wanita itu


" Heh heh heh ada apa ini?"tanya security.


"Pak, berdasarkan peraturan restoran. Gembel seperti dia di larang masuk, apalagi menginjakkan kaki ke tempat ini. Iiiiuh mana bau banget lagi."ujarnya dengan ekpresi jijik.


"Kamu masuk ke dalam dek?"tanya pak security pada gembel itu.


"Gak pak, saya cuma ngambil makanan di tong sampah aja."ujar gadis kecil itu.


"Yaudah-yaudah semuanya bubar, jangan buat keributan di sini!"ujar bapak itu.


"Jangan terlalu sombong kak jadi orang, inget kak. Hidup gak selamanya di atas."ujar Darma menasehati wanita itu.


"Sok bijak lu,"ujarnya lalu ia pun pergi dari tempat itu.


Satpam tadi juga pergi kembali ke tempatnya.


"Adek laper?"tanya Darma lalu ia jongkok sampai tingginya sama dengan gadis cilik itu.


Gadis cilik itu mengangguk dengan sisa air mata masih ada di pipi.


"Adek mau makan apa?"tanya Darma pada gadis kecil itu.


"Nasi yang enak bang sama itu!"ujarnya menunjuk siomay.


"Ayo kita ke sana, adek mau ikut atau mau nunggu di sini?"tanya Darma pads gadis kecil itu.


"Nunggu aja bang di sini,"ujar gadis kecil itu.


"Oke, adek tunggu sini ya. Abang ambil uang dulu di ATM."ujar Darma pada gadis kecil itu.


Gadis itu pun mengangguk mendengar hal itu. Lalu Darma pun pergi untuk mengambil uang di ATM. Ia mengambil 5 juta untuk jaga-jaga dompet siapa tau nanti ada yang bisa di bantu.


Keikhlasan bercampur kebaikan menghasilkan penggandaan uang. Semakin banyak Darma berbagi, semakin banyak uangnya.


[Saldo dipotong: 5 juta]

__ADS_1


[Sisa Saldo: 1.961.370.995.000]


Setelah mengambil uang, ia pun kembali ke tempat gadis cilik tadi.


"Ayo kita beli yang adek pengen!"ujar Darma.


Gadis itu pun mengangguk. Mereka pun membeli apa yang gadis itu inginkan.


"Mau beli apa mas?"tanya pemuda penjual siomay, batagor, dan bakso goreng itu


"Adek mau pesen apa?"tanya Darma pada gadis itu.


Gadis kecil itu melihat ke arah makanan-makanan yang tersedia di gerobak.


"Mau semuanya boleh om?"tanya gadis kecil itu.


"Boleh, untuk ayah dan ibu ya?"tanya Darma.


Gadis itu pun menggeleng lalu ia diam.


"Atau untuk adek?"tanya Darma.


Gadis itu pun mengangguk. Darma pun akhirnya sadar, bahwa mungkin anak kecil itu nasibnya sama dengannya ketika masih jadi pemulung dulu.


"Bungkus semuanya bang, buat aja per 10 ribu ya pak!"ujar Darma.


"Wah serius ini mas?"tanyanya dengan wajah berbinar.


"Oke siap, duduk dulu mas!"ujarnya memberikan kursi.


Lalu Darma pun duduk sambil memangku anak itu.


"Belum makan dari kapan?"tanya Darma.


"Dari semalam bang,"ujar gadis kecil itu.


"Tinggalnya dimana?"tanya Darma.


"Di rumah kardus om,"ujar anak itu.


"Berdua sama adek?"tanya Darma.


Gadis itu mengangguk.


"Ayah ibu kemana?"tanya Darma pada anak itu.


Tiba-tiba pandangannya tertunduk dan kemudian ia diam. Darma pun memeluknya lalu air mata anak itu jatuh.


"A...ayah ibu meninggal di tembak pen...ja...hat."ujar gadis itu.


"Hah?ditembak?"tanya Darma kaget.

__ADS_1


"I....hiks iya om, kami lapor polisi. Tapi hiks, laporan kami gak di terima hiks hiks."ujar anak itu.


"Astaga, gak diterima?"tanya Darma.


[Bloop]


[Tugas Baru: Kunjungi rumah kejadian itu dan biarkan tekno mengambil videonya. Setelah itu temukan si pelaku penembakan!]


[Sekarang]


[Tuan, kunjungi rumah itu dan tekno akan mengambil video penembakan yang terjadi beserta wajah orang-orangnya!]


"Langsung jadi misi ya hahaha oke,"ujar Darma.


Setelah membeli siomay, mereka langsung membeli nasi bungkus. Darma membeli 100 bungkus nasi untuk dibagikan sekalian. Setelah itu Darma singgah di minimarket.


"Kita mau ngapain ke sini om?"tanya gadis kecil itu.


"Kita mau beli jajanan untuk kamu dan adikmu, kalau kamu mau minuman ataupun coklat ambil aja!"ujar Darma masuk ke minimarket itu.


Lalu Darma pun berjalan ke arah rak coklat. Ia membeli beberapa untuk di rumahnya. Setelah dari minimarket mereka pun pergi ke lokasi tempat tinggal gadis kecil itu.


30 menit kemudian


Merekapun sampai di lokasi tempat tinggal anak itu. Orang-orang yang ada di tempat itu menatap mobil itu, begitu terkejutnya Darma setelah melihat tempat yang ia kunjungi sekarang adalah wilayah rumahnya saat masih menjadi pemulung.


Para warga masyarakat setempat pun kepo dengan kedatangan mobil itu. Mereka baru kali ini di kunjungi oleh orang dari luar menggunakan mobil.


"Kamu tinggal di sini?"tanya Darma menyetir mobilnya ke arah rumah gadis kecil itu.


"Iya om, eh itu rumah saya om."ujarnya menunjuk rumah kardus yang tak asing di mata Darma.


Lalu Darma pun parkir di depan rumah kardus yang dulunya adalah tempat tinggal Darma. Setelah memarkirkan mobilnya, Darma pun turun lalu mengambil makanan milik gadis kecil itu dari pintu tengah dan ia membawanya menuju rumah kardus gadis itu.


"Hah, sudah 2 minggu lebih ku tinggalkan tempat ini."ujar Darma menatap ke segala arah.


Lalu tiba-tiba datang 3 orang preman yang biasanya menjadi pemalak di tempat it. Darma sangat mengenali mereka karena mereka sering membully dan menghajar Darma sampai babak belur.


"Orang kaya nih bos,"ujar salah satu dari mereka.


"Eh, kayaknya gue kenal nih orang."ujar ketua preman itu menyipitkan matanya.


"Woi, bagi duit. Ini wilayah kami, gak boleh lo masuk ke sini tanpa izin kami!"ujar ketua preman itu.


"Hahaha ngacak dulu, kalian kira aku mau kalian palak kek dulu."ujar Darma tertawa.


"Hahaha ternyata benar, hajar guys. Dia ini yang dulu sering kita hajar di sini, berani dia bilang kek gitu sama kita."ujar ketua preman itu.


Lalu anak buah preman itu pun berjalan ke arah Darma dan...


Bughhh

__ADS_1


Hayoooo penasaran ya selanjutnya apa hahaha


__ADS_2