
Darma pun kembali dalam keadaan mata yang sudah tak mengantuk. Lalu ia pun masuk ke rumahnya dan kemudian mengunci rumahnya.
Ia pun masuk ke kamar dan melihat Sandra masih terlelap. Darma pun duduk kembali di ranjangnya.
"Darimana kamu?"tanya Sandra memeluk Darma.
"Menyelesaikan tugas dari tekno,"ujar Darma jujur lalu ia membuka komputer.
"Owh oke,"ujar Sandra lalu ia kembali tidur.
Darma pun membuka komputer hologramnya itu. Ia memilih menu profil sebagai acuan utama statusnya.
[Nama: Darma Subianto
Jenis Kelamin: Laki-laki
Umur: 16 tahun
Status: beristri
Uang: : 5.006.574.695.000
Poin: 228
Exp level: 5.250
Exp untuk rumah: 7.050
Poin mutasi: 3%]
Mutasi Tubuh:
Kekuatan(78%)
Kecepatan dan Kelincahan Tubuh(78%)
Kekebalan tubuh(78%)
(Senjata berat seperti bazooka, meriam, dan lain-lain)
Kemampuan: Menggandakan uang dan Bernafas di air.
"Wow, masih ada 5 trilyun lebih ya. Bertahan terus sepertinya, apa karena udah lama gak aku pantau makannya jumlahnya masih ada 5 trilyun."ujar Darma membuka toko Tekno.
Toko Tekno
[Cairan ajaib]
[Mode pembangunan langsung jadi]
[Jadi orang terpintar sedunia]
[Kuasai banyak wanita]
[Nelayan paling kaya]
[Barang-barang ajaib]
"Barang-barang ajaib, wah sepertinya aku harus melihat menu ini."ujar Darma mengklik menu itu.
[Barang-barang ajaib]
[Baju penyamaran]
[Senjata ajaib]
[WiFi ajaib]
[Teleportasi(tidak permenan/1 kali pakai pulang pergi)]
__ADS_1
[Charger ajaib]
[Earphone ajaib]
[Kacamata ajaib]
"Hehe Wifi ajaib, aku datang hahaha."ujar Darma mengklik WiFi ajaib.
[Poin dipotong: 30 poin]
[Sisa poin: 198]
Lalu muncullah sebuah wifi di rumah itu. WiFi itu langsung muncul di handphone Darma karena ia lah yang menguasai WiFi itu.
[Hanphone]
[Silahkan atur nama dan sandi Wifi]
[Nama: Tekno WiFi
Kata Sandi: Ajaib123]
[Tersambung(dengan icon wifi sudah tersambung di handphone Darma]
Ia pun mendownload game online kesukaannya tanpa peduli jaringan. Jaringan wifi milik Darma seperti ajaib tapi memang ajaib. Kecepatannya sat set seperti kilat yang menyambar.
Paginya
Tok tok tok
Darma terbangun karena ada suara ketukan. Ia pun keluar dan melihat 2 bapak-bapak meminta sumbangan untuk sebuah panti asuhan dengan menyiapkan kardus.
"Iya pak?"tanya Darma.
"Mohon kiranya sumbangan untuk anak-anak Panti Asuhan"Mutiara Anak". Saat ini anak-anak kekurangan makanan mas. Oleh karena itu, mohon dengan keikhlasan masnya memberikan sedikit rezeki bagi anak-anak panti asuhan]
"Bentar ya pak saya ambil uangnya,"ujar Darma masuk ke rumah tanpa menutup pintu.
[100% jujur tuan]
"Huhh baiklah, aku ke kamar dulu."ujar Darma masuk ke kamarnya mengambil tas ranselnya dan memasukan 500 juta ke dalamnya.
"Sayang, aku pergi dulu ya ke Panti Asuhan."ujar Darma pada Sandra.
"Masih pagi loh sayang, mau ngapain ke sana pagi-pagi gini?"tanya Sandra membuka matanya.
"Anak-anak kelaparan di luar sana, aku harus mengeluarkan hartaku ini untuk mereka sayang."ujar Darma mengelus pipi istrinya.
"Iya pergi aja, bantulah mereka yang membutuhkan."ujar Sandra tersenyum lalu ia mencium pipi kanan Darma.
"Iya, aku pergi dulu ya. Nanti bilangin ke ibu juga kalau aku pergi."ujar Darma.
"Iya my love husband, hati-hati dijalan ganteng!"ujar Sandra.
Darma pun pergi kembali keluar dan menemui 2 pria paruh baya tadi.
"Saya mau ke Panti Asuhannya dan langsung memberikannya di Panti pak,"ujar Darma keluar dengan menyandang ransel dan membawa kunci mobilnya.
"Baik nak, mari kami antarkan!"ujar salah seorang pria itu lalu mereka berjalan ke arah motor mereka tersebut.
