
Darma pun masuk ke rumah kecil itu. Darma merasakan sensasi masuk ke rumahnya yang dulu. Kala itu rumahnya hanya sebatas rumah papan biasa dan berlantai semen yang sudah retak-retak.
"Silahkan duduk dulu mas!"ujar wanita itu mempersilahkan Darma duduk di sebuah kursi plastik.
"Terimakasih,"ujar Darma tersenyum lalu ia pun duduk di tempat kursi plastik itu.
"Ini dek, kamu simpan dulu di dapur!"ujar Rokie pada istrinya.
"Apa ini mas?"tanya wanita itu membuka kantong plastik hitam yang dipegangnya.
"Ini makanan dari mas itu, kamu simpan dulu. Nanti kita makan sama-sama!"ujar Rokie.
"Wah, sepertinya ini makanan enak mas."ujar wanita itu.
"Kamu taruh belakang dulu, mas mau ngobrol dengan mas itu!"ujar Rokie pada istrinya.
Istrinya pun mengangguk lalu mereka sama-sama pergi.
"Maaf ya mas, rumah saya kecil dan berantakan seperti ini."ujar Rokie duduk di depan Darma.
"Tidak apa-apa mas, udah lama tinggal di sini mas?"tanya Darma pada Rokie.
"Saya udah mas, istri saya yang baru tinggal di sini setelah kami menikah."jawab Rokie.
"Kalau misalnya saya belikan mas rumah baru, mas mau menerimanya?"tanya Darma.
"Ru...rumah?"tanyanya kaget mendengar pertanyaan Darma itu.
"Iya rumah baru, rumah seperti ini tak akan nyaman untuk membesarkan anaknya mas."ujar Darma pada Rokie.
"Aduh, bukan saya gak mau mas. Tapi, apa saya yang miskin ini pantas untuk dapat bantuan rumah?"tanya Rokie.
Lalu istrinya Rokie pun datang membawakan kopi dan teh.
"Eh, gak usah repot-repot mba!"ujar Darma merasa tak enak melihat seorang wanita hamil membuatkan kopi untuknya.
"Gak apa-apa mas, silahkan diminum mas. Maaf, cuma itu aja yang ada."ujarnya duduk di samping Rokie.
"Mas bilang tadi dipecat dari kerjaan kan?"tanya Darma pada Rokie.
"Iya mas,"ujar Rokie mengangguk.
"Kerjaan apa dan kenapa bisa dipecat?"tanya Darma.
"Saya itu tukang ojek online mas, namun karena suatu hari motor saya di curi makannya saya gak bisa kerja lagi.. Saya coba lamar kerja jadi tukang angkat barang di toko bangunan, tapi mereka mau yang ijazah SMA. Udah 2 bulan ini saya nganggur, jadi mau gak mau saya terpaksa mencuri."ujar Rokie.
"Tapi mas tau itu pelanggaran hukum?"tanya Darma.
"Tau mas, tapi ya.....saya bisa apa. Saya mencuri itu terpaksa mas, kalau gak menempuh jalan itu saya takut gak bisa membayar biaya lahiran istri saya."ujar Rokie dengan wajah menunduk.
"Kalau gitu gini aja mas, mas punya bakat apa dan apa kemampuan mas?"tanya Darma pada pria itu.
__ADS_1
"Saya itu bisa nangkap ikan, saya juga hobbinya mancing ikan. Jadi kalau misalnya mancing ikan, saya akan dengan sangat senang melakukannya. Saya juga pernah di percaya menjaga ternak ikan laut di rumah tengah laut."ujar Rokie.
"Artinya mas ini suka dengan perikanan dan kelautan?"tanya Darma.
"Iya mas, saya seneng kalau bisa kerja jadi nelayan dan peternak ikan."ujar Rokie.
"Mas yakin bisa jadi peternak ikan dan jadi nelayan?"tanya Darma.
"Yakin mas, saya pernah menjaga ternak ikan di laut dan sungai. Alhasil saya bisa membuat bos saya panen besar. Gaji saya waktu itu besar, namun bodohnya saya karena tak mau memanfaatkan gaji besar itu untuk membuka usaha dan malah saya gunakan untuk foya-foya."ujar Rokie menyesal dengan apa yang diperbuatnya.
"Jika saya memberikan mas modal untuk membuka kolam ternak ikan, mas yakin akan bisa mengelolanya dengan baik?"tanya Darma.
