
[Bloop]
[Tugas Baru: Selamatkan seorang gadis SMP yang akan bunuh diri di jembatan]
[Sekarang]
"Hoaaam, harus banget tugasnya tengah malam kayak gini?"tanya Darma menguap.
[Tuan, cepat selamatkan gadis itu. Ojo turu wae tuan(Jangan tidur aja)!"]
"Hahaha bisa bahasa Jawa juga,"ujar Darma berdiri lalu ia pun memakai jaketnya.
"Enggh,mau kemana tengah malem gini?"tanya Sandra.
"Hoaam, ada tugas dadakan dari tekno."ujar Darma mengambil kunci motornya.
"Hati-hati sayang!"ujar Sandra kembali tertidur.
Darma pun segera meluncur ke lokasi bunuh diri itu. Malam yang dingin ia lewati demi menyelamatkan anak SMP. Sekali lagi"ANAK SMP" yang akan bunuh diri. Ntah apa masalahnya, author juga bingung. Intinya ikutin ajalah ceritanya ya!
Setelah sampai di lokasi, Darma pun melihat ke semua arah jembatan itu. Ia menyisir pandangannya, lalu matanya tertuju pada seorang gadis bertubuh pendek dengan tinggi sekitar 145 cm, rambut panjang, memakai baju lengan panjang kotak-kotak hitam putih, dan mengenakan celana jeans.
Ia akan melompat ke bawah, namun Darma dengan sigap menangkapnya dan menariknya ke bawah.
"Huhuhu lepasin aku!lepasin aku!Jangan sentuh aku!aku jijik!lepasin aku!"ujar anak SMP itu dengan gaya seperti sinetron di salah satu siaran tv indonesia.
Krik krik krik....
Darma melepaskannya dan menatapnya dengan tatapan heran bingung dan agak geli melihat kelakuan anak SMP itu. Gadis itu pun lanjut menangis dan ingin kembali melompat.
"Huhuhu, gue mau mati aja. Jangan sentuh gue, please jangan sentuh gue!!"ujarnya ingin naik lagi ke atas.
"Ni bocil cantik tapi agak-agak lain, udah kayak sinetron ini mah."batin Darma heran.
"Heh, kamu kalau ada masalah cerita dek!jangan kaya gini!"ujar Darma menasehati gadis itu.
"Apa urusannya buat lo, sorry ya kita gak kenal huhuhu."ujarnya ingin naik lagi.
"Oke, kamu gak kasihan liat orang tuamu?"tanya Darma.
Gadis itu pun berhenti dan ia langsung mencerna kata-kata Darma. Ia pun diam sejenak dan membayangkan wajah kedua orang tuanya.
"Kalau kamu bunuh diri, apa kamu tega melihat ibu dan ayahmu menangis?"tanya Darma.
Gadis itu masih diam lalu dalam pikirannya ia membayangkan wajah kedua orang tuanya. Terutama ibunya yang paling ia sayangi
"Masa iya gara-gara egoismu kamu mau membuat orang tua yang selama ini udah bekerja keras demi kamu, ibu mu melahirkanmu dan ayahmu yang bekerja untukmu menangis gara-gara tindakan bodohmu ini?"tanya Darma.
"Huhuhu, ayah...ibu.... maafin Dinda."ujarnya langsung terduduk.
Darma pun ikut duduk di samping gadis itu.
"Kamu kalau ada masalah, cerita aja dek. Jangan malah niat bunuh diri, emang gak sayang nyawa?"tanya Darma pada gadis itu.
"Bang hiks hiks!"panggil gadis itu.
"Apaan?"tanya Darma.
"Mau pinjem bahu boleh?"tanya gadis itu.
__ADS_1
"Iya silahkan!"ujar Darma duduk santai.
Gadis itu pun menyandarkan kepalanya ke bahu Darma dan ia peluk lengan Darma.
"Hiks hiks, aku mau curhat boleh gak kak?"tanya gadis itu.
"Boleh, silahkan aja!"ujar Darma mengelus kepalanya.
"Huhuhu a...aku....hiks hiks habis putus kak huhuhuh, kenapa dia kejam banget, disaat aku udah sayang malah minta putus dan itu pun karena cewek lain yang dekat dengan dia."ujar gadis itu.
"Kamu kelas berapa sekarang?"tanya Darma.
"Hiks hiks kelas 7,"ujar gadis itu.
"Umur?"tanya Darma.
"13 tahun kak,"ujar gadis itu.
"Nama kamu siapa?"tanya Darma lagi.
"Din....hiks....da,"ujarnya masih menangis.
"Dek Dinda, abang kasih tau ya dek. Kamu itu masih SMP dan umurmu masih sangat muda, seharusnya kamu fokus belajar. Jangan malah kamu pacaran kayak gini, kalau udah galau seperti ini malah pelajaranmu nanti hancur dan kamu malah mau bunuh diri seperti ini."ujar Darma pada gadis itu.
"Hiks hiks, aku tau kak. Tapi aku sayang sama dia, katanya dia bakal setia sama aku. Eh nyatanya aku diputusin juga."ujar gadis itu.
"Nah makannya jangan pacaran ketika masih sekolah, pacarannya ketemu atau jarak jauh?"tanya Darma.