Setelah naik di kendaraan masing-masing, merekapun pergi ke Panti Asuhan itu. Panti Asuhan itu sangat dekat dengan rumah Darma dan masih di kampungnya. Jaraknya hanya 500 meter ke arah balai pertemuan kampung antar RT kampung itu.
Darma terkejut saat melihat ada pasar di kampungnya. Beberapa warung dijadikan satu sehingga terlihat seperti pasar. Setelah melewati pasar itu, mereka masuk ke sebuah jalan tanah yang diberi nama"Jl. Panti Asuhan".
Setelah itu, merekapun sampai di panti Asuhan itu. Panti Asuhan yang bisa dibilang masih layak untuk anak-anak itu terbuat dari papan kayu dan nampaknya sudah sangat tua.
Darma pun menghentikan mobilnya di tempat parkir khusus mobil. Setelah itu Darma pun berjalan ke arah sebuah Plang nama panti asuhan itu.
Panti Asuhan Mutiara Anak
__ADS_1
Since 1990
"Wiih, udah hampir 100 tahun juga panti asuhan ini."ujar Darma mengangguk.
"Mari mas kita masuk ke dalam!"ujar salah seorang pria paruh baya itu.
Darma pun mengikuti mereka ke dalam panti. Mereka masuk dari pintu depan. Lalu mereka pun langsung menuju ke ruangan pemilik panti asuhan itu.
Tok tok tok
"Siapa?"tanya suara seorang wanita.
"Ini saya neng,"ujar salah seorang pria paruh baya itu.
Ceklek
Seorang wanita muda berusia sekitar 25 tahunan keluar dari ruangan itu. Wanita itu berpakaian piyama motif bunga-bunga, rambutnya terurai panjang, dan cantik.
"Ada apa mang?"tanya wanita itu mantap Mang Sapri yaitu pria paruh baya yang rambutnya disisir ke samping sehingga terlihat klimis.
"Ini neng, ada yang mau menyumbang langsung ke panti asuhan ini."ujar Mang Sapri menunjuk Darma.
"Owh baiklah, ayo ikut ke ruangan saya mas!"ujar wanita itu pada Darma.
Lalu merekapun pergi ke sebuah ruangan yang ada di samping kamar itu. Wanita tadi pun duduk di kursinya yang langsung menyender ke dinding. Darma pun mengikuti dengan duduk di depan Darma.
"Kita kenalan dulu mas, nama masnya siapa?"tanya wanita itu mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Darma.
"Darma mba, Darma Subianto."ujar Darma menyalam wanita itu.
"Saya Amel Ardina, panggil aja Amel!"ujar Amel tersenyum.
"Owh iya mba,"ujar Darma menganggukkan kepala.
"Tadi kata Mang Sapri, masnya mau nyumbang."ujar Amel membuka buku catatan sumbangan bulan ini.
"Iya mba, saya mau nyumbang untuk anak-anak panti asuhan ini."ujar Darma menjelaskan tujuannya.
"Berapa banyak mas sumbangannya supaya saya tulis,"tanya Amel bersiap menulis.
"500 juta mba,"ujar Darma.
"Hah??500 juta?"tanyanya kaget dengan mata terbelalak dan ia shock mendengar jumlahnya.
"Iya mba, 500 juta jumlah sumbangan saya. Apa kurang segitu?kalau 1 Milyar cukup?"tanya Darma.
"Se...seratus juta aja udah cukup mas untuk 2 bulan,"ujarnya dengan wajah masih kaget dan shock karena jumlah yang dikatakan Darma sangat diluar ekspektasinya dan sangat diluar nalarnya sendiri.
"Yakin 100 cukup?"tanya Darma.
"Sebenernya kurang sih mas, untuk biaya sekolahnya anak-anak dari SD-SMA itu tiap bulan hampir 50 juta juga mas."ujar wanita itu.
"300 juta cukup?"tanya Darma.
"Le...lebih dari cukup mas,"ujar wanita itu.
Lalu Darma pun mengeluarkan uang 500 juta tadi dan memberikannya pada Amel.
"Ini 500 juta mba, kalau misalnya nanti kurang telpon aja ke no ini atau datang ke rumah saya di RT 001. Dua bapak yang tadi itu tau rumah saya."ujar Darma berdiri dan wanita itu juga berdiri.
"Te...terimakasih mas, semoga kebaikan mas dibalas oleh Tuhan."ujar wanita itu.
"Baiklah mba, saya permisi dulu."ujar Darma pergi dari tempat itu.
Wanita tadi masih menatap uang yang sangar banyak itu dan kemudian ia duduk dengan keadaan masih shock.
"Sultan darimana itu, melepas 500 juta hanya demi anak-anak panti ini. Aku harus mencari tahu siapa dia."ujar wanita itu.
[Bloop]
__ADS_1
[Hadiah sedekah: 500.000.000×10\=5.000.000.000]
[Total Saldo: 5.011.574.695.000