SANG DERMAWAN

SANG DERMAWAN
EPISODE 64


__ADS_3

Setelah berurusan dengan polisi, Darma kembali masuk dan mengetok pintu WC yang masih tertutup itu.


Tok tok tok


Wanita tadi kaget dengan adanya ketokan itu, ia pun perlahan-lahan berjalan dengan jantung berdebar-debar. Karena tadi ia sempat mendengar bunyi tembakan.


Pintu pun ia buka dan ia melihat yang mengetok pintu adalah Darma. Darma tersenyum seolah tak terjadi apa-apa.


"L...lo selamat?"tanya wanita itu masih gemeteran.


"Lah selamat dong, kalau gak selamat pasti udah dirampok toko ini."ujar Darma.


"I...iya sih masuk akal juga,"ujarnya mengangguk lalu ia keluar dari tempat itu.


Via pun keluar dari WC itu lalu merekapun keluar dari tempat itu. Setelah berbelanja baju, Via ditemani oleh Darma ganti baju di ruang ganti baju dengan menemaninya di luar.


...


Kini Darma dan dua anak kecil tadi sampai di rumah Darma. Merekapun masuk dengan membawa es krim yang mereka beli tadi. Saat Darma pulang, ibunya dan Sandra kaget karena lagu-lagi Darma membawa anak kecil yang ntah darimana asalnya.


"Loh ini anak ketemu dimana?"tanya Bu Dian menggendong adiknya Via.


"Di jalan tadi buk, dia lagi dikasarin sama karyawan restoran."ujar Darma memberikan eskrim itu pada Bu Dian.


"Loh dikasarin gimana?"tanya Bu Dian mengelus pipi adiknya Via.


"Dimarahin sama karyawan restoran itu, oh iya itu es krim ya buk. Ngomong-ngomong istri Darma mana Bu?"tanya Darma pada ibunya.


"Lagi main ludo sama Celline dan Aurel,"ujar Bu Dian.


Darma pun tersenyum lalu ia menggelengkan kepalanya. Ia pun duduk di sofa lalu meminum minuman yang memang di sediakan di meja itu.


Glekkk


Glekkk


"Ini namanya siapa?"tanya Bu Dian tersenyum pada Via.


"Via buk,"ujar Via mengangguk pelan.


"Owh, ini adiknya ya?"tanya Bu Dian menatap adiknya Via yang sedang di gendongnya itu.

__ADS_1


"Iya buk,"ujar Via.


"Namanya siapa?"tanya Bu Dian menatap Via.


"Doris buk,"ujar Via.


"Yaudah, ayo mandi dulu biar bersih!"ujar Bu Dian mengajak Via dan membawa Doris bersamanya.


"Yaaaah, kakak mah jahat."ujar Celline dari dalam.


"Namanya juga main,"ujar Sandra.


Lagi-lagi Darma hanya menggeleng kepala melihat kelakuan istri dan adik angkatnya itu.


1 jam kemudian


Setelah berbelanja telur sebanyak 100 papan dan sembako yang masing-masing 100 dus, Darma menghabiskan uang 500 juta.


[Bloop]


[Video seluruh kejadian pembunuhan di perumahan Elite Elang Residence Blok J No 3 dan lokasi pelaku beserta identitasnya]


[Saldo dipotong: 500.000.000]


Ia pun masuk ke mobilnya setelah memesan barang terakhir yaitu sembako berupa Indomie, tepung, minyak, dan lain-lain. Darma pun membuka notif dari tekno.


[Video seluruh kejadian pembunuhan di perumahan Elite Elang Residence Blok J No 3 dan lokasi pelaku beserta identitasnya]


Darma pun mengkliknya dan ada beberapa file di situ.


[Video]


[Doc]


Darma membuka video penembakan itu dan seperti ini kira-kira videonya. Selamat membayangkan videonya para reader:)


Di sebuah ruangan besar megah berkumpul 4 orang yang terdiri dari ayah, ibu, seorang anak berusia sekitar 8 tahun dan adiknya yang masih digendong ibunya.


Ayahnya mengenakan pakaian kaos putih, celana pendek hitam, rambut di sisir ke samping, dan terlihat sudah paruh baya dengan umur sekitar 39 tahunan. Ibunya mengenakan daster hijau motif bunga, rambut diikat, badan agak gemuk, dan cantik. Anak kecil itu mengenakan baju tidur, dengan rambut diikat, dan ia sedang bermain dengan adiknya.


