
Darma, Via, dan adiknya Via sampai di rumah lama mereka. Rumah itu begitu besar dan mewah, Darma sampai menganga melihat besar dan megahnya rumah itu.
Rumah mewah bercat putih dan di depannya ada air mancur. Di sekeliling rumah ada pagar tembok beton yang menjulang tinggi. Darma pun kemudian memarkirkan mobilnya di depan rumah itu.
Rumah itu kini dalam keadaan kosong dan pagarnya terbuka. Darma pun masuk ke dalam dan melihat rumah itu sudah dalam kondisi terbengkalai.
Merekapun masuk ke dalam rumah itu dengan membuka pintunya. Darma dan dua anak kecil tadi pun berjalan ke dalam. Rumah itu kini sudah kosong melompong, sepertinya pada saat setelah itu barang-barangnya disita bank karena ayahnya Via suka meminjam ke bank.
"Pada saat kalian tinggalkan rumah ini memang dalam keadaan kosong begini?"tanya Darma melihat rumah yang sudah dipenuhi sarang laba-laba itu.
"Iya bang. Waktu itu setelah polisi datang ke tempat ini, ada orang dari bank datang bawa om-om jahat pake baju hitam. Mereka ngebentak kami dan mengambil semua barang kami di rumah ini."ujar Via menatap ke tangga rumah tempat ia sering bermain dulu.
"Trus gak ada yang peduli sama kalian?"tanya Darma.
Via menggelengkan kepalanya dengan tanda bahwa memang tak ada yang peduli pada mereka di tempat itu.
"Astaga, jahat sekali mereka. Anak seumuran ini dibiarkan tinggal di jalanan, dunia ini sudah kekurangan orang baik."batin Darma tak menyangka bahwa anak yatim piatu diusir dari rumahnya dan tak ada yang peduli dengan mereka.
Darma pun melihat bekas darah yang masih ada di lantai. Ia pun mendekatinya dan melihat bekas darah itu.
[Bloop]
[Bekas darah di kenali]
[Memulai proses kembali ke masa kejadian]
[1:00:00]
"1 jam waktunya?"tanya Darma pada tekno.
[Iya tuan, waktu anda dihitung mundur selama 1 jam]
"Owh okelah,"ujar Darma mengangguk lalu ia pun berdiri dari jongkoknya.
"Ngapain bang?"tanya Via heran dengan apa yang dilakukan Darma.
"Gak, gak ada ngapa-ngapain kok."ujar Darma tersenyum.
"Itu bekas darah ayah sama bunda,"ujarnya menunjuk bekas darah itu.
Lalu tiba-tiba ekspresinya berubah menjadi sedih dan ia menunduk mengingat masa-masa itu. Darma pun memeluknya lalu mencium keningnya.
"Kamu yang sabar ya, ayah sama bunda udah tenang di alam sana!"ujar Darma memeluk gadis itu.
Via hanya mengangguk dengan ekspresi yang sama namun masih merasakan kesedihan yang mendalam.
"Suka es krim gak?"tanya Darma pada gadis.
"Suka om,"ujar Via.
Darma pun melepas pelukannya.
"Ayo kita beli eskrim sebanyak yang Via mau!"ujar Darma tersenyum.
"Beneran banyak om?"tanya Via dengan senyuman di wajahnya.
"Iya, tapi harus habis. Kalau gak habis mubazir dan gak boleh membuang-buang makanan."ujar Darma pada Via.
"Iya om, Via janji gak akan buang makanan."ujar Via.
"Ya sudah, ayo kita pergi dari sini!"ujar Darma.
__ADS_1
Via pun mengangguk dengan senyuman mengembang di pipi. Setelah itu, mereka pun pergi dari tempat itu.
Di sebuah toko baju
Darma memarkirkan mobilnya di depan tempat parkir mobil itu. Via yang keheranan pun menoleh ke arah Darma.
"Kita mau ngapain om ke tempat ini?"tanya Via menatap Darma.
"Beli baju untuk kamu,"ujar Darma tersenyum.
"Om mau beliin Via baju?"tanyanya dengan ekspresi sumringah.
Darma pun mengangguk dengan senyuman mengembang di pipi.
"Yeyyy, makasih om.Yeye beli baju baru."ujarnya lompat-lompat kegirangan.
Darma pun geleng kepala lalu mereka pun masuk ke dalam toko baju itu.
"Selamat datang di Melinda Fashion, ada yang bisa dibantu?"tanya wanita dengan pakaian hitam dengan nama toko itu di dada sebelah kiri, rambut terurai, postur tubuhnya pendek, kurus, dan langsing. Wajahnya cantik, warna kulit putih, dan berkacamata.
