SANG DERMAWAN

SANG DERMAWAN
EPISODE 41


__ADS_3

1 Minggu kemudian


Karyawan Darma dan barang-barangnya sudah lengkap. Darma pun langsung mengarahkan para karyawannya.


"Baik, selamat pagi!"ujar Darma.


"Pagi pak!!"ujar 14 karyawannya.


"Baik, sebelumnya perkenalkan nama saya Darma Subianto. Saya adalah owner Tempat sedekah bersama, jadi ruko ini bukan toko ataupun minimarket. Tapi ruko ini adalah tempat bagi-bagi sembako bagi orang yang membutuhkan. Hari ini kita semua bekerja sama untuk memulai pekerjaan ini. Sebelum saya lanjut, apa ada pertanyaan?"tanya Darma pada karyawannya.


"Pak, mohon izin bertanya."ujar seorang pria dengan pakaian kemeja biru, celana jeans, kulit sawo matang, tinggi 165 cm, dan bertubuh kurus.


"Eh...panggil Bang atau Bos aja biar lebih akrab. Saya belum setua itu kalaupun mau dipanggil bapak."ujar Darma.


"Baik bang, pertanyaan saya adalah apakah di sediakan mess bagi orang-orang perantau seperti kami?"tanya pria itu.


"Iya bang, kami berharap bahwa ada mess supaya kami gak mikirin biaya kost. Karena kami di sini bekerja sambil kuliah dan banyak kebutuhan juga."ujar pria berambut klimis, berkacamata, tinggi 160, berkumis tipis, dan kulit putih.


"Oke, ada lagi?"tanya Darma menatap semua karyawannya.


"Bang, apa kita akan ada baju khusus seperti yang lain. Kan kita bukan berdagang, jadi apa ada seragam khusus untuk kami?"tanya salah satu karyawannya.


"Oke, ada lagi?"tanya Darma menatap karyawannya yang lain.


"Tidak bang!!"ujar mereka serentak.


"Baik, saya jelaskan pertanyaan pertama. Untuk mess, kalian akan saya sewakan tempat tinggal untuk kalian. Untuk sementara, diatas belum bisa di pakai. Pertanyaan kedua, untuk baju seragam akan saya usahakan punya semua. Oleh karena itu untuk sementara gunakan baju biasa aja dulu ya."ujar Darma.


Yang lain pun mengangguk pertanda paham dengan hal itu. Setelah itu, Darma pun menjelaskan kerjaan orang-orang itu. Darma membagi tugas para karyawannya, mulai dari memotong telur menjadi 10 butir dan mengikatnya dengan karet, membungkus gula 10 sak 50 kg menjadi 1 kg dan 1/2 kg, membagi Indomie menjadi 5 pcs per ikatnya, dan lain-lain.


Setelah para karyawannya bekerja, Darma pun duduk sambil menutup matanya.


"Tekno, ada alat untuk mengetahui kondisi ekonomi seseorang gak?"tanya Darma pada Tekno.


[Ada tuan]


[Detektor Keadaan Ekonomi Masyarakat


Berfungsi mendeteksi keadaan ekonomi masyarakat


Harga 10 poin]


"Beli aja Tekno!"ujar Darma pada Tekno.


[Baik tuan]


[Poin di potong:10 Poin ×2\=20 poin]


[Sisa poin: 124]


Tiba-tiba muncul sebuah alat seperti sarung tangan dan di sampingnya ada monitor seukuran handphone.


"Cara menggunakannya gimana?"tanya Darma pada Tekno.


[Cara menggunakan detekor keadaan ekonomi masyarakat



Pasangkan sarung tangan kepada orang yang akan di deteksi


Atur keadaan ekonomi yang akan di deteksi di menu"PENGATURAN"

__ADS_1


Lampu merah adalah keadaan ekonomi orang sesuai dengan yang ada di pengaturan, sedangkan lampu merah sebaliknya.


Jika sudah digunakan, offkan kembali dan simpan di kotaknya supaya tetap awet.]



Darma pun mengangguk karena ia sudah memahami proses pemakaian detektor itu.


...


"Beni, ikut saya!"ujar Darma memanggil Beni.


"Siap bos, ada yang bisa saya bantu?"tanya Beni pada Darma.


"Saya mau ngambil spanduk dan sekalian jemput adik saya, kamu awasin mereka ya. Tapi kamu tetap kerja, jangan mentang-mentang kamu saya suruh ngawas malah gak kerja!"ujar Darma mengambil topinya lalu memakainya.


"Siap bos, aman itu."ujar Beni mengacungkan jempolnya.


"Nanti kalau ada orang yang nanya beras atau sembako di sini bilang aja boleh bayar seikhlasnya atau gak bayar juga gak apa-apa sesuai kebutuhan dia, tapi seleksi dulu dia layak dibantu gak. Kalau dia mau jawab pertanyaan dibuku itu maka dia dapat sembakonya, tapi jika tidak maka jangan berikan atau suruh bayar tapi kasih harga 8 ribu saja per kg nya!"ujar Darma pada Beni.


