
Setelah mengantar adiknya pulang, Darma pun mampir sebentar ke supermarket untuk membeli beberapa jajanan untuk karyawannya. Saat sudah di kasir, ia masih harus menunggu. Saat ia menunggu, ia melihat beberapa orang karyawan supermarket itu sedang menempelkan jarinya pada sebuah alat.
Kemudian dari alat itu terdengar suara"TERIMAKASIH". Karena penasaran, ia melihat alat itu dan meneliti setiap bagian alat itu. Tiba-tiba datang seorang pria berbaju kemeja hijau, rambut disisir ke samping, mengenakan sepatu, dan sepertinya orang tionghoa.
"Ada yang bisa kami bantu bang?"tanya pria yang kelihatannya seperti umur 25-30 itu.
"Ini alat apa bang?"tanya Darma pada koko pemilik supermarket itu.
"Ini alat untuk absen, seorang bos bisa memantau jam hadir karyawannya dengan mesin ini. Oleh karena itu, karyawan yang sering terlambat akan ketahuan dengan mesin ini."ujar koko pemilik supermarket itu.
"Owh gitu, cara memakainya gimana bang?"tanya Darma pada koko itu.
Lalu koko itu pun mengajari cara memasukan nama karyawan dan menyimpan sidik jari para karyawan tempat usaha yang ada mesin absen itu.
"Owh gitu, mudah sih cara menggunakannya. Ini beli dimana bang?"tanya Darma pada koko itu.
"Ini beli di toko Makmur Elekronik, harganya paling murah 1 juta dan paling mahal 2 juta."ujar koko itu.
"Hmm okelah, terimakasih bang."ujar Darma.
"Iya sama-sama, abang bos juga?"tanya koko itu pada Darma.
"Ya gitulah bang, usaha kecil-kecilan."ujar Darma.
"Gak apa-apa ho, dari kecil nanti berubah jadi besar."ujar koko itu.
"Iya bang,"ujar Darma mengangguk.
"Yaudah, saya duluan ho. Mau mantau dulu ke sana."ujar koko itu pergi.
"Iya bang,"ujar Darma mengangguk.
Koko itu pun pergi dan kemudian Darma melanjutkan kegiatan antrinya.
Setelah membeli mesin absen/fingerprint itu, Darma pun membawanya ke ruko dan ia juga di temani oleh orang yang akan memasang alat itu. Saat ia sampai, para karyawannya sedang bekerja sambil ngobrol.
"Ekhemm!!"Darma berdehem.
"Eh si bos, hehe udah datang."ujar Miya tersenyum panik.
"Kerja dulu baru ngobrol, nanti malah gak selesai kerjaannya!"ujar Darma lalu pergi ke belakang tempat duduknya.
"Siap bang!"ujar Beni melanjutkan memotong kardus.
"Pasang di sini aja bang!"ujar Darma pada pemasang alat itu.
Kemudian alat itu pun terpasang dan sudah bisa di gunakan.
"Ini untuk abang!"ujar Darma menyerahkan uang 100 ribu pada pemasang alat itu.
"Wah, terimakasih bang."ujar pria itu dengan mata berbinar dan tersenyum pada Darma lalu ia pun pergi dari tempat itu.
[Bloop]
[Hadiah sedekah: 100.000×5\=500.000]
__ADS_1
[Total Saldo:4.999.992.695.000]
"Semuanya ke sini dulu!"ujar Darma pada para karyawannya.
Lalu para karyawannya pun berkumpul di sekitar Darma.
"Oke, udah semua ini?"tanya Darma.
"Udah bang!!"ujar mereka kompak.
"Baik, ini adalah fingerprint. Yang pernah menggunakan alat ini angkat tangan!"ujar Darma pada para karyawan dan karyawatinya itu.
Beberapa orang pun mengangkat tangannya.
"Oke boleh turun dulu tangannya!"ujar Darma pada yang mengangkat tangan tadi.
"Oke, yang udah pernah menggunakan benda ini sudah pasti paham dengan penggunaannya. Coba dijelaskan cara penggunaan benda ini!"ujar Darma pada yang mengangkat tangan tadi.
"Saya aja bang!"ujar Layla.
"Oke Layla, silahkan jelaskan!"ujar Darma pada Layla.
Lalu Layla pun menjelaskan penggunaan fingerprint itu. Setelah menjelaskannya Layla pun kembali ke tempatnya semula. Nama-nama para karyawan tempat bagi sembako itu pun terdaftar.
Setelah itu, merekapun melanjutkan kerjanya masing-masing. Darma pun memantau jam kehadiran para karyawannya melalui handphonenya dan dengan menyambungkan handphonenya dengan fingerprint itu.
"Apalagi yang belum kira-kira?"batin Darma lalu ia menutup matanya.
