SANG DERMAWAN

SANG DERMAWAN
EPISODE 11


__ADS_3

Setelah Darma menceritakan awal ia dibawa ke tempat itu, saat ia mendapatkan teknologi canggih, saat ia menyelesaikan tugas, dan saat hidupnya berubah.


"Jadi gitu buk ceritanya,"ujar Darma.


"Seperti cerita sihir, apa kamu pernah bertemu penyihir sebelumnya?"tanya Bu Dian.


"Gak buk,"ujar Darma menggeleng.


[Bloop]


[Tugas Baru: Selamatkan seorang wanita yang akan bunuh diri]


[Sekarang]


"Hadeh, pake acara mau bunuh diri segala lagi. Dasar manusia gak sayang nyawa."batin Darma.


"Bu, kayaknya Darma harus kembali ke dunia manusia lagi. Soalnya ada tugas yang harus Darma selesaikan."ujar Darma berdiri.


"Owh yaudah, hati-hati nak. Tugasnya apa?"tanya Bu Dian.


"Menyelamatkan seorang wanita yang mau bunuh diri bu,"ujar Darma membuka pintu ke dunia manusia.


"Kalau misalnya mau makan, dapur ada di bawah di lantai 1 buk."ujar Darma.


"Iya nak, hati-hati nak."ujar Bu Dian pada Darma.


Darma pun menutup pintu masuk ke dunia tekhnologi itu. Setelah itu, Darma pun membuka kembali pintu rumahnya lalu langsung ia cari lokasi wanita yang akan bunuh diri itu.


Namun seperti biasanya, sebelum pergi bertugas. Darma akan mengubah tampilannya menjadi tampilan tampannya, barulah ia pergi bertugas.


5 menit kemudian


Kini Darma sudah ada di lokasi kejadian. Lokasi kejadian itu ada di sebuah gedung, Darma pun bingung dengan apa yang harus dilakukan.


"Aaaaaaa!!"teriak seorang wanita dari bawah dengan melihat ke atas.


Orang-orang pun juga ikut melihat ke atas pada saat seorang wanita akan jatuh ke bawah. Darma pun menyelamatkan wanita itu dengan menangkapnya.


Wushhhh


(Suara lari kencang yang dilakukan Darma)


Darma pun berhasil menangkap wanita itu.


[Bloop]


[Tugas selesai]


[Hadiah:


Uang: 5.000.000


Poin: 10


Exp: 100


Exp untuk rumah:200


Poin mutasi: 2%]


[Total keseluruhan:


Uang: 34.880.000

__ADS_1


Poin: 43


Exp level: 650


Rumah beserta perabotannya


Exp untuk rumah:1.700


Poin mutasi: 14%]


Mutasi Tubuh:


Kekuatan(14%)


Kecepatan dan Kelincahan Tubuh(14%)


Kekebalan(14%)


(Tangan kosong)


Wanita itu sangat cantik, namun Darma melihat ekspresi sedih dari dirinya. Orang-orang pun bertepuk tangan dengan hal itu. Lalu Darma pun berlari dan membawa wanita itu pergi ke tempat yang agak sepi supaya jauh dari orang-orang.


Saat sampai di tempat sepi tersebut, Darma menurunkan wanita itu dari gendongannya. Lalu wanita itu pun membuka matanya dan melihat sekelilingnya. Ia pun menatap Darma dengan penuh kebingungan.


"Aku ada di surga?"tanya wanita itu dengan polosnya.


"Lah gak, ini masih di dunia."ujar Darma.


"Huaaaa kenapa aku masih hidup?kenapa aku masih hidup?kenapa aku masih hidup?huhuhhu."ujarnya duduk di tempat duduk yang terbuat dari semen itu.


"Emang ada masalah apa?kenapa sampai mau bunuh diri?"tanya Darma pada wanita itu.


"Huaaaa!!"tangisannya semakin kencang.


Darma pun menenangkan wanita itu dengan merangkulnya. Leher wanita itu pun ia sandarkan di bahu Darma yang merangkulnya.


10 menit kemudian


"Udah belum nangisnya?"tanya Darma pada wanita itu.


"Hiks hiks,"ia mengangguk dengan sedikit masih menangis.


"Coba ceritain kenapa kamu bisa sampe mau bunuh diri kayak gini!"ujar Darma menatap wanita itu.


"Hiks hiks, aku di...diputusin setelah dia tau aku hamil."ujar wanita itu kembali menangis.


"Hamil?"tanya Darma menaikan satu alisnya.


"I...iya hiks hiks, dia gak mau mengakui kalau ini anaknya. Dia sekarang kabur ke luar negeri dan gak mau tanggung jawab."ujarnya masih menangis.