"Jarak jauh kak, dia di palembang dan aku disini."ujar Dinda.
Darma menganga dan seketika ia ingin ketawa dengan jawaban gadis itu. Namun ia tahan dan langsung ia tanggapi.
"Yakin banget bang, soalnya dia tuh sampe ngirim boneka gitu buat aku. Tapi pas dia ketemu sama cewek yang katanya sahabatnya, dia mutusin aku dan dia lebih memilih cewek itu."ujar Dinda makin menangis.
"Udah udah udah, gini aja dek. Abang kasih tau ya dek, cinta itu tak selamanya indah. Apalagi cinta monyet atau cinta ketika masih sekolah, jangan percaya kalau ada yang bilang aku bakal setia sama kamu sebelum dia melamar kamu."ujar Darma menasehati.
"Lamar?nikah dong?"tanya gadis itu mengangkat kepalanya dari bahu Darma dan dengan tatapan heran.
"Iya, tapi tunggu dewasa nanti dek. Intinya jangan mau pacaran waktu sekolah, abang tau adek mungkin orangnya mudah baper. Tapi jangan jadikan itu kelemahan supaya cowok lain bisa masuk ke hati adek dan menjadikan adek sebagai pacarnya. Pacaran itu bahaya dek, makannya jangan pacaran dulu sebelum menikah!"ujar Darma menjelaskan.
"Hiks hiks hiks, iya abang benar kok. Gue udah ngelakuin hal bodoh karena percaya gitu aja sama cowok buaya itu."ujar Dinda menghapus air matanya.
"Jadi, masih mau pacaran?"tanya Darma.
"Gak tau juga bang, soalnya gue orangnya gampang sayang."ujar Dinda.
"Serius?"tanya Darma.
"Iya, gue kalau dibuat nyaman dikit bakal langsung sayang bang. Gak peduli lo mau jahat, baik, kaya, ataupun miskin. Intinya kalau lo berhasil buat gue nyaman, lo bakal jadi milik gue. Semua yang lo mau akan gue lakuin dan gue kasih termasuk kesucian dan tubuh gue."ujarnya dengan terang-terangan.
"Astaga, gak boleh gitu dek. Kamu harus bisa menjaga kesucianmu, itu milikmu yang paling berharga loh. Masa iya mau kamu serahin ke sembarang orang?"tanya Darma heran.
"Ya....namanya juga hati bang, kalau udah jatuh ya bakal jadi penurut."ujar Dinda.
"Hadeh, intinya kamu jangan mudah percaya sama cowok dek. Kalau misalnya kamu dibuat nyaman, liat dulu orangnya gimana!"ujar Darma mencoba meluruskan.
"Iya bang gue tahu kok, tapi gue bingung cara mencegah supaya hati ini gak mudah nyaman dan sayang."ujar gadis itu membetulkan poninya.
"Iya ini susah sih untuk di rem dan di kontrol, tapi intinya lo jangan mudah percaya sama cowok. Kalau pun kamu udah terlanjur percaya dan nyaman serta sayang juga maka coba liat lagi dan selidiki siapa dia yang sebenarnya!"ujar Darma layaknya dokter cinta.
__ADS_1
"Hiks hiks, iya bang bakal gue lakuin hal itu. Makasih ya bang udah bantuin gue."ujar wanita itu tersenyum.
"Kamu itu cantik dek, banyak cowok yang menginginkanmu. Tapi inget aja kata-kata abang, jika mereka serius maka mereka pasti datang ketika sudah siap dan tujuannya melamarmu bukan memacarimu. Untuk sekarang jangan percaya dulu sama omongan manis cowok, sebaik, seperhatian, dan seroyal apa pun dia jangan mudah baper. Intinya cowok serius itu adalah ketika dia datang ke rumahmu dan melamarmu lalu menikahimu. Kalau cuma ngajak pacaran, jangan percaya!"ujar Darma menjelaskan.
"Iya bang, gue paham kok."ujarnya tersenyum.
"Oke bagus, kalau gitu ayo pulang. Kamu besok sekolah kan?"tanya Darma.
"Libur bang, besok tanggal merah."ujar gadis itu.
"Owh oke, eh yaudah pulang aja kalaupun libur. Ini udah tengah malem, nanti kamu dijahatin sama orang."ujar Darma.
"Iya bang,"ujarnya mengangguk.
"Rumahmu ke arah mana?"tanya Darma.
"Ke sana bang!"ujarnya menunjuk arah Darma lewat tadi.
"Yaudah bareng aja, satu arah juga!"ujar Darma memakai helmnya.
Lalu merekapun pulang bersama.
[Bloop]
[Tugas selesai]
[Hadiah:
Uang: 2.000.000
Poin: 2
Exp: 50
Exp untuk rumah:100
Poin mutasi: 1%
Total Keseluruhan
Uang: : Total Keseluruhan
Uang: : 5.003.994.695.000
Poin: 166
Exp level: 3.850
Exp untuk rumah: 5.650
Poin mutasi: 63%]
Mutasi Tubuh:
Kekuatan(63%)
Kecepatan dan Kelincahan Tubuh(63%)
Kekebalan tubuh(63%)
__ADS_1
(Senjata berat seperti bazooka, meriam, dan lain-lain)]