[Tuan bisa bagi-bagi makanan sekaligus sembako tuan]
"Hah?dua jenis gitu?"tanya Darma.
"Mantep bener, boleh dah kalau gitu."ujar Darma setuju.
[Tuan, anda bisa menyewa 1 ruko lagi untuk tempat makanan ini. Karena tuan bisa menjalankan dua sedekah besar ini sekaligus!]
"Oke Tekno, terimakasih atas sarannya."ujar Darma membuka matanya.
"Selamat siang pak bos,"ujar pak polisi yang sudah sangat dikenal Darma itu.
"Eh bapak, duduk pak duduk!"ujar Darma.
Lalu polisi itu pun duduk.
"Aduh kok rukonya dibuka, tolong tutup dulu!"ujar Darma.
"Lah, ngapain di tutup?mau jualan masa rukonya ditutup?"tanya pak polisi itu.
"Saya gak jualan pak, ini persiapan sedekah besar-besaran."ujar Darma pada polisi itu.
"Hah?sedekah besar-besaran?maksudnya semua barang ini mau di sedekahkan?"tanya polisi itu.
"Iya pak, semua ini akan saya sedekahkan untuk orang yang gak mampu."ujar Darma.
"Wow, luar biasa sekali anda ini. Ini program pemerintah atau partai mana gitu, kan ntar lagi pemilihan kepala daerah?"tanya bapak itu
__ADS_1
"Loh, bukan pak. Ini sedekah dari diri saya sendiri, jadi ya memang ini karena keinginan saya."ujar Darma pada polisi itu.
"Permisi!"ujar seorang wanita paruh baya.
"Iya bu?"tanya Darma.
"Telor sepuluhnya berapa dek?"tanya wanita itu.
"Ambil aja bu, gak usah bayar!"ujar Darma.
"Wah beneran nih?"tanya ibu itu.
"Iya bu,"ujar Darma tersenyum.
"Mita!"panggil Darma pada Mita yang sedang menyusun telor-telor itu.
"Kenapa bang?"tanya Mita mendatangi Darma.
"Kasih ibu itu telor satu papan yang isi 10!"ujar Darma.
"Oke, telor aja bang?"tanya Mitha.
"Iya, soalnya kita gak tau ibu ini orang kaya atau bukan!"ujar Darma.
"Owh oke bang,"ujar Mitha pergi mengambil telor itu lalu memberikannya pada wanita tadi.
[Bloop]
[500 ribu masuk ke rekening]
[Sisa saldo: 4.999.992.695.000]
"Wiiih beneran sedekah,"ujar pak polisi itu tak menyangka.
"Makannya itu pintunya saya tutup pak, saya ingin menyambut orang-orang yang akan mengambil sembako di tempat ini dengam sebaik mungkin pak. Saya gak pengen mereka datang ke tempat ini dengan keadaan tempat ini masih berantakan."ujar Darma mantap.
Plok plok plok
"Anak muda yang sukses, baik, tak sombong, dan menghargai orang yang kurang mampu. Orang seperti anda sangat jarang sekali, anda cocok jadi kepala daerah atau bahkan presiden. Beritahu saya saja jika ingin menjabat menjadi seorang pemimpin negara ini atau pemimpin daerah!"ujar polisi itu kagum dan bangga dengan keberadaan pemuda yang sangat jarang ditemukan seperti Darma.
"Saya gak tertarik memimpin daerah atau negara ini pak, saya lebih tertarik menjadi pimpinan orang-orang di tempat seperti ini."ujar Darma.
"Kenapa?bangsa ini membutuhkan pemuda seperti anda."tanya pak polisi itu.
"Iya pak, saya tau kok. Tapi saya tidak ingin menjadi pemimpin besar, jadi mohon maaf pak. Biarkan saya jadi pemimpin kecil saja."ujar Darma.
"Luar biasa, tapi gajinya besar loh."ujar polisi itu.
"Iya pak, saya tau itu. Tapi kebutuhan saya sudah tercukupi dengan usaha gudang beras saya. Oleh karena itu, saya tak tertarik dengan menjadi pemimpin besar."ujar Darma.
"Mantap anak muda, teruskan perjuanganmu. Bantulah rakyat dengan ikhlas sepenuh hati. Tuhan akan membalas kebaikanmu."ujar polisi itu berdiri.
"Siap terimakasih pak,"ujar Darma juga berdiri.
"Saya pergi dulu, lanjutkan niat baikmu ini!"ujar polisi.
__ADS_1
"Baik pak,"ujar Darma.
Polisi itu pun melangkah keluar dan begitu juga dengan Darma. Ia melangkah untuk menghubungi pemilik ruko sebelah. Setelah menelepon pemilik ruko itu, ia pun masuk ke rukonya kembali karena pemilik ruko itu akan datang besok paginya.