Darma pun memeluk wanita itu dan mengelus kepalanya.


"Yang sabar ya, mungkin ini adalah teguran dari tuhan supaya kamu sadar bahwa gak selamanya pacaran itu indah."ujar Darma.


"Hiks hiks, aku mau mati aja sekarang. Aku udah malu, aku udah di usir sama keluargaku, aku udah gak punya siapa-siapa lagi huaaaaa."ujarnya kembali menangis.


"Dimana rumahmu?"tanya Darma.


"Jangan tanyakan itu lagi, mereka udah gak menganggapku ada."ujar wanita itu.


"Tekno, gimana nih?"tanya Darma bingung harus bagaimana.


[Tuan bawa dia ke rumah yang ada di hadiah dan jangan biarkan ia bekerja, jadilah seorang suami untuknya dan rawatlah ia. Maka ini akan menjadi misi tambahan buat tuan dengan hadiah sebagai berikut:

__ADS_1


-Uang 100.000.000


-Gudang beras dan karyawannya


-Exp rumah 1000


-Poin 30


-Exp ke diri sendiri 1000


-Mobil Fortuner]


"Wiih, banyak bener dan besar hadiahnya."ujar Darma dengan mata berbinar dan tak menyangka akan mendapat hadiah sebanyak itu.


[Misi ini adalah misi yang mulia tuan, karena tuan akan merawat ibu hamil dan anak yang dikandungnya]


"Iya sih bener, pantesan aja yak sebesar dan sebanyak ini hadiahnya. Tapi masa iya aku harus berpura-pura jadi suaminya?"tanya Darma.


[Tuan, misi tuan adalah menyelamatkan yang harus di selamatkan. Misi ini adalah salah satu dari semua itu, jadi ketika nanti anaknya sudah lahir maka tuan bisa lepas tangan dan misi ini selesai]


"Waduh, aku kan gak pernah jadi bapak. Jadi nanti aku harus gimana pas misi ini berlangsung?"tanya Darma bingung.


[Tekno akan membantu tuan,]


"Hahaha gitu dong dari tadi, jadi aku gak pusing lagi."ujar Darma lega.


"Huhuhuhu, gue udah gak tau harus kemana dan tinggal dimana."ujar wanita itu.


"Kamu tenang aja, nanti kamu tinggal di rumah aku dan aku akan rawat kamu sampai anak kamu lahir."ujar Darma menatap wanita itu.


"Se...serius?"tanya wanita itu dengan mata berbinar lalu ia mengelap air matanya.


"Iya, tapi setelah anak kamu lahir. Kamu harus hidup mandiri lagi untuk menjaga dan mengurus anakmu."ujar Darma.


"Iya gpp, yang penting sekarang kamu mau menjagaku dan merawatku walaupun kamu bukan ayah dari bayi ini aja aku udah bahagia kok."ujar wanita itu dengan senyuman mengembang di pipinya.


Seketika wajahnya menggambarkan bahwa ia akan semangat untuk menjalani hidup kembali. Karena dukungan, perawatan, dan penjagaan lah yang ia butuhkan saat ini.


"Yaudah, aku ambil motorku dulu ya."ujar Darma berdiri.


"Iya,"ujar wanita itu tersenyum.


"Tekno, ada alat yang bisa di gunakan untuk menjaga wanita ini gak selama aku pergi?"tanya Darma.


[Ada tuan, perisai pelindung seharga 2 poin]


"Beli aja!"ujar Darma.


[Baiklah tuan,]


Lalu sebuah kalung pun muncul dan melayang di depan Darma. Setelah itu Darma pun mengambilnya lalu ia pun berbalik badan.


[Poin di potong 2: Sisa poin 41]


"Ini kamu pakai dulu,"ujar Darma memakaikan kalung berbentuk hati itu pada wanita itu.


"Apa ini?"tanyanya terkejut.


"Pakai saja, anggap aja tanda keseriusanku untuk menjagamu."ujar Darma memasangnya lalu Darma pun pergi.


Setelah pergi Darma pun pergi ke wc dan merubah wajahnya menjadi seperti awal. Yaitu dengan stelan baju kaos merah, celana training biru, berkumis, dan memakai kacamata hitam.


Saat ia pergi, tak akan ada lagi yang mengenalinya dan para wartawan itu tak akan mengetahui bahwa ia sedang lewat di dekat mereka yang sedang sibuk itu.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, subscribe, dan vote ya sebanyak-banyaknya. Supaya author lebih semangat nulisnya!


Terimakasih


__ADS_2