SANG DERMAWAN

SANG DERMAWAN
EPISODE 38


__ADS_3

14:00


Anak buah Darma pun pada tidur karena mereka mengantuk. Mereka sepertinya sangat kelelahan karena memalak orang dari pagi dan akhirnya mereka malah dapat kerjaan yang gajinya lumayan.


"Oi oi bangun-bangun, ruko mau ditutup!"ujar Darma pada para karyawan barunya itu.


"Hoaaam, eh hehe maaf bos. Saya ketiduran, ngantuk soalnya."ujar Beni dengan ekspresi panik.


"Maaf bos, abis makan kenyang. Trus ngantuk jadinya hehehe."ujar Bambang.


"Yaudah, semuanya keluar dulu!aku mau nutup ruko."ujar Darma pada orang-orang itu.


"Siap bos!!"ujar mereka berdiri lalu keluar dari ruko itu.


Setelah ruko ditutup, Darma pun balik badan dan melihat para karyawannya kelihatan bingung.


"Ada apa?"tanya Darma membaca ekspresi para karyawannya itu.


"Kami gak ada uang buat makan malam bos,"ujar Beni.


"Nih ambil buat bertiga!"ujar Darma memberikan uang 300 ribu kepada ketiga karyawannya itu.


"Ambil bang!"ujar Beni pada Bambang.


"Sa...saya bos?"tanya Bambang gemetaran.


"Lah iya, kan gue nyuruh lu."ujar Beni.


"Oke bos,"ujar Bambang mengambil uang itu.


"Terimakasih bos,"ujar Bambang.


[Bloop]


[Hadiah sedekah: 300.000×5\=1.500.000]


[Total Saldo:5.001.006.195.000 ]


"Kalian gak mabuk kan?"tanya Darma.


"Gak bos!!"ujar mereka serentak.


"Rokok?"tanya Darma mengkerutkan kening.


"Gak juga bos!!"ujar mereka bertiga kompak.


"Lah, kalian preman macam apaan gak ngerokok?"tanya Darma heran.


"Kami jadi preman hanya untuk malak orang bos, kalau minuman perusak sama rokok itu gak kami sentuh. Dulu Bambang pernah minum bos. Tapi semenjak saya didik, dia jadi gak minum lagi."ujar Beni.


"Ada juga preman baik kayak kalian, minusnya cuma malak orang doang."ujar Darma menganggukkan kepala sambil memegang dagunya.


"Kami malak orang karena gak ada tempat kerjaan yang mau nerima kami bos, kalau ada mah kami gak jadi preman."ujar Beni.


"Iya bos, Bos Beni bener. Saya juga gak mau jadi tukang palak. Tapi adek saya masih sekolah, jadi saya harus kerja."ujar Andi.


"Owh gitu, besok siapin diri ya. Pakai pakaian terbaik yang kalian punya, saya akan wawancarai kalian sebelum kerja."ujar Darma.


"Siap bos!!"ujar mereka.


"Owh, kalian punya tempat tinggal?"tanya Darma menaikkan alisnya satu.


"Kami tinggal di rumah bos Beni bos,"ujar Bambang.

__ADS_1


"Jaraknya jauh dari sini?"tanya Darma pada para preman itu.


"Gak terlalu lah bos, paling 2 kiloan."ujar Beni.


"Owh gitu, lumayan itu 2 km. Kalian punya kendaraan?"tanya Darma pada para preman itu.


"Ada bos, itu kendaraan kami!"ujar Beni menunjuk sebuah motor butut yang sudah semi hancur.


"Oke, kalau gitu hati-hati kalian ya. Jangan ngebut-ngebut di jalan!"ujar Darma.


"Siap boss!!"ujar mereka bertiga.


Lalu Darma pun pergi dari tempat itu.


"Baik ternyata bos baru kita ya,"ujar Andi.


"Iya, bentar lagi kita bakal kerja halal lagi."ujar Bambang.


"Orang kayak gitu yang harus dibanyakin di dunia ini,"ujar Beni melihat kepergian mobil itu.


Saat sedang melirik kiri kanan, Darma pun melihat seorang ibu dan anak diusir dari restoran. Lalu ia pun berhenti dan belok ke tempat itu, setelah itu ia pun keluar dari mobilnya.


"Huhuhuhu, bu aku lapar bu."ujar seorang anak kecil di samping ibunya.


"Sa...bar ya nak hiks hiks,"ujar ibunya menangis.


Darma pun masuk dan membeli makanan.


"Apa yang paling enak di tempat ini?"tanya Darma pada pelayan restoran itu.


"Ini bang yang paling enak,"ujar pelayan itu menunjuk sebuah daging sapi dengan taburan keju di sampingnya.


"Gak ada nasi di sini?"tanya Darma.