"Seleksinya gimana bang?"tanya Beni menggaruk kepalanya.


"Itu di buku udah ada daftar pertanyaan, kalau dia bersedia menjawab maka dia memang butuh dibantu. Kalau gak, ya kasih aja berasnya dengan harga 8 ribu per kg nya."ujar Darma.


"Owh gitu, berarti begitu ada orang nanti langsung tawarkan aja bang?"tanya Darma.


"Iya, tapi liat dulu dia pake mobil gak. Kalau pake, daftar harga beras udah saya siapkan di bawah laci. Kalau misalnya ada orang kelihatannya orang biasa, cek dulu pake alat pendeteksi kebohongan itu. Di atas meja juga ada alat pendeteksi keadaan ekonomi rakyat. Bawa sini biar saya ajarin cara menggunakannya!"ujar Darma.


Darma pun mengajarkan cara menggunakan Detektor keadaan ekonomi rakyat itu. Setelah itu Darma pun pergi dan tugasnya sementara akan digantikan Beni.


Darma pun bergerak menuju ke sekolah adiknya. Karena hari ini hari pertama ia bersekolah, maka Darmalah yang akan menjemput Celline.


[Bloop]


[Sekarang]


"GPS Tekno!"ujar Darma pada Tekno.


Lalu GPS tekno pun menunjukan arah tempat kejadian itu. Target dengan tanda merah melaju ke arah Jl. Kakak tua, di sana ada sebuah terowongan yang cukup dalam. Darma pun mengikuti para cabul itu.


Setelah sampai, ia melihat wanita berwajah sangat cantik dengan pakaiannya yang cukup terbuka. Para pria itu pun membawanya masuk dan dari luar, seorang pria bertopeng hitam dengan 3 lobang yaitu 2 Dimata dan 1 di mulut, badan gendut, dan bertato itu membuka sabu celananya.


"Hehh perbuatan cabul tak boleh dibiarkan,"ujar Darma berjalan ke arah tempat itu.


Dua penjaga yang melihatnya pun mencegah Darma.


"Heh, mau kemana?"tanya salah seorang dari mereka.


"Sebaiknya kalian minggir atau kalian gak akan pulang ke rumah, tapi mendekam di penjara!"ujar Darma mengancam.


"Hahaha sok jagoan, bantai!"ujar pria itu mengeluarkan parangnya.


Lalu salah satu dari mereka pun menyerang Darma. Darma menangkap tangannya lalu menendang perutnya, preman itu pun terjatuh dan senjatanya di pegang Darma. Preman satu lagi pun menyerang Darma dan nasibnya sama dengan yang satu lagi.


Darma pun memukul leher dua penjaga pintu itu dan kemudian ia masuk ke dalam goa itu. Di dalam sana, suara gadis itu tedengar menolak dan suara tamparan juga hadir. Sepanjang jalan Darma membabat habis para penjaga lainnya sampai mereka tak sadarkan diri.


Kemudian Darma pun masuk dan wanita tadi sudah setengah telanjang dengan keadaan tangan dan kaki diikat. Di depannya pria gendut itu tampak sedang membuka celananya.


"Woi cabul,"ujar Darma berjalan ke arah pria itu lalu ia menendang pria gendut itu.


Buggh

__ADS_1


"Akhh,"ujarnya termundur dan memegangi perutnya yang sakit.


Lalu Darma pun membuka jaket yang ia pakai lalu ia tutupi tubuh wanita itu. Kemudian ia pun menghajar cabul gendut itu dengan sangat ganas.


"Dasar cabul,"ujar Darma lalu ia memukul perut si cabul gendut itu.


Bughh


"Dasar manusia cabul,"ujar Darma lalu ia menghajar perut preman itu dengan lututnya.


"Akhh anak setan, baru mau enak."ujarnya menahan sakit.


Uhuk uhuk


"Bacot kau cabul,"ujar Darma menampar pipi pria gendut cabul itu.


Plakkk


Bughh


(Serangan ke arah punggung)


Cabul gendut itu pun tak sadarkan diri. Setelah itu Darma membuka tali yang mengikat wanita itu. Ia juga membuka ikatan di mulut wanita itu.


"Pakai bajumu, setelah itu keluarlah dari sini!"ujar Darma pada wanita itu lalu ia menarik badan cabul gendut itu.


[Bloop]


[Tugas selesai]


[Hadiah:


Uang: 10.000.000


Poin: 20


Exp: 200


Exp untuk rumah:300


Poin mutasi: 3%


Total Keseluruhan


Uang: : 4.999.992.195.000


Poin: 164


Exp level: 3.800


Exp untuk rumah: 5.550


Poin mutasi: 62%]


Mutasi Tubuh:


Kekuatan(62%)


Kecepatan dan Kelincahan Tubuh(62%)


Kekebalan tubuh(62%)

__ADS_1


(Senjata berat seperti bazooka, meriam, dan lain-lain)]


__ADS_2