SANG DERMAWAN

SANG DERMAWAN
EPISODE 37


__ADS_3

Saat sedang asik-asiknya ngopi, tiba-tiba datang beberapa orang preman. Preman-preman itu pun masuk dan mengancam Darma.


"Hei penghuni baru, kenapa gak laporan dulu sama kami sebelum buka toko disini?"tanya pria itu.


"Emang wajib?"tanya Darma menguap lalu ia lanjut makan gorengan.


"Pake nanya lagi si anyi**, ini daerah kami. Kalau ada apa-apa harus lapor kami!"ujarnya menggebrak meja hingga kopinya tumpah. Dengan reflek kilat, Darma mengambil handphonenya dari meja itu.


"Untung cepet,"ujar Darma yang tadi panik dan sekarang malah tenang.


"Heh, buruan bayar. Kalau gak bayar gue usir lo dari sini!"ujarnya dengan gaya premannya.


"Hoaam, udah numpahin kopi orang. Bukannya minta maaf, malah sekarang minta bayar trus marah-marah. Hadeh, coba kalian duduk dulu!"ujar Darma mengendalikan emosinya sambil makan gorengan yang masih ada.


"Gak usah banyak bacot, buruan bayar!"ujar preman itu dengan tatapan tajam sambil menggenggam kerah baju Darma.


Darma pun ingin meninju preman itu tapi ia hentikan, saat itu juga keluar angin dari tangannya yang membuat preman itu panik dan angin tadi membuatnya munudur.


"Astaga, a...apa itu tadi?"tanyanya memegang wajahnya dan ternyata tak kenapa-kenapa.


Darma hanya diam tanpa menghiraukan mereka, Ia pun duduk di kursinya dengan santai seolah seperti ia sendiri di tempat itu.


"Kenapa bos?"tanya salah satu anak buahnya jongkok.


"Di...dia mukul gue tapi kenapa gak terasa sakit?"tanyanya heran dan seketika ia shock dengan hal itu.


"Gini aja lah, abang udah numpahin kopi aku, trus baju aku udah kusut jadinya. Kalau abang kerja sama aku aja mau gak?"tanya Darma.


"Bacot lo, buruan serahin uang 1 juta!"ujar preman yang juga anak buah dari preman tadi.


"Gaji 3 juta, kerjaan cuma jadi satpam tempat ini dan nanti kalau aku butuh. Kalian bisa bantu aku. Itu kalau kalian mau tapi, kalau gak ya sudah."ujar Darma.


"Hah 3 juta?"tanya bos preman itu.


"Iya, 3 juta cuma jadi security. Kalau kinerja kalian bagus, naik 1 juta."ujar Darma dengan santainya.


"Wiiih boleh juga tuh, gue mau deh."ujar bos preman itu.


"Lah bos, katanya mau malak aja."ujar salah satu anak buahnya.


"Bego, kita malak belum tentu dapat 3 juta. Tapi kalau kita kerja di sini, gaji tiap bulan tuh udah jelas. Masa iya lo lebih nyaman malak orang?"tanya bos preman itu yang sudah tertarik dengan kerjaan itu.


"Iya juga sih, tapi apa kita bertiga kerja sama dia aja?"tanya salah satu anak buahnya.


"Ya boleh tu, 3 juta untuk 1 bulan kan udah bisa buat makan anak istri."ujar yang lain.


"Gue ikut, eh saya mau deh maksudnya bos."ujar ketua preman tadi langsung tunduk pada Darma.


"Abang liat meja ini?"tanya Darma pada pria itu.


"Siap, liat bos."ujar preman itu.


"Cari tissue atau apa pun untuk ngelap meja ini dan kalau kalian mau makan, makan aja tapi tissuenya bawa ke sini dulu!"ujar Darma santai.


"Baik bos, tapi eh....uangnya bos hehe."ujar bos preman itu.