"Nasi goreng sea food kualitas terbaik dan nasi goreng ayam dengan banyak toping,"ujar pelayan itu menunjuk gambar nasi goreng penuh piring itu.


"Baik mas, silahkan ditunggu!"ujar Pelayan itu pergi.


Darma pun berjalan ke arah ibu dan anak tadi.


"Bu, jangan pergi dulu ya bu. Makanan ntar lagi saya antar!"ujar Darma berjongkok.


"Tapi kami gak punya uang mas,"ujar ibu itu dengan wajah memelas.


"Gak usah mikirin itu bu, itu urusan saya. Ibu tenang aja, hari ini ibu dan anak ibu makan enak."ujar Darma tersenyum.


"Hiks hiks, terimakasih orang baik."ujar ibu itu menangis terharu.


Darma pun tersenyum lalu ia pun masuk kembali ke restoran itu.


[Saldo di potong: 3.500.000]


[Sisa Saldo: 5.001.002.195.000]


Beberapa menit kemudian...


Darma pun keluar dengan membawa dua bungkus nasi goreng dan dua bungkus jus mangga.


"Ini untuk ibu dan anak ibu,"ujar Darma jongkok dan memberikan makanan itu pada ibu dan anak itu.


"Terimakasih mas, semoga rezekimu melimpah."ujar ibu itu mengelus pipi Darma.


Lalu Darma pun membuka tasnya dan memberikan uang 500 ribu pada ibu dan anak itu.

__ADS_1


"Ini untuk ibu dan anak ibu,"ujar Darma memberikan 5 lembar uang 100 ribu.


"Waah banyak sekali, kamu memang malaikat. Kebaikanmu tak akan bisa tergantikan oleh apa pun."ujar ibu itu dengan senyum mengembang di bibirnya.


[Bloop]


[Hadiah sedekah: 500.000×5\=2.500.000]


[Total Saldo:5.001.004.195.000 ]


"Iya bu, yaudah saya duluan bu."ujar Darma berdiri lalu ia pun pamit.


Darma pun pergi dari tempat itu. Saat di jalanan, Darma pun berpikir apa yang harus dilakukan sekarang. Ia melihat banyak anak-anak dan ibu-ibu yang tak punya tempat tinggal.


"Sepertinya aku harus membangun rumah untuk menampung para anak jalanan dan orang-orang yang tak punya rumah, berarti aku harus membangun rumah yang luar biasa besar dan merekrut orang-orang untuk bekerja mengurusi orang-orang di tempat itu."ujar Darma.


[Itu ide bagus tuan, tuan bisa menghubungi beberapa arsitek dan mandor pengawas pekerjaan pembangunan.]


"Kamu ada kontaknya Tekno?"tanya Darma pada Tekno.


[Ada tuan, jika tuan berminat maka akan Tekno masukan ke handphone tuan no handphonenya]


"Boleh juga, masukin aja Tekno!"ujar Darma pada tekno.


[Baiklah tuan]


Lalu Tekno pun mentransfer no handphone mandor dan arsitek untuk rencana pembangunan yang akan di lakukan oleh Darma.


...


18:00


Hujan turun dengan sangat deras. Darma sedang santai di sofa sambil menonton tv. Istrinya menemaninya dengan duduk di sampingnya.


"Hoaam, hujan-hujan gini enaknya makan yang hangat-hangat nih."ujar Bu Dian membawakan bakso 1 baskom besar.


Celline membawakan sambal, saos kecap, dan bawang gorengnya.


"Wihhh keknya enak nih bu,"ujar Sandra bangkit dari duduknya.


"Mau gak?"tanya Sandra pada Darma.


"Boleh tuh,"ujar Darma.


"Mau banyak apa dikit?"tanya Sandra.


"Banyak aja, sekalian makan malam."ujar Darma fokus nonton tv.


[Bloop]


[Tugas Baru: Selamatkan seorang pria yang hanyut ke sungai karena jembatan roboh]


[Sekarang]


Darma pun langsung berdiri lalu ia membuka baju dan celana panjangnya.


"Loh loh kenapa le?"tanya Bu Dian kaget dan heran dengan tingkah anaknya itu.


"Kamu kenapa mas?"tanya Sandra juga heran melihat Darma.


"Ada tugas penting, aku pergi dulu ya bu."ujar Darma mencium tangan ibunya.


"Tugas apa kok malam-malam dan hujan deras gini?"tanya Bu Dian heran

__ADS_1


"Iya mas, tugas apaan pas situasi kayak gini?"tanya Sandra.


"Nanti aja aku jelasin, aku pergi dulu ya istriku."ujar Darma mencium kening istrinya lalu ia pun keluar dengan keadaan hanya memakai celana pendek dan baju kaos biasa.


__ADS_2