Saat sedang berbincang, datang 5 orang berpakaian hitam dengan wajah yang terpampang jelas. Merekapun sempat adu mulut di tempat itu, ibu dari dua anak kecil itu menyembunyikan kedua anaknya dan membawanya ke suatu tempat.

__ADS_1


Saat sudah diakhir pertengkaran, pria itu ditembak menggunakan pistol dan istrinya juga ditembak. Setelah itu merekapun pergi dari tempat itu. Saat video itu diputar, wajah korban dan pelaku terpampang jelas.


Karena hal itu, mudah saja bagi Darma untuk mengetahui wajah dari para pembunuh itu. Setelah menonton video itu, Darma sudah mengetahui wajah para pelaku penembakan. Sehingga ia sudah bisa mengidentifikasi wajah para pelaku beserta nama dan seluruh keterangan lengkapnya.


"Owh jadi orang-orang ini pelaku yang memisahkan dua orang anak dari ayah dan ibunya untuk selama-lamanya, baiklah kalau begitu. Akan aku cari pelakunya dan mereka harus di hukum dengan hukuman yang sama dengan kasusnya. Teganya mereka memisahkan dua orang anak yang masih kecil dari orang tuanya dan tak mau bertanggung jawab. Pihak kepolisian yang menangani kasus ini juga harus aku selidiki karena membiarkan dua orang anak ini terlantar."ujar Darma berbicara sendiri.


Darma pun membuka dokumen yang ada di bawah video itu. Ada sekitar 5 dokumen di file itu. Yaitu Identitas pelaku dan alamat rumahnya, motif pembunuhan, pihak kepolisian yang menangani, dan proses penyelidikan, dan rahasia dibalik kejadian itu.


File itu pun satu per satu dibuka oleh Darma. Mulai dari identitas dan alamat pelaku yang merupakan musuh besar dari pria yang menjadi korban di kejadian itu. Motif pembunuhannya yaitu karena CEO atau korban yang mereka tembak tak mau bekerja sama dengan perusahaan bosnya.


Pihak kepolisian yang menangani juga dilampirkan oleh Tekno. Proses penyelidikannya sebenarnya dari awal sampai akhir tak selesai. Namun karena ada pihak yang menyogok kasus itu, maka kasus itu ditutup dan dibiarkan.


Darma pun segera pergi ke lokasi rumah ataupun markas 5 orang pembunuh ini. Lokasinya ada di kota N yang jaraknya sekitar 1000 km dari kota Darma saat ini.


"Tekno, bukti berupa video ini bisa di keluarkan dari komputer Tekno kan?"tanya Darma pada Tekno.


[Bisa tuan, poin akan dipotong 1 poin]


"Gak apa-apa, potong aja. Kasus ini harus selesai dan anak itupun harus dapat perlakuan yang adil."ujar Darma menjalankan mobilnya


[Baik tuan]


[Memproses pengeluaran video]


[10%....20%.....30%.....40%....100%]


[Poin di potong: 1 poin]


[Sisa poin: 126]


Sebuah hard disk yang biasa digunakan oleh Darma pun keluar dan video itu juga ada di handphone milik Darma. Darma pun pulang ke rumah untuk pamitan dengan keluarganya karena ia akan disana sekalian untuk menyelesaikan tugas yang ada di kota itu.


Di rumah


Darma pun sampai di rumahnya. Saat ia masuk ke rumahnya, ibu, istri, adik angkat, dan keluarga barunya sedang duduk di sofa dan berkumpul sambil menikmati cemilan yang telah tersedia di meja.


"Eh sayang udah pulang, kamu tadi pulang kok gak bilang-bilang sih yang?"tanya Sandra berdiri lalu ia menyalim suaminya.


"Ada urusan mendadak tadi,"ujar Darma duduk di bagian sofa yang kosong.


"Urusan apa emang? penting banget emangnya?"tanya Sandra.

__ADS_1


Darma pun menceritakan tentang Via dan adiknya. Setelah itu ia pun minta izin ke keluarga kecil yang menemaninya setelah beberapa tahun jadi pemulung, sendirian, kelaparan, tersakiti, dan penderitaan lainnya.


__ADS_2