"Nih 100, mau makan kalian silahkan!"ujar Darma menyerahkan uang 100 ribu pada karyawannya itu.


"Oke bos terimakasih, kalian mau ikut kerja sama bos ini gak?"tanya bos preman itu pada anak buahnya.


"Kami ikut bos...eh...mohon maaf nama bos siapa bos?"tanya salah satu anak buah bos preman itu pada Darma.


"Darma Subianto bisa dipanggil Darma,"ujar Darma.


"Permisi!"ujar seorang wanita cantik, tubuh pendek, kulit sawo matang, dan tubuhnya sedikit gemuk.


"Kalian boleh pergi!"ujar Darma pada 3 orang itu.


"Siap bos!!!"ujar ketiga orang itu langsung pergi dari tempat itu.


"Eh...bos!"panggil ketua preman itu.


"Apaan?"tanya Darma menatapnya.

__ADS_1


"Kami minta maaf atas kejadian tadi bos, kami terpaksa malak orang demi bisa bertahan hidup."ujar ketua preman itu.


"Iya bos, kami terpaksa melakukannya."ujar salah satu anak buahnya.


"Iya gak apa-apa, aku tau kalian malak demi bertahan hidup. Tapi apa kalian gak bisa cari kerjaan lain?"tanya Darma.


"Kami cuma tamatan SD bos, sekarang kuli aja tamatannya minimal SMP."ujar salah satu preman itu.


"Iya tapi kenapa gak cari kerja yang gak perlu ada tamatan, tapi yang di butuhkan skill?"tanya Darma.


"Kami gak ada skill selain malak orang bos,"ujar ketua preman itu.


"Tapi jaga keamanan bisa kan?"tanya Darma.


"Bisa bos!!"ujar mereka.


"Oke, kalian boleh pergi."ujar Darma.


"Siap, kami permisi dulu bos."ujar ketua preman itu lalu merekapun pergi.


Lalu Darma pun menutup matanya.


"Tekno, meja ini bisa tekno bersihin gak?"tanya Darma pada Tekno.


[Alat penghisap cairan:


-Bisa menghisap cairan apa pun


-Bentuknya kecil namun pembuangannya ke sungai.


Harga 3 poin]


"Boleh deh sistem,"ujar Darma pada sistem.


"Eh pak,"ujar wanita tadi mencoba memanggil wanita itu.


"Tunggu sebentar!"ujar Darma mengarahkan 5 tangannya ke arah wanita itu.


"Baik pak,"ujar wanita itu menunggu.


[Cara penggunaan:




Bayangkan tempat berair yang diketahui




Setelah cahaya putih muncul di bagian belakang, tekan tombol on untuk mulai menghisap.




Setelah cairan yang dihisap tadi habis, tekan tombol off lalu simpan alat tersebut di penyimpanan yang ada.




Setelah membaca petunjuk penggunaan itu, Darma pun menyimpannya di bawah laci meja itu. Setelah itu, ia pun menatap wanita yang nampaknya bengong itu.


"Mau ngelamar kerja ya?"tanya Darma.


"Iya pak, eh mas atau bang eh apasih?"tanyanya garuk-garuk kepala.


"Bang aja boleh,"ujar Darma.


"Eh iya bang,"ujar wanita itu tersenyum lalu ia pun masuk dan berdiri di depan Darma.

__ADS_1


"Duduk aja!"ujar Darma.


"Terimakasih bang,"ujarnya duduk di kursi yang disediakan Darma.


"Silahkan perkenalkan diri!"ujar Darma pada wanita itu.


"Perkenalkan nama saya Rina Iriana, saya lulusan SMAN 2 kota T."ujar Rina.


Lalu Darma pun membaca berkas lamaran Rina. Setelah itu ia pun mengangguk dan kembali menatap Rina.


"Dari data yang saya baca, kamu pernah kerja di supermarket selama 1 tahun. Besok kamu udah boleh kerja dan untuk gaji 3 per bulan."ujar Darma pada Rina.