"Yakin mas, saya sudah 3 tahun jadi nelayan ikut bos menangkap ikan dan menjaga ternaknya di rumah tengah laut. Oleh karena itu saya yakin 90% bisa mengelolanya dengan baik."ujar Rokie.
"Loh 10% nya?"tanya Darma mengkerutkan keningnya.
"Tergantung Tuhan mas, sekuat apa pun saya berusaha jika Tuhan tak mengizinkan maka usaha saya tak akan berhasil juga."ujar Rokie.
"Ada benarnya juga, berarti kalau saya berika modal untuk jadi nelayan dan berternak ikan. Mas bisa mengelolanya dengan baik?"tanya Darma pada Rokie.
"Iya mas, untuk perikanan dan kelautan sudah saya pelajari dan saya sudah bisa jika punya ternak sendiri."ujar Rokie.
"Hmm, berapa kira-kira modal untuk beternak ikan dan jadi nelayan?"tanya Darma mengetes keilmuan dari Rokie.
Rokie pun menjelaskan tentang alat-alat, benih, cara merawat dan menjaga ternak ikan dilautan. Ia juga menyertakan harga alat-alat ternak, benih ikan yang mahal, dan makanan yang di gunakan dalam proses budidaya ikan laut.
Ia juga menjelaskan tentang ternak ikan Air tawar dengan jelas dan tepat. Ia menjelaskan ikan air tawar apa saja yang paling laku dan menguntungkan serta ia juga menjelaskan cara menangkap ikan dan alat-alar yang dibutuhkan dalam menangkap ikan.
"Nah, jadi gitu mas. Untuk ternak ikan laut modalnya 30 juta dengan benih ataupun bibit ikan yang akan di ternakkan. Sedangkan ikan air tawar butuh 100 juta karena harus membuat kolamnya dulu. Kolam itu harus dibuat di tanah yang digali, disemen, dan diisi dengan air. Barulah benih ikan bisa dilepas di kolam itu."ujar Rokie menjelaskan tentang pehamannya di bidang peternakan ikan.
"Oke, jadinya mas pilih laut atau air tawar?"tanya Darma.
"Kalau saya air tawar mas, karena hasil ikan air tawar sangat menjanjikan jika berhasil."ujar Rokie.
"Yakin dengan pilihan mas itu?"tanya Darma pada pria itu.
"Yakin mas, itu menurut pengalaman saya dibidang peternakan ikan."ujar Rokie mantap.
"Baiklah, saya ambil uang dulu ya mas."ujar Darma pada Rokie.
"Mas serius mau modalin saya ternak ikan?"tanya Rokie dengan wajah penasaran.
"Yakin mas,"ujar Darma keluar dari tempat itu.
Setelah mengambil uang, Darma kembali dengan membawa uang 500 juta.
"Ini didalamnya ada 500 juta, gunakan uang ini untuk berternak, biaya lahiran, dan beli rumah."ujar Darma menyerahkan uang itu pada Rokie dan istrinya.
[Bloop]
[Hadiah sedekah: 500.000.000×5\=2.500.000.000]
__ADS_1
[Total Saldo: 5.006.554.695.000]
Mereka berdua pun kaget dengan uang sebanyak itu. Mata mereka terbelalak melihat uang sebanyak itu ada didepan mereka.
"I...ini se...serius untuk kami?"tanya Rokie shock menatap uang itu.
"Iya mas, gunakan uang itu untuk kebutuhan kalian. Saran saya, setelah mas sukses nanti bantulah orang lain dan ajarkan yang aku ajarkan ini. Supaya semakin banyak orang baik di dunia ini!"ujar Darma tersenyum.
Rokie pun menangis dan memeluk Darma karena merasa bahwa Darma adalah malaikat mereka. Malam itu dilalui dengan penuh haru dan air mata karena kebaikan yang dilakukan oleh Darma pada sepasang suami istri itu.
[Tugas selesai]
[Rincian tugas:
-Tangkap maling
-Selamatkan dan bantu maling itu]
[Hadiah:
Uang: 20.000.000
Poin: 10
Exp: 200
Exp untuk rumah:200
Poin mutasi: 3%
Total Keseluruhan
Uang: : Total Keseluruhan
Uang: : 5.006.574.695.000
Poin: 228
Exp level: 5.250
Exp untuk rumah: 7.050
Poin mutasi: 3%]
Mutasi Tubuh:
Kekuatan(78%)
Kecepatan dan Kelincahan Tubuh(78%)
Kekebalan tubuh(78%)
__ADS_1
(Senjata berat seperti bazooka, meriam, dan lain-lain)]