"Ada pakaian seumuran adek ini kak?"tanya Darma menunjuk Via.
Lalu wanita itu menatap Via dan kembali menatap Darma.
"Ada mas, lorong kelima paling ujung ya mas."ujar wanita itu.
[Danger!!]
[Bloop]
[Tugas Baru: Lindungi toko ini dari perampok bersenjata api]
[Sekarang]
Wussshh
Aaaaaaa
(Teriak wanita itu)
"Mas mau ngapain, mau mesum ya. Saya teriak nih mas."ujarnya yang ketakutan lalu ia menutupi tubuhnya dengan tangannya.
"Tutup pintunya dan tunggu sampai aku bilang boleh keluar!"ujar Darma menutup pintu WC itu.
Wanita itu hanya diam dan bingung dengan apa yang terjadi. Beberapa orang perampok bersenjata mendatangi tempat itu langsung berteriak.
"Serahkan semua uang di toko ini!"ujar pria bertopeng Upin Ipin mengenakan baju merah, menyandang tas ransel, dan menodongkan pistol.
"Kau siapa, kenal kita?"tanya Darma berjalan ke tempat kasir.
"Jangan bergerak!"ujarnya menodongkan pistol.
Darma pun diam namun di dalam pikirannya ia bicara.
"Tekno, dia merampok karena apa?"tanya Darma.
[Karena rakus tuan, dia ini preman yang sangat jahat]
"Owh, harus dibantai ini berarti."ujar Darma.
Saat anak buahnya melangkah maju dan ingin mendorong Darma, Darma mendorongnya hingga ia terpental 2 meter.
__ADS_1
"Akhh, sakit."ujarnya karena menabrak dinding.
Yang lain terkejut melihat hal itu, cuma butuh 1 dorongan dari Darma membuat pria itu terpental. Karena hal itu, para preman itu malah menjadi gemetaran.
"Yang lain, a...ambil uangnya cepat!"ujarnya pada anak buahnya yang lain.
"Woi bencong, kau lah sini ambil. Pande nyuruh aja taunya, sini ambil uangnya kalau mau. Cewek apa cowok kau ini, ah payah kau jadi bos. Lemah kau bencong."ujar Darma tersenyum menghina preman itu.
"Jaga mulut lo ya bangsa*, gue tembak ntar mulut lo yang kek bab*(hewan kaki 4 warna pink suka main di lumpur)!"ujar preman itu dengan ekpresi marah.
"Tembak lah sini, berani cakap aja gak berani aksi. Ni ni ni tembak ni tembak. Kau pikir aku takut, nah tembak ni perut aku!"ujar Darma menunjukkan perutnya.
"Kurang ajar, rasain nih bina****,"ujarnya menembakkan pistol itu dan kemudian pelurunya melesat ke arah Darma.
Ting
Pelurunya mental dan ujungnya hancur terkena kulit Darma. Darma sedang mengupil pada saat itu dan saat terkena peluru, ia seperti tak merasakan apa pun dan kepalanya juga tak berbekas.
Ia menganga melihatnya dan ia sangat kaget, shock, dan tak menyangka kalau manusia kebal tembak memang ada. Seketika ia gemetaran dan ia ingin kabur karena ia merasa bahwa Darma bukanlah orang yang bisa ia todong.
Preman itu pun lari dari tempatnya, namun Darma mencegahnya dengan berlari ke tempat preman itu. Setelah preman itu dapat, Darma pun melepaskan senjatanya lalu ia mengunci tangannya.
"Mau kemana kau jagoan, mana senjatamu?"tanya Darma yang sudah mengunci tangan preman itu ke belakang.
"Argghh ampun bang ampun,"ujarnya kesakitan.
Lalu Darma pun mengikat para preman itu dan seperti biasanya yaitu Darma akan menelpon polisi untuk menjemput para preman itu.
[Tugas selesai]
[Hadiah:
Uang: 5.000.000
Poin: 10
Exp: 100
Exp untuk rumah:200
Poin mutasi: 2%
Total Keseluruhan
Uang: : 1.961.385.995.000
Poin: 127
Exp level: 6.149
Exp untuk rumah: 7.859
Poin mutasi: 2%
Mutasi Tubuh:
Kekuatan(97%)
Kecepatan dan Kelincahan Tubuh(97%)
Kekebalan tubuh(97%)
__ADS_1
(Kebal terhadap semua senjata manusia, serangan hewan, bisa atau racun, dan lain-lain)]