"Hah 3 juta bang?"tanya Rina kaget karena di pengumuman hanya disebutkan 1.500.000.


"Iya, kenapa?terlalu kecil?"tanya Darma pada Rina.


"Bu...bukan bang, di pengumuman tadi 1.500.000."ujar Rina masih tak menyangka.


"Memang, saya mau ngetes yang bener-bener mau kerja aja. Jadi jika saya umumkan 1.500.000 dan orang nya mau maka memang dia sangat butuh pekerjaan."ujar Darma.


"Owh gitu, terimakasih bang."ujar Rina dengan wajah bahagia


"Sama-sama, oh iya ada pertanyaan gak?"tanya Darma pada wanita itu.


"Masuk kerja jam berapa dan pulang jam berapa"tanya wanita itu.


"Masuk jam 8:00 pulang jam 5, toleransi keterlambatan hanya sampai pukul 8:15. Kalau lewat ada pemotongan gaji. Trus makam siang di sini aja, gak usah bawa makan dari rumah!"ujar Darma.


"Siap bang, trus ada off atau liburnya gak?"tanya Rina.


"Setiap hari minggu libur dan mungkin kerja hanya 3 minggu saja."ujar Darma.


"Owh gitu, baik bang. Trus pakaiannya apa bang?"tanya wanita itu pada Darma.


"Bebas rapi aja, asalkan pakaiannya tertutup jangan terlalu terbuka!"ujar Darma memberi arahan.


"Siap, berarti mulai besok saya udah bisa kerja ya bang?"tanya Darma.


"Iya, mulai besok sudah mulai datang. Oh iya kalau ada temenku yang mau kerja, suruh ngelamar ke sini aja. Tapi kasih tau gajinya cuma 1.500.000!"ujar Darma.


"Baik bang, yaudah saya pamit dulu bang."ujar Rina pergi dari tempat itu.


"Iya, hati-hati dijalan!"ujar Darma.


Tak beberapa lama kemudian, 3 preman tadi datang dan membawa makanan untuk mereka dan membelikan tissue untuk Darma.


"Ini bos, tadi tissue harganya 12.000 trus nasi semuanya 45.000. Ini kembaliannya bos, tak kami kurangi sedikitpun."ujar ketua preman itu.


Darma pun mengambilnya dan menghitungnya. Jumlahnya pas 143, ternyata para preman itu bisa jujur juga walaupun kelihatannya mereka itu jahat.


"Heh, kalian ke sini!"ujar anak buahnya preman itu.


"Iya bos,"ujar mereka menuruti bosnya.


"Makan di tangga aja, kasian kalian makan di lantai!"ujar Darma pada para preman itu.


"Owh oke boss, terimakasih atas sarannya."ujar ketua preman itu.


"Eh bentar, kalian belum perkenalan diri."ujar Darma pada 3 preman itu.


"Perkenalkan saya Beni bos,"ujar ketua preman itu.


"Saya Bambang bos,"ujar anak buahnya yang berbadan cebol, ikat kepala warna merah, baju preman, dan bertubuh sedikit gemuk.


"Saya Andi bos,"ujar anak buah preman dengan postur tubuh yang sama seperti Beni dan menggunakan ikat kepala warna Hijau.


"Oke, ini Beni, ini Bambang, ini Andi."ujar Darma mencoba mengingat.


"Benar bos,"ujar Beni.


"Oke, kalau mau makan dulu makan aja. Nih air minum ambil aja sebutuh kalian!"ujar Darma pada para karyawan barunya itu.


"Siap terimakasih bos!!!"ujar para karyawannya kompak.

__ADS_1


Merekapun makan di tangga yang mengarah ke lantai 2, sedangkan Darma lanjut main game sambil menunggu ada yang mau ngambil beras atau ada yang mau melamar pekerjaan, atau barang yang ia pesan sudah datang atau belum.


